Info Haji 2026
Menabung dari Hasil Jual Ikan Keliling, Amin Teunom Berhaji di Usia 95 Tahun
Seperti kata pepatah Arab, “Man shabara zhafira,” barang siapa yang bersabar maka ia akan berhasil. Kalimat itu rasanya sangat...
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Muhammad Amin Teunom, warga Teunom, Aceh Jaya, akhirnya berangkat haji pada usia 95 tahun setelah puluhan tahun menabung dari hasil berjualan ikan keliling.
- Bersama istrinya, Zubaida Hasan, Amin menyisihkan penghasilan harian sedikit demi sedikit, bahkan menabung dalam bentuk emas hingga akhirnya bisa mendaftar haji melalui kuota lansia.
- Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Aceh Jaya, Alfaizin, menyebut semangat Amin menjadi motivasi bagi umat Islam.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nasir | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Seperti kata pepatah Arab, “Man shabara zhafira,” barang siapa yang bersabar maka ia akan berhasil. Kalimat itu rasanya sangat cocok disematkan kepada sosok Muhammad Amin Teunom, jamaah haji tertua di Kloter 9.
Pria asal Teunom, Aceh Jaya, ini mendapat panggilan berangkat ke Tanah Suci untuk ibadah haji pada usia 95 tahun. Namun di balik statusnya sebagai jamaah tertua, tersimpan perjalanan panjang, perjuangan berat, dan kisah pahit yang harus dilalui Amin Teunom.
Untuk bisa berhaji, Amin menyisihkan sedikit demi sedikit uang hasil berjualan ikan keliling di kampung halamannya di Aceh Jaya. Uang yang dikumpulkannya itu akhirnya membawa berkah. Ia mampu mendaftarkan ibadah haji bersama istrinya, Zubaida Hasan, yang kini berusia 84 tahun.
Pada tahun 1980-an, Amin muda sudah mulai berjualan ikan dengan masuk ke pelosok kampung. Saat itu ia hanya bermodalkan sebuah sepeda tua dengan keranjang ikan di bagian belakang. Dengan sepeda itu, Amin berkeliling dari kampung ke kampung menjajakan dagangannya.
Di bawah terik matahari dan guyuran hujan, Amin tak pernah patah semangat. Hari demi hari berlalu. Dari hasil berjualan ikan, Allah memberi Amin rezeki lebih. Ia kemudian mampu membeli sepeda motor Honda C70, salah satu motor tua yang kini sudah jarang ditemukan.
Bermodalkan kendaraan tersebut, Amin semakin semangat berjualan ikan karena jangkauan dagangnya menjadi lebih luas. Rezekinya pun semakin bertambah. Tahun demi tahun berlalu, Amin kembali meningkatkan alat kerjanya dengan membeli satu unit becak motor agar muatan ikan yang dibawanya lebih banyak dan bisa dijual kepada pelanggan.
Dari hasil berjualan ikan itulah Amin menyisihkan sedikit demi sedikit uangnya untuk ditabung.
“Kalau saya dapat Rp50 ribu sehari, berarti Rp20 ribu saya tabung, Rp30 ribu untuk belanja sehari-hari,” ungkap Amin Teunom, dalam wawancara sesaat sebelum bertolak ke tanah suci.
Amin tidak menabung dalam bentuk uang. Ketika tabungannya dirasa cukup, ia membeli emas dan disimpan.
Akhirnya, setelah dananya mencukupi, Amin mendaftarkan diri untuk berhaji. Beruntung, ia mendapatkan kuota lansia sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama.
Sebenarnya, Amin sudah mendapat panggilan berangkat haji tahun lalu. Namun karena saat itu nama istrinya belum tercantum dalam daftar calon jamaah yang berangkat, ia memilih menunda keberangkatannya. Ia ingin berangkat tahun ini, agar bisa bersujud di Baitullah bersama sang istri tercinta.
Ternyata, sebelum berangkat ke Tanah Suci, beberapa tahun lalu Amin Teunom dan istrinya juga sudah menunaikan ibadah umrah. Perjalanan hidup Amin memang berakhir bahagia. Meski usia sudah senja, ia masih mampu mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji bersama sang istri.
Pada Kamis (14/5/2026) sore, pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut Amin dan istrinya bersama jamaah lainnya lepas landas dari Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, menuju Bandara King Abdulaziz, di Jeddah, Arab Saudi.
Saat berita ini dibaca, Amin Teunom sudah berada di Kota Mekkah Al Mukaramah. Ia bersiap menunaikan rukun Islam kelima. Meski sudah berusia 95 tahun, Amin tampak tetap bersemangat dan masih sangat aktif beraktivitas.
Baca juga: Tangis Haru Iringi Pelepasan Jemaah Haji Barsela, Bunda Salma Beri Doa dan Semangat
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Aceh Jaya, Alfaizin S.Pd.I, MM menyampaikan, jika Muhammad Amin Teunom mendaftar haji pada tanggal 13 Desember 2019. Ia masuk dalam kouta lansia dan menunggu selama 6 tahun 5 bulan.
“Melihat semangat beliau untuk menunaikan ibadah haji menjadi motivasi kepada kita semua umat islam dalam menunaikan rukun islam yang ke lima,” ujar Faizin.
Katanya, dalam pelaksanaan menasik haji yang dilaksanakan oleh Kankemenhaj Aceh Jaya, ia dan istri sangat semangat mengikuti seluruh kegiatan manasik. “Maka beliau termasuk jamaah mandiri walau sudah berusia 94 tahun,” ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pasangan-jamaah-haji-Muhammad-Amin-Teunom-dan-istri-foto.jpg)