Selasa, 19 Mei 2026

Feature

Rina Suryani Oktari, Perempuan Pertama Wakil Rektor USK

Perempuan bernama lengkap Dr Rina Suryani Oktari SKep MSi FRSPH itu dilantik menjadi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK

Tayang:
Editor: mufti
Serambinews.com/HO
RINA SURYANI OKTARI - Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Dr Rina Suryani Oktari SKep MSi FRSPH. 

Sore itu, sorotan mata tertuju kepada sesosok perempuan berjilbab putih, yang berdiri anggun di antara sejumlah pria berjas. Okta--begitu teman-temannya kerap menyapa--dengan senyum tenang sambil menyilangkan tangan ke bawah, baru saja mencatatkan sejarah sebagai perempuan pertama yang dipercaya menjadi Wakil Rektor di Universitas Syiah Kuala (USK). 

Perempuan bernama lengkap Dr Rina Suryani Oktari SKep MSi FRSPH itu dilantik menjadi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK oleh Rektor, Prof Mirza Tabrani SE MBA DBA periode 2026-2031 di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Rabu (13/5/2026).

Ia dilantik bersama Wakil Rektor Bidang Akademik USK Prof Heru Fahlevi SE MSc Ak, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Keuangan Dr Fairuzzabadi SE MSc, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kemitraan, dan Bisnis Dr Ir Ramzi Adriman ST MSc.

“Amanah ini bukan semata tentang pencapaian pribadi, melainkan bagian dari perjalanan panjang USK sebagai institusi yang terus bertumbuh, menjadi kampus lebih inklusif, terbuka, dan memberi ruang kepada semua untuk berkontribusi,” ucap Okta.

Perempuan kelahiran Bandung, Oktober 1983, itu menyelesaikan pendidikan sarjana hingga doktoralnya di Universitas Syiah Kuala. Sempat kuliah di Universitas Indonesia (UI), Okta kemudian pindah ke USK dan menyelesaikan S1 Ilmu Keperawatan pada 2008, kemudian melanjutkan S2 Ilmu Kebencanaan dan selesai pada 2013, serta S3 Matematika dan Aplikasi Sains yang lulus dengan IPK sempurna 4,00 pada 2021.

Sebagai wanita karier, di usianya yang baru memasuki kepala empat, Okto telah dipercaya memegang sejumlah amanah. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Fakultas Kedokteran USK sejak 2024. Juga sebagai Coordinator Disaster Education Research Cluster, TDMRC-USK sejak 2014; Ketua Pokja Sosio-kultural Kebencanaan, Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) sejak 2023; Ketua Bidang Penelitian Forum Perguruan Tinggi untuk Pengurangan Risiko Bencana (FPT-PRB) sejak 2024. 

Perempuan asal Peukan Bada Aceh Besar itu juga pernah bekerja sebagai Senior Technical Officer – Knowledge Management and Communication, LOGICA2- AusAID 2012-2014. 

Sejumlah penghargaan pernah diraihnya seperti Ilmuwan Muda Terbaik Bidang Sosial Humaniora dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI 2025. Dosen Berprestasi Utama II Tk dari Universitas Universitas Syiah Kuala 2025, Penerima Hibah Riset dengan judul “CORE-STEP: Advancing Innovative Knowledge-based Solutions for Inclusive and ClimateReady Primary Health Care Systems” dari KONEKSI – Pemerintah Australia 2023. Selanjutnya, Dosen Berprestasi Mengajar dari Sekolah Pascasarjana USK 2023, Best Presenter–International Conference on Universitas Andalas, Padang 2023.

Dalam kesempatan terpisah, Okta menyampaikan, baginya kepemimpinan bukan hanya tentang jabatan atau kewenangan, tetapi bagaimana menghadirkan kebermanfaatan, membangun kepercayaan, dan menciptakan ruang tumbuh bagi mahasiswa serta sivitas akademika. 

Ia percaya perempuan memiliki kekuatan dalam menghadirkan kepemimpinan kolaboratif, empatik, detail, dan dekat dengan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi mahasiswa. “Dan saya yakin, banyak perempuan-perempuan hebat lainnya yang perlu diberi kesempatan untuk mengisi ruang-ruang kepemimpinan di USK,” ucap Okta.

“Saya berharap, amanah ini bisa menjadi inspirasi bagi banyak perempuan-perempuan di Aceh bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, dan mengambil peran strategis dalam pendidikan, pengabdian, maupun kepemimpinan,” tambahnya.

Perempuan yang menjadi wakil rektor pertama di USK itu mengakui, amanah ini sangat besar dan tentu tidak bisa dijalankan sendiri. Ia berharap dukungan, kolaborasi, dan doa dari seluruh sivitas akademika serta masyarakat, agar bersama-sama dapat membawa USK semakin maju dan berdampak, khususnya bagi masyarakat Aceh. 

“Ada banyak harapan dan kepercayaan yang disandarkan, bukan hanya kepada saya secara pribadi, tetapi juga terhadap hadirnya kepemimpinan yang lebih inklusif, kolaboratif, dan dekat dengan kebutuhan sivitas akademika,” ujar Okta.

Dikatakan, prioritas utamanya ke depan yakni penguatan ekosistem kemahasiswaan yang lebih sehat, aman, suportif, dan relevan dengan tantangan zaman. Menurunya, mahasiswa hari ini menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya, mulai dari tekanan akademik, kesehatan mental, perubahan sosial digital, tantangan ekonomi, hingga kebutuhan adaptasi terhadap dunia kerja yang terus berubah.(rn)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved