Jumat, 22 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Kadisdik Aceh Ingatkan Kepsek Jangan Takut Intimidasi Oknum Berkedok Wartawan dan LSM

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Murthalamuddin MSP, mengingatkan seluruh kepala sekolah (kepsek) dan jajaran di lingkungan Dinas

Tayang:
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
KADISDIK ACEH - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Murthalamuddin MSP, mengingatkan seluruh kepala sekolah (kepsek) dan jajaran di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh agar tidak takut terhadap intimidasi maupun tekanan dari pihak-pihak yang mengaku sebagai wartawan atau aktivis LSM, terutama dalam pelaksanaan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. 
Ringkasan Berita:
  • Kadisdik Aceh, Murthalamuddin, meminta kepsek tidak takut terhadap intimidasi pihak yang mengaku wartawan atau aktivis LSM selama pekerjaan dilakukan sesuai aturan.
  • Murthalamuddin mengaku menerima banyak keluhan terkait gangguan terhadap pelaksanaan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di sekolah-sekolah.
  • Sekolah tidak perlu melayani pihak yang mengancam, terlebih oknum mengaku wartawan tetapi tidak memiliki sertifikat UKW atau berasal dari media yang belum terverifikasi Dewan Pers.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yarmen Dinamika I  Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Murthalamuddin MSP, mengingatkan seluruh kepala sekolah (kepsek) dan jajaran di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh agar tidak takut terhadap intimidasi maupun tekanan dari pihak-pihak yang mengaku sebagai wartawan atau aktivis LSM, terutama dalam pelaksanaan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Pesan itu disampaikan Murthalamuddin melalui video yang dibagikan di akun Facebook pribadinya, Kamis, 21 Mei 2026.

Dalam video tersebut, Murthalamuddin mengaku menerima banyak keluhan dari kepala sekolah terkait adanya pihak tertentu yang dinilai mengganggu pelaksanaan pekerjaan di sekolah.

Mantan kepala Humas Setda Aceh ini menegaskan, selama pekerjaan dilakukan sesuai petunjuk teknis dan aturan yang berlaku, maka pihak sekolah tidak perlu merasa takut.

“Kepala sekolah dan pejabat di bawah agar mengawasi sekolah melaksanakan pekerjaan sesuai juknis.

Jika ada pihak-pihak mengaku sebagai wartawan atau LSM yang mengancam, menuduh, atau meminta sesuatu yang mengganggu kinerja, maka tolak,” ujar Murthalamuddin yang dulunya juga wartawan.

Baca juga: Disdik Aceh Larang Siswa Konvoi dan Coret Seragam saat Rayakan Kelulusan

Ia menyebut, kondisi tersebut sudah cukup meresahkan, bahkan dirinya juga ikut merasa resah dengan berbagai tudingan dan tekanan yang dialami sekolah-sekolah penerima program rehab rekon.

Karena itu, Murthalamuddin meminta seluruh jajaran pendidikan fokus bekerja sesuai aturan dan tidak melayani pihak-pihak yang datang dengan cara intimidatif.

Ia juga menyoroti oknum yang mengatasnamakan profesi wartawan, tetapi  tidak memiliki sertifikat Uji Kompetensi Wartawan (UKW) maupun berasal dari media yang belum terverifikasi Dewan Pers.

“Apalagi mereka yang mengaku wartawan, tapi tidak punya sertifikat UKW atau medianya tidak terverifikasi Dewan Pers, itu tidak layak kita beri keterangan atau layani, apalagi jika sudah menjurus pada tindakan mengancam dan menakut-nakuti,” tegasnya.

Menurut Murthalamuddin, video tersebut dibuat sebagai pedoman bagi seluruh kepala sekolah dan pejabat di bawah Dinas Pendidikan Aceh agar lebih percaya diri menjalankan tugas dan tidak mudah terpengaruh tekanan pihak luar.

Ia menekankan, selama pekerjaan dilakukan sesuai regulasi dan tidak melanggar aturan, maka tidak ada alasan bagi sekolah untuk takut.

Baca juga: Disdik Aceh Resmi Terbitkan Surat Edaran Larangan Kegiatan Wisuda dan Study Tour

“Jangan takut melakukan hal-hal selama tidak melanggar aturan,” tandas Murthalamuddin. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved