Sabtu, 16 Mei 2026

Berita Bireuen

Jembatan Aramco Akhiri Era Rakit Bambu di Desa Kukue Peudada, Akses Warga Pedalaman Lancar

Jembatan Aramco di Desa Kukue, Peudada, resmi diresmikan Dandim 0111/Bireuen Letkol Arh Luthfi Novriadi sebagai solusi akses warga pedalaman.

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
Serambinews.com/Dok Kodim Bireuen
PERESMIAN JEMBATAN ARAMCO - Komandan Kodim (Dandim) 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi meresmikan Jembatan Aramco di Desa Kukue, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Kamis (14/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Jembatan Aramco di Desa Kukue, Peudada, resmi diresmikan Dandim 0111/Bireuen Letkol Arh Luthfi Novriadi sebagai solusi akses warga pedalaman.
  • Infrastruktur ini menggantikan rakitan bambu rapuh, memudahkan petani dan pelajar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
  • Gotong royong TNI dan masyarakat menjadikan jembatan ini simbol kemanunggalan sekaligus percepatan pembangunan di Bireuen.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zaki Mubarak | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Komandan Kodim (Dandim) 0111/Bireuen, Letkol Arh Luthfi Novriadi meresmikan Jembatan Aramco di Desa Kukue, Kecamatan Peudada, Kabupaten Bireuen, Kamis (14/5/2026). 

Kehadiran jembatan tersebut menjadi solusi nyata bagi masyarakat pedalaman yang selama ini kesulitan akses transportasi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Letkol Arh Luthfi Novriadi menegaskan, bahwa pembangunan infrastruktur ini adalah wujud kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat. 

Menurutnya, jembatan kokoh tersebut sangat penting untuk membuka isolasi geografis, memperlancar logistik, dan mendukung aktivitas harian warga. 

“Jembatan ini diharapkan memberi manfaat besar, baik untuk kegiatan sehari-hari maupun pertumbuhan ekonomi wilayah Peudada,” ujarnya.

Pembangunan jembatan dilakukan melalui gotong royong antara personel Kodim 0111/Bireuen dan warga setempat. 

Baca juga: Jembatan Aramco di Buloh Reubee Pidie Diresmikan, Perlancar Akses Pertanian Warga

Semangat kebersamaan ini menjadi kunci percepatan penyelesaian proyek. 

Sebelum adanya Jembatan Aramco, warga hanya mengandalkan rakitan bambu darurat yang rapuh.

Sehingga sangat menyulitkan mobilitas, terutama saat membawa hasil panen.

Kechik Matang Reuleut, Azhar menyampaikan, rasa syukur atas perubahan besar ini. 

Ia mengenang kondisi sebelumnya, di mana jembatan hanya terbuat dari bambu dan pohon kelapa sehingga petani harus memikul hasil panen sedikit demi sedikit. 

Kini, dengan jembatan baru, petani dan petambak dapat mengangkut hasil produksi dengan mudah. 

Azhar juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah mewujudkan impian masyarakat melalui perhatian Pemerintah Pusat.

Baca juga: VIDEO - Jembatan Aramco di Pidie Rampung, Akses Petani di Desa Buloh Reubee Kembali Normal

Diresmikan Dandim

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved