Berita Banda Aceh
132 Kopdes Siap Beroperasi di Aceh, Target Tahun Ini 1.352 Unit
Sebanyak 132 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Aceh telah selesai dibangun dan siap beroperasi.
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan operasional 1.061 KDMP secara nasional di Nganjuk, Jawa Timur
- Sebanyak 132 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Aceh telah selesai dibangun dan siap beroperasi
- Untuk wilayah Aceh, peluncuran dipusatkan di KDMP Desa Layeun, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar
- Presiden Prabowo Subianto program Koperasi Desa Merah Putih (KDM)) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi memutar uang hingga Rp10,8 miliar per tahun di setiap desa
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 132 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Aceh telah selesai dibangun dan siap beroperasi. Hal itu disampaikan Pangdam Kodam Iskandar Muda, Joko Hadi Susilo, usai mengikuti peluncuran nasional 1.061 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) secara daring oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, Sabtu (16/5/2026).
Untuk wilayah Aceh, peluncuran dipusatkan di KDMP Desa Layeun, Kecamatan Leupung, Kabupaten Aceh Besar. “Koperasi yang sudah selesai dan siap beroperasi sebanyak 132 unit,” kata Mayjen TNI Joko Hadi Susilo.
Ia menyebutkan, target pembangunan KDMP di Aceh hingga akhir Juli 2026 mencapai 1.352 unit. Saat ini, pembangunan koperasi desa tersebut terus berlangsung di berbagai daerah.
Pangdam berharap seluruh pembangunan KDMP dapat selesai sesuai target sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. “Kita harapkan yang sudah siap pembangunan gedung dalam bulan ini dapat menjalankan operasinya,” ujarnya.
Menurutnya, gedung KDMP nantinya akan dilengkapi berbagai fasilitas dan unit usaha, mulai dari gerai sembako, toko obat, penjualan pupuk, hingga unit simpan pinjam. Selain itu, koperasi juga akan menjadi pusat pemasaran potensi unggulan desa, baik sektor pertanian, perkebunan, perikanan, UMKM, maupun usaha masyarakat lainnya.
Peluncuran KDMP di Aceh turut dihadiri Gubernur Aceh yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Aceh Reza Ferdian, Kapolda Aceh yang diwakili Dirpamobvit, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal, serta Bupati Aceh Besar Muharram Idris.
Kegiatan juga diramaikan dengan stand bazar, UMKM lokal, serta layanan kesehatan gratis bagi masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan umum, cek gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Usai mengikuti peluncuran secara daring, Pangdam IM bersama unsur Forkopimda Aceh, Banda Aceh, dan Aceh Besar menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada masyarakat sekitar. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan stand bazar dan UMKM untuk melihat langsung berbagai produk unggulan masyarakat desa.
Tonggak Bersejarah
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan operasional 1.061 KDMP secara nasional di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), menilai peristiwa ini sebagai tonggak bersejarah. “Saudara-saudara sekalian, memang saya memandang persoalan ini, peristiwa ini, hari ini adalah hari yang penting. Ini adalah tonggak bersejarah,” kata Prabowo dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Prabowo, keberadaan Kopdes Merah Putih akan membuat perekonomian desa menjadi lebih mandiri. Setiap unit koperasi nantinya menyerap hasil produksi desa sekaligus menjadi distributor produk desa maupun barang bersubsidi untuk masyarakat setempat.
“Secara fisik gedungnya ada, gudangnya ada, sistemnya ada, barangnya ada, petugasnya ada, unsur-unsur logistiknya ada, ada truk, ada pickup, ada kendaraan tiga roda,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan peresmian koperasi tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari upaya menghadirkan instrumen keadilan ekonomi bagi masyarakat desa.
“Bapak Presiden tidak meresmikan gedung, tidak meresmikan jalan atau jembatan. Yang Bapak Presiden resmikan hari ini adalah instrumen keadilan. Keadilan ekonomi, keadilan bagi desa Indonesia,” kata Zulkifli Hasan.
Ia menyebutkan, jumlah bangunan fisik Kopdes Merah Putih yang telah selesai hingga saat ini mencapai 9.294 unit dan terus bertambah setiap hari.
Rekrut Manajer
Pemerintah juga tengah merekrut 30 ribu manajer Koperasi Desa Merah Putih dan 5.476 manajer Koperasi Nelayan Merah Putih guna memastikan operasional koperasi berjalan optimal.
“Untuk memastikan koperasi berjalan dengan baik, pemerintah telah menyiapkan sumber daya manusia. Saat ini sedang dilakukan rekrutmen 30.000 manajer KDMP. Sudah direkrut, sedang proses seleksi,” kata Zulkifli Hasan.
Pemerintah menargetkan sebanyak 30 ribu Koperasi Desa Merah Putih dapat selesai dibangun dan beroperasi penuh sebelum 17 Agustus 2026.(hd/kompas.com)
Prabowo Sebut Rp 10,8 Miliar Berputar di Desa
PRESIDEN Prabowo Subianto saat meresmikan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Tingul, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026), menyebutkan, program Koperasi Desa Merah Putih (KDM)) dan Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi memutar uang hingga Rp10,8 miliar per tahun di setiap desa.
Menurut Prabowo, perputaran ekonomi desa akan meningkat karena program MBG menyerap produk masyarakat setempat, mulai dari hasil pertanian, peternakan, hingga usaha kecil lainnya.
Ia mencontohkan, apabila dalam satu desa terdapat 3.000 penerima manfaat MBG dengan anggaran Rp 15 ribu per orang, maka perputaran uang setiap hari dapat mencapai Rp 45 juta. “3.000 kali Rp 15.000, berarti Rp 45 juta tiap hari,” kata Prabowo.
Jika program berjalan selama 20 hari dalam sebulan, maka perputaran uang di desa diperkirakan mencapai Rp 900 juta per bulan atau sekitar Rp 10,8 miliar dalam setahun. “Satu desa Rp 10,8 miliar beredar di situ,” ujarnya.
Prabowo meyakini kombinasi program Kopdes Merah Putih dan MBG akan menjadi penggerak ekonomi desa. “MBG ditambah Kopdes Merah Putih ini akan membangkitkan ekonomi kita,” sambung Presiden.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung kondisi global yang dinilai penuh ketidakpastian. Namun, menurutnya, Indonesia relatif lebih siap menghadapi krisis karena ketahanan pangan nasional semakin kuat.
“Dan akhirnya sejarah, takdir, dan kenyataan membuktikan bahwa karena kita sudah lebih dulu aman soal pangan, krisis apa pun di luar negara kita, kita relatif lebih aman, lebih siap menghadapi cobaan,” ujarnya.
Prabowo menegaskan dirinya tidak sepakat dengan pandangan yang menyebut impor pangan lebih efisien dibanding produksi dalam negeri. Menurut dia, kemandirian pangan menjadi faktor penting bagi keberlangsungan sebuah negara.
“Survival bangsa bukan sekadar lebih murah di mana lebih murah, tapi ada atau tidak,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian dan seluruh jajaran karena berhasil mempercepat target swasembada pangan nasional. Prabowo mengaku sebelumnya menargetkan Indonesia mencapai swasembada pangan dalam empat tahun. Namun, target tersebut disebut berhasil dicapai hanya dalam waktu satu tahun.
“Saya beri tugas ke Menteri Pertanian dan semua timnya, saya minta swasembada pangan dalam empat tahun. Mereka bisa hasilkan dalam satu tahun,” ujarnya. Menurut Prabowo, Indonesia kini telah mencapai swasembada untuk sejumlah komoditas utama seperti beras, jagung, dan ayam.(kompas.com)
Pembangunan Kopdes Merah Putih
Kopdes Merah Putih
Manajer Kopdes Merah Putih
manager kopdes merah putih
peresmian KDMP oleh Presiden Prabowo
Presiden Prabowo Subianto
132 Kopdes Siap Beroperasi di Aceh
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Besok, ARA Kembali Demo |
|
|---|
| Pengamat Ekonomi Publik Sorot Prioritas dan Kualitas Belanja Publik Pemerintah Aceh |
|
|---|
| Mualem di Persimpangan: JKA Didesil, Kepercayaan Rakyat Terbelah |
|
|---|
| Kejam! Kuli Bangunan Hantam Wajah Rekannya dengan Kayu Broti, Pemicunya Gegara Ketagihan Judol |
|
|---|
| USM Lahirkan 655 Lulusan, Berkomitmen Perkuat Pendidikan Berkualitas di Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/132-Kopdes-Siap-Beroperasi-di-Aceh.jpg)