Kamis, 21 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Danden Gegana Kompol Akmal Raih Gelar Doktor di USK Lewat Riset Teknologi Virtual Reality

Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satuan Brimob Polda Aceh, Kompol Dr Akmal, SE, MM, akhirnya menyabet gelar doktor pada prosesi wisuda

Tayang:
Penulis: Misran Asri | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
WISUDA DOKTOR - Rektor USK, Prof Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A menyalami Danden Gegana Satuan Brimob Polda Polda Aceh.  Kompol Dr. Akmal, SE., MM, yang meraih gelar doktor dalam prosesi wisuda di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Rabu (20/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Danden Gegana Satbrimob Polda Aceh, Kompol Dr Akmal, resmi meraih gelar doktor di USK melalui disertasi tentang pengaruh pelatihan teknologi Virtual Reality terhadap kinerja personel Brimob.
  • Keberhasilan tersebut dinilai menjadi bukti dedikasi dan komitmen anggota Polri dalam mengembangkan kapasitas akademik di tengah tugas operasional berisiko tinggi.
  • Pada Wisuda ke-169, USK mewisuda 1.322 lulusan dengan 397 di antaranya meraih predikat cumlaude. 

Laporan Misran Asri Wartawan Serambi Indonesia | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satuan Brimob Polda Aceh, Kompol Dr Akmal, SE, MM, akhirnya menyabet gelar doktor pada prosesi wisuda yang dilaksanakan Universitas Syiah Kuala (USK), Rabu (20/5/2026).

Kompol Dr Akmal berhasil menyelesaikan pendidikan S3-nya melalui publikasi jurnal ilmiah berjudul “Pengaruh Pelatihan Teknologi Virtual Reality (VR) terhadap Kinerja Satuan Brimob Polda Aceh dengan Kinerja Personel sebagai Variabel Mediasi”.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata komitmen dan dedikasi tinggi seorang Bhayangkara dalam mengembangkan kapasitas intelektual di tengah padatnya tugas operasional yang penuh risiko dan tantangan.

Kepada Serambinews.com, Kompol Dr. Akmalmenyebutkan dalam penyusunan disertasinya, ia mendapat bimbingan tim promotor terdiri atas Promotor utama Prof Dr Jasman, SE, MBA, Promotor I Prof Muhammad Adam, SE., MBA, dan Promotor II Prof Mukhlis, SE, MS.

Sebagai Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Aceh, Kompol Dr Akmal memiliki tanggung jawab besar dalam berbagai tugas berintensitas tinggi, di antaranya penanganan bahan peledak (bom).

Kemudian penanggulangan aksi teror, penanganan KBRN (Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir), hingga bantuan taktis kepolisian lainnya.

Baca juga: Eksekusi Bom Mortir Peninggalan Belanda di Lhoong, Danden Gegana Polda Aceh: Jangan Sesekali Sentuh

Pun demikian, di tengah kesibukan dan tanggung jawab sebagai abdi negara, Kompol Dr Akmal berupaya membagi waktu untuk menimba ilmu di universitas ternama di Aceh tersebut.

Capaian akademik ini sekaligus lanjutnya menjadi inspirasi bagi personel Polri dan generasi muda bahwa pendidikan dan pengabdian dapat berjalan beriringan melalui kerja keras, disiplin, serta semangat pantang menyerah.

“Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil,” ungkap Akmal usai menyelesaikan sidang doktornya.

Keberhasilan tersebut disambut penuh rasa bangga oleh keluarga besar Satbrimob Polda Aceh dan diharapkan mampu menjadi motivasi dalam meningkatkan profesionalisme serta kualitas sumber daya manusia di lingkungan Polri, khususnya Polda Aceh.

Sementara itu pada prosesi wisuda, USK mewisuda sebanyak 1.322 lulusan pada Wisuda ke-169 yang berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh

Wisuda kali ini menjadi momentum penting karena turut menandai awal kepemimpinan baru Rektor USK, Prof Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A bersama jajaran Wakil Rektor periode 2026–2031.

Baca juga: Danden Gegana Brimob Polda Aceh Pimpin Serah Terima dan Pengukuhan Jabatan, Ini Nama-namanya

Dalam sambutannya, Rektor USK mengajak para alumni untuk menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik. 

Tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dan pencipta lapangan kerja di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

“Kami berharap para lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja, penggerak masyarakat, dan agen perubahan yang membawa manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Prof Mirza.

Rektor menyampaikan, dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari konflik internasional, tekanan ekonomi, hingga meningkatnya biaya hidup yang berdampak pada masyarakat luas.

Karena itu, perguruan tinggi dituntut hadir sebagai ruang lahirnya solusi, inovasi, dan harapan bagi masyarakat.

Menurutnya, USK terus memperkuat peran melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat agar ilmu pengetahuan yang berkembang di kampus benar-benar mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat.

Meraih cumlaude

Pada wisuda periode ini, sebanyak 528 wisudawan dilepas pada Rabu, 20 Mei 2026, sementara 794 lulusan lainnya dijadwalkan mengikuti prosesi wisuda pada Kamis, 21 Mei 2026.

Dari total lulusan tersebut, sebanyak 397 orang berhasil meraih predikat cumlaude.

Dengan pelaksanaan wisuda ke-169 ini, jumlah alumni USK kini mencapai 170.557 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Mirza juga menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Rektor USK periode sebelumnya, Prof. Dr. Ir. Marwan beserta jajaran Wakil Rektor periode 2022–2026 atas kontribusinya dalam memajukan universitas.

“Momentum wisuda ini bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi awal penguatan kolaborasi, persatuan, dan transformasi USK menuju kampus yang semakin unggul dan berdaya saing global,” katanya.

Pada pidatonya, Rektor USK turut menyoroti berbagai capaian pengabdian dan inovasi kampus yang mendapat perhatian nasional, termasuk kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie, beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Wamendiktisaintek meninjau program mahasiswa berdampak yang dijalankan USK untuk membantu pemulihan psikososial dan ekonomi masyarakat korban banjir bandang di Pidie Jaya. 

Termasuk inovasi teknologi pemurnian air berbasis panel surya hasil riset dosen dan mahasiswa USK.

Prof Mirza menegaskan, USK akan terus mendorong budaya riset dan pengabdian agar tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan benar-benar menjadi gerakan bersama untuk membangun masyarakat yang lebih kuat, mandiri, dan bermartabat. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved