Berita Band Aceh
SMA Labschool Unsyiah Raih 4 Emas, 2 Perak, dan 1 Perunggu di WYIE 2026
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama sekolah serta Indonesia
Penulis: Sara Masroni | Editor: IKL
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama sekolah serta Indonesia di tingkat internasional
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH — SMA Labschool Unsyiah meraih empat medali emas, dua perak, dan satu perunggu pada ajang internasional The World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada 18–20 Mei 2026.
Prestasi tersebut diraih melalui sejumlah proyek inovasi karya siswa yang berfokus pada kesehatan, pangan, lingkungan, hingga teknologi berbasis Internet of Things (IoT).
Sebanyak 49 siswa SMA Labschool Unsyiah ikut ambil bagian dalam kompetisi inovasi tingkat dunia tersebut.
Kepala SMA Labschool Unsyiah, Hendra Darmawan SSi Gr, mengatakan capaian itu menunjukkan kemampuan siswa untuk bersaing di tingkat global melalui karya inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi saat ini.
“Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama sekolah serta Indonesia di tingkat internasional,” ujar Hendra kepada Serambi, Kamis (21/5/2026).
Medali emas pertama diraih melalui proyek “JIGHURT: Probiotic Yoghurt Made from Fermented Tajin” yang dikembangkan oleh Aisya Nayyira Eldani, Adelia Althafunnisa, Cut Khansa Janeeta, Kayyisa Anniswa, Khansa Ratu Humaira, Nadiva Milalin, dan Queen Zulaikha.
Medali emas kedua diperoleh lewat proyek “FISH-U: Natural Antimicrobial Bio-Preservative for Fresh Fish” yang menghadirkan solusi pengawetan ikan segar berbahan alami.
Tim ini beranggotakan Raifa Almira Khaliby, Raihana Elmira Mumtaz, Nisaul Khairati, Nadine Aurellia Haura, Syuraila Fadlika, Sulthan Arief Zibran, dan Muhammad Daryul Kaysan.
Selanjutnya, emas ketiga diraih melalui inovasi “Nanoemulsion Ointment with Active Components of Aceh Patchouli Oil as a Diabetic Topical Wound Treatment” yang memanfaatkan minyak nilam Aceh untuk pengobatan luka diabetes.
Proyek tersebut dikembangkan oleh Ratu Clara Lamtiurma Sihombing, Tatianisa Chasya Malika, Afifah Mahirah Prananjaya, Munifa Adzikra Salsabila Br Ginting, Muthia Azkia Salsabila Br Ginting, Fathma Shofa Nabila, dan Syifanada Hana Kunani.
Prestasi emas berikutnya diraih melalui proyek “Integrated Smart Agricultural Decision System (ISADS): A Smart IoT-Based Assistant for Sustainable Chili and Mustard Green Farming”.
Inovasi berbasis IoT tersebut dirancang untuk membantu petani dalam pengambilan keputusan pertanian berkelanjutan, khususnya budidaya cabai dan sawi hijau.
Tim terdiri atas Farah Zhafira, Adzra Raiqa, Cut Zahra Salsabila, Jazleen Nufah Hanin, Khayyara Aisya Farzana, Najla Mazaya, dan Nayla Fadhilla.
Sementara itu, dua medali perak diraih melalui proyek “INFORTO: An Innovative Smart Toilet for Early Detection of Kidney Health Conditions via Urine pH Sensing and Embedded Smart Display Technology” yang dikembangkan oleh Ulayya Shadiqa, Arnelita Yosiana Rizki Ramadhani, Ade Rayhan Al Ghiffary, Ahmad Zaky, Mufadhdhal Al Yasin, Muhammad Aziz Rafi, dan Raina Zafirah Fadhly.
| Dirut Perumdam Tirta Pase Imran Terpilih Jadi Ketua PERPAMSI Aceh 2026–2030 |
|
|---|
| Razia Kamar Napi, Petugas Rutan Kelas IIB Banda Aceh Amankan Handphone hingga Benda Tajam |
|
|---|
| Aceh Besar Juara Umum Lomba Masak Serba Ikan, Kak Na: Jadikan Menu Rumahan |
|
|---|
| Kembangkan Inovasi Dalam Kelola Sampah, UBBG Serahkan Fasilitas Hibah Kosabangsa di Baet, Aceh Besar |
|
|---|
| Ketua MPU Minta Semua Pihak ‘Puasa’ Bicara Terkait Polemik Plt Sekda Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/2026-05-21-at-192700_Online.jpg)