Berita Aceh Barat Daya
14 Ekor Kambing Milik Warga Abdya Mati Dengan Bekas Luka Cakar
Benar, ada 14 ekor kambing milik Ubat yang mati mendadak dan mengenaskan. Berdasarkan kondisi luka pada bangkai ternak
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Sebanyak 14 kambing milik warga Kuta Bak Drien, Abdya, ditemukan mati dalam satu malam dengan luka cakar yang diduga akibat serangan beruang madu.Kejadian terjadi dini hari dan baru diketahui pemilik saat memeriksa kandang pada pagi hari.Warga diminta meningkatkan kewaspadaan karena permukiman berbatasan dengan hutan dan kerugian diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Masrian Mizani I Aceh Barat Daya
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Sebanyak 14 ekor kambing milik warga Gampong Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) ditemukan mati mengenaskan dalam waktu hanya satu malam.
Dugaan kuat mengarah pada serangan satwa liar berupa beruang madu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa mencekam ini diperkirakan terjadi pada Senin (18/5/2026) dini hari, sekira pukul 01.00 WIB.
Keuchik Kuta Bak Drien, Zulkifli, membenarkan kejadian yang sempat membuat syok warga tersebut.
Baca juga: Pergub JKA Dicabut, Bupati Abdya Safaruddin: Tabek Untuk Panglima
Menurut keterangannya, belasan kambing yang mati tersebut adalah milik Ubat A (38), warga Gampong Kuta Bak Drien.
"Benar, ada 14 ekor kambing milik Ubat yang mati mendadak dan mengenaskan. Berdasarkan kondisi luka pada bangkai ternak, diduga kuat akibat dicakar oleh beruang," ujar Zulkifli.
Saat malam kejadian, sebutnya, suasana di sekitar kandang memang terbilang sepi.
Pemilik ternak baru menyadari petaka tersebut pada pagi harinya, saat hendak memeriksa kandang.
"Saat diperiksa kandang, ia mendapati hewan peliharaannya sudah tidak bernyawa dengan bekas luka cakar yang khas di beberapa bagian tubuh kambing," ucapnya.
Baca juga: Persediaan Hewan Ternak Meugang Idul Adha di Abdya Capai 386 Ekor
Picu kekhawatiran warga
Peristiwa ini pun, kata Zulkifli, langsung memicu kekhawatiran di kalangan peternak dan masyarakat sekitar.
Mengingat, sambungnya, lokasi pemukiman yang berbatasan dengan kawasan kebun dan hutan itu juga sudah pernah di teror oleh beruang.
Pihak pemerintah desa setempat mengimbau warga, khususnya para peternak, untuk meningkatkan kewaspadaan, memperkokoh dinding kandang ternak, serta segera melaporkan ke pihak terkait atau dinas penanggulangan satwa liar jika melihat tanda-tanda keberadaan beruang tersebut di sekitar pemukiman.
Atas kejadian ini, kerugian yang dialami Ubat diperkirakan mencapai belasan juta rupiah, dan warga berharap ada tindakan cepat dari pihak berwenang agar teror beruang ini tidak kembali memakan ternak lainnya. (*)
Baca juga: Update Harga Emas di Banda Aceh Senin 18 Mei 2026, Kembali Rebound Jadi Segini per Mayam
| Ketersediaan Hewan Kurban di Abdya Capai 1.454 Ekor, Kadis Pertanian: Masih Bisa Bertambah |
|
|---|
| 92 Jamaah Haji Abdya Tiba di Tanah Suci, Semua Dalam Kondisi Sehat |
|
|---|
| Prabowo Luncurkan Gerai Koperasi Desa Merah Putih, Pembangunan 4 KDMP di Abdya Rampung 100 Persen |
|
|---|
| Permadya Peusijuek CJH Abdya di Masjid Agung Aceh Barat, Wabup Zaman Akli Berikan Apresiasi |
|
|---|
| Diterpa Angin Kencang, Atap Rumah Warga Alue Pisang Abdya Terbang Hingga Lima Meter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/14-Ekor-Kambing-Milik-Warga-Abdya-Mati-Dengan-Bekas-Luka-Cakar.jpg)