Rabu, 20 Mei 2026

Harga Emas

Harga Emas Merosot Tajam di Aceh Timur, Rp 8,2 Juta Per Mayam

harga emas perhiasan tipe 99 sebelumnya Rp 8.300.000 per mayam turun menjadi Rp 8.200.000 per mayam,

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Maulidi Alfata
Adi pemilik toko emas Tiara Idi Rayeuk, melayani masyarakat yang menjual emas ke tokonya pada Selasa (31/3/2026). Berikut informasi harga emas hari ini Rabu (20/5/2026). 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Harga emas di Kabupaten Aceh Timur merosot tajam pada Rabu (20/5/2026), harga per mayam bahkan turun menjadi Rp 8.200.000 per mayam.

Muliadi penjual emas di Toko Tiara Idi Rayeuk, menjelaskan bahwa penurunan itu terjadi serentak pada emas perhiasan hingga Logam Mulia (LM). 

"Harga emas kini sering terseok-seok, kadang bisa stagnan sampai beberapa minggu kadang turun tajam kebawah," tuturnya.

Adapun harga emas perhiasan tipe 99 sebelumnya Rp 8.300.000 per mayam turun menjadi Rp 8.200.000 per mayam, untuk emas tipe A harga sebelumnya Rp 8.000.000 merosot ke Rp 7.000.000 per mayam.

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Kembali Tergelincir Hari Ini, 20 Mei 2026 Dijual Turun Segini Per Mayam

LM juga mengalami penurunan signifikan, LM batangan lokal Rp 2.485.000 turun menjadi Rp 2.480.000 per gram, sementara harga emas Antam sebelumnya Rp 2.789.000 turun menjadi Rp 2.765.000.

Harga emas dipengaruhi oleh kondisi harga emas dunia saat ini yang terus-menerus goyah dan tidak lagi berkilau.

Pantauan harga di pasar spot pada pukul 07.05 WIB tadi berasa di harga US$ 4.486,1 per troy ons. Harga terkoreksi 0,12 persen dibanding sebelumnya. Harga emas kini menempati level terendah sejak pekan keempat bulan Maret.

Merosotnya harga emas masih tidak. Lepas dari konflik Timur Tengah yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat (AS). 

Kabarnya AS juga mengancam akan melancarkan serangan ke Iran dalam beberapa hari kedepan.

Hal ini membuat dunia dihantui ancaman inflasi akibat kenaikan harga energi. 

Dan bulan ini terus berlanjut maka bank sentral akan kesulitan melonggarkan kebijakan penurunan suku bunga acuan.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non yielding asset) saat situasi seperti ini. Maka banyak investor beralih ke perburuan energi.(*)

Baca juga: Prodi Psikologi UIN Ar-Raniry Kantongi Akreditasi Unggul

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved