Minggu, 17 Mei 2026

Berita Aceh Besar

Mahasiswa Agribisnis USK Pelajari Peran Panglima Laot dalam Kehidupan Nelayan Aceh

Sejumlah mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti kuliah lapangan di Kantor Lembaga Hukum Adat Laot

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
KULIAH LAPANGAN – Sejumlah mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian USK mengikuti kuliah lapangan di Kantor Lembaga Hukum Adat Laot/Panglima Laot Aceh di Baet, Aceh Besar, Sabtu (16/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian USK mengikuti kuliah lapangan di Kantor Lembaga Hukum Adat Laot/Panglima Laot Aceh untuk mempelajari sejarah dan peran Panglima Laot.
  • Sekretaris Panglima Laot Aceh, Azwir Nazar, menjelaskan Panglima Laot memiliki fungsi menjaga keamanan laut, ekosistem, dan adat istiadat masyarakat pesisir Aceh.
  • Mahasiswa juga mendapat pemahaman tentang persoalan nelayan, nilai kemanusiaan dalam menolong pengungsi Rohingya, serta aspek sosial, ekonomi.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Aceh Besar 

SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Sejumlah mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti kuliah lapangan di Kantor Lembaga Hukum Adat Laot/Panglima Laot Aceh di Baet, Aceh Besar, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tersebut membahas sejarah, fungsi, dan peran Lembaga Hukum Adat Laot/Panglima Laot dalam kehidupan masyarakat pesisir Aceh.

Kuliah lapangan itu diinisiasi oleh dosen Agribisnis Fakultas Pertanian USK, Monalisa, dengan menghadirkan Sekretaris Panglima Laot Aceh, Azwir Nazar, sebagai narasumber.

Dalam kegiatan itu, mahasiswa diperkenalkan pada peran dan fungsi Panglima Laot, serta praktik-praktik yang dijalankan para Panglima Laot dan nelayan di Aceh.

Azwir Nazar menjelaskan bahwa Panglima Laot merupakan lembaga adat yang telah hadir sejak abad ke-14 dan memiliki peran penting dalam sejarah Aceh.

“Panglima Laot ini merupakan Lembaga Persekutuan Adat sejak abad ke 14.

Bagaimana dulu para indatu kita memobilisasi perang melawan Portugis, lalu masa Iskandar Muda menjadi pemungut cukai di Selat Malaka hingga masa kemerdekaan dan bergabung dengan Indonesia,” kata mantan Presiden PPI Turki tersebut.

Baca juga: Ekses Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Aceh Besar

Menurut Azwir, saat ini Panglima Laot memiliki tiga fungsi utama, yakni menjaga keamanan laut, menjaga ekosistem laut, dan menjaga adat istiadat.

Lembaga tersebut memiliki struktur kepengurusan mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga panglima laot lhok yang tersebar di sekitar 200 lhok di seluruh Aceh.

Dalam pemaparannya, Azwir juga menyinggung pengalaman nelayan Aceh saat menangani pengungsi Rohingya yang datang ke Aceh dan sempat memunculkan polemik di tengah masyarakat.

Menurutnya, persoalan tersebut harus dipandang dari sisi kemanusiaan.

“Jangankan manusia, hewan yang terapung di laut dan membutuhkan pertolongan pun wajib ditolong,” ujar Azwir. 

“Itu yang mendasari nelayan kita menolong siapa pun yang butuh pertolongan di laut,” lanjutnya. 

Baca juga: Bupati Aceh Besar Minta Pemda Dilibatkan dalam Proses Perencanaan Maupun Pelaksanaan Rehab Rekon

Lebih lanjut, ia turut mengapresiasi kehadiran mahasiswa dan dosen Agribisnis USK yang datang untuk mempelajari langsung kelembagaan adat Panglima Laot Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved