Jumat, 22 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Anggota DPRA Iskandar Desak Polisi Ungkap Aktor Dibalik Pembakaran Gedung FP USK

Iskandar mendesak agar pihak kepolisian segera mengungkap aktor dibalik pembakaran laboratorium dan pengrusakan gedung

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Indra Wijaya | Editor: Amirullah

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Ir Iskandar mendesak agar pihak kepolisian segera mengungkap aktor dibalik pembakaran laboratorium dan pengrusakan gedung Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Kamis (21/5/2026).

Peristiwa itu sendiri terjadi buntut dari adanya bentrokan antara Mahasiswa Fakultas Teknik USK dan Fakultas Pertanian yang berujung dengan aksi pembalasan.

Usai kejadian, Iskandar yang juga merupakan alumni Fakultas Pertanian tersebut meninjau langsung dampak kerusakan yang terjadi akibat bentrokan yang terjadi pada dini hari itu. Hatinya terenyuh ketika melihat gedung tempat ia menimba ilmu itu rusak parah.

Kaca-kaca bertaburan di lantai. Laboratorium yang dibakar rusak para. Padahal laboratorium tersebut menjadi tempat untuk para mahasiswa dan dosen melakukan penelitian. Setidaknya terdapat tiga gedung laboratorium yang mengalami kerusakan. Barang-barang yang didalam juga ikut raib.

“Yang dirusak itu gedung lama dan baru Fakultas Pertanian,” kata Iskandar kepada Serambi.

Anggota DPRA Ir Iskandar meninjau laboratorium 21 5
TINJAU LOKASI - Anggota DPRA Ir Iskandar meninjau laboratorium yang dibakar oleh oknum mahasiswa di Fakultas Pertanian USK, Kamis (21/5/2026).

Baca juga: Bentrok Mahasiswa Berujung Pembakaran Gedung Pertanian USK, Polisi Selidiki Motif

Baca juga: Harga TBS Sawit Ambruk di Petani Aceh Singkil Jelang Idul Adha, Ini Datanya

Laboratorium yang dibakar kata Iskandar, merupakan tempat untuk melakukan penelitian tentang tanah, analisa tanah yang merupakan inti dalam program Fakultas Pertanian USK. 

Sebagai alumni, ia sangat menyayangkan aksi anarkis tersebut. Jika persoalan tawuran, hal itu sudah sering terjadi antara FP USK dan FT. “Tapi tidak seperti ini brutalnya. Makanya kita mendesak Kapolda Aceh segera mengungkap aktor dibalik aksi ini. Tindak aktor intelektualnya,” ucapnya.

Ia menduga aksi tersebut sudah melibatkan pihak lain. Pasalnya aski tersebut mahasiswa dan dosen sangat dirugikan. Mereka tidak bisa lagi melakukan penelitian lantaran bahan dan laboratorium tidak ada.

“Dan laboratorium ini adalah cikal bakal akreditasi internasional. Tapi mau dibilang seperti apa, sudah dibakar dan dirusak. Dan banyak komputer itu dibeli dari hasil patungan para dosen,” ucapnya.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved