Berita Aceh Utara
Bendung Irigasi Krueng Pase Kini Dapat Dimanfaatkan Setelah Lima Tahun Ditunggu Petani 8 Kecamatan
Beroperasinya kembali bendung tersebut menjadi kabar gembira bagi ribuan petani di delapan hingga sembilan kecamatan yang selama ini kesulitan
Penulis: Jafaruddin | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Bendung Irigasi Krueng Pase di Aceh Utara kembali berfungsi setelah direhabilitasi pascakerusakan akibat banjir sejak 2020.
- Ribuan petani di delapan hingga sembilan kecamatan kini kembali memperoleh pasokan air untuk lahan pertanian mereka.
- Pemerintah berharap produktivitas pertanian meningkat, ketahanan pangan terjaga, dan petani dapat kembali panen dua kali setahun.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Setelah sekitar lima tahun dinantikan para petani, Bendung Irigasi Krueng Pase, Kabupaten Aceh Utara akhirnya kembali dapat dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian masyarakat di kawasan daerah irigasi Krueng Pase.
Beroperasinya kembali bendung tersebut menjadi kabar gembira bagi ribuan petani di delapan hingga sembilan kecamatan yang selama ini kesulitan air akibat kerusakan bendung.
Rampungnya pembangunan dan rehabilitasi Bendung Krueng Pase disambut syukur oleh berbagai kalangan, termasuk Gerakan Pengusaha dan Petani Ubit (GEPEUBUT) Aceh.
Infrastruktur irigasi itu selama ini menjadi harapan besar masyarakat petani karena kerusakan bendung telah berdampak terhadap produktivitas pertanian, terganggunya musim tanam, hingga menurunnya pendapatan petani dalam beberapa tahun terakhir.
Ketua GEPEUBUT Aceh, Zulfikar Mulieng, SP, MSi dalam siaran pers yang diterima Seram binews.com, Sabtu (16/5/2026), menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I yang telah menyelesaikan pembangunan dan perbaikan bendung tersebut.
Menurutnya, Bendung Krueng Pase merupakan infrastruktur vital yang menopang kebutuhan pengairan sawah masyarakat di Aceh Utara.
Baca juga: Stok Ternak di Aceh Utara untuk Meugang dan Idul Adha 1447 H Capai 4.108
“Kami apresiasi setinggi-tingginya kepada BWS Sumatera I yang telah bekerja keras menyelesaikan Bendung Irigasi Krueng Pase.
Ini adalah harapan besar masyarakat petani yang akhirnya terjawab setelah penantian panjang selama lima tahun,” ujar Zulfikar.
Ia menjelaskan, selama bendung mengalami kerusakan, ribuan petani di kawasan irigasi Krueng Pase menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari kekurangan air, terganggunya jadwal tanam, hingga menurunnya hasil produksi pertanian.
Kondisi tersebut turut memengaruhi ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat petani di kawasan sekitar.
Menurut GEPEUBUT Aceh, selesainya bendung tersebut merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap penguatan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Dengan kembali mengalirnya air ke jaringan irigasi, petani diharapkan dapat kembali melaksanakan musim tanam secara maksimal dan berkelanjutan.
Baca juga: BPBD Aceh Utara Data Rumah Warga Terendam Air Laut Dampak Pasang Purnama
Selain itu, GEPEUBUT Aceh juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para petani dan pemangku kepentingan, untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas irigasi yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Selesainya bendung ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang harapan baru bagi petani. Air kembali mengalir dan harapan petani kembali tumbuh,” kata Zulfikar.
| Stok Ternak di Aceh Utara untuk Meugang dan Idul Adha 1447 H Capai 4.108 |
|
|---|
| BPBD Aceh Utara Data Rumah Warga Terendam Air Laut Dampak Pasang Purnama |
|
|---|
| Ratusan Rumah Warga Terendam Air Laut Ekses Pasang Purnama di Tiga Kecamatan Aceh Utara |
|
|---|
| Dandim 0103/Aceh Utara Hadiri Launching 1.061 Koperasi Desa Merah Putih |
|
|---|
| Akademisi Sorot Fenomena Rajah Ie, Sebut Warga Mulai Takut ke Rumah Sakit Gegara Desil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/zulfikar-17052026.jpg)