Banda Aceh
Banda Aceh Perkuat Jejaring Global, Kolaborasi UCLG ASPAC, Pamer Capaian IPM Salah Satu Tertinggi
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal memperkuat posisi Banda Aceh di tingkat internasional melalui kolaborasi global...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Illiza Sa’aduddin Djamal memperkuat posisi Banda Aceh di tingkat internasional melalui kolaborasi bersama United Cities and Local Governments Asia-Pacific dalam agenda di Balai Kota DKI Jakarta.
- Dalam forum tersebut, Illiza menegaskan komitmen Banda Aceh sebagai kota kolaboratif, inklusif, dan berdaya saing global, sekaligus menyoroti capaian IPM 2025 yang mencapai 89,55.
- Pemko Banda Aceh juga menargetkan penguatan posisi sebagai kota tangguh bencana dunia.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal memperkuat posisi Banda Aceh di tingkat internasional melalui kolaborasi global bersama United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG ASPAC). Hal tersebut disampaikannya dalam kunjungan dan agenda bersama UCLG ASPAC di Lantai 21 Gedung H Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/5/2026).
Dalam forum tersebut, Illiza menegaskan komitmen Pemerintah Kota Banda Aceh dalam membangun kota yang inklusif, kolaboratif, serta berdaya saing global melalui penguatan pelayanan dasar, tata kelola pemerintahan, dan kemitraan multipihak. “Banda Aceh memiliki visi sebagai Kota Kolaborasi. Kami ingin membangun kota yang nyaman bagi seluruh masyarakat dengan pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan responsif,” ujar Illiza.
Menurutnya, status kekhususan Aceh menjadi modal penting dalam membangun identitas daerah yang tetap menjunjung nilai toleransi di tengah masyarakat multikultural. Ia juga menegaskan Banda Aceh terbuka terhadap berbagai kerja sama internasional dengan semangat “Peumulia Jamee Adat Geutanyo”.
Illiza turut menyoroti capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banda Aceh yang menjadi salah satu tertinggi di Indonesia pada 2025 dengan nilai 89,55. Capaian tersebut, katanya, merupakan hasil fokus pembangunan pada sektor pendidikan, kesehatan, dan penguatan infrastruktur publik.
“Angka tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan yang terarah dan berkelanjutan mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Baca juga: Wali Kota Banda Aceh Imbau Warga Waspadai Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang
Dalam forum internasional tersebut, Illiza juga berbagi pengalaman mengenai pentingnya jejaring global antar kota melalui UCLG ASPAC. Menurutnya, forum tersebut membuka peluang knowledge sharing terkait kebijakan publik, inovasi digital, smart city, hingga pembangunan berkelanjutan.
Sebagai mantan Chair for Woman Committee UCLG ASPAC, Illiza menilai peran perempuan memiliki pengaruh besar dalam pembangunan kota maupun penguatan politik lokal dan nasional.
Ke depan, Pemerintah Kota Banda Aceh menargetkan penguatan posisi sebagai kota tangguh bencana dunia melalui kolaborasi dengan sejumlah kota internasional di Jepang. Selain itu, Banda Aceh juga tengah mendorong pengembangan industri parfum berbahan nilam Aceh agar mampu bersaing di pasar global.
“Kami ingin Banda Aceh dikenal dunia bukan hanya sebagai kota sejarah dan wisata religi, tetapi juga sebagai kota inovatif yang mampu membangun kolaborasi internasional demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Illiza-Saaduddin-Djamal-saat-kunjungan-dan-agenda-bersama-UCLG-ASPAC-2026.jpg)