Minggu, 24 Mei 2026

Feature

Kisah Perjalanan Haji Alfaruq, Jamaah Termuda yang Berhaji Gantikan Ayah

Muhammad Alfaruq Addawami, Ia adalah jamaah haji termuda asal Aceh tahun ini. Pemuda asal Bener Meriah ini akan berangkat di usia 16 tahun

Tayang:
Editor: mufti
Istimewa/Fakrurrazi AJI Banda Aceh
Muhammad Alfaruq Addawami dan Ibu 

Pagi itu, Selasa (19/5/2026), sama seperti pagi sebelumnya, suasana haru mengiringi langkah kaki para jamaah haji memasuki pemondokan di Asrama Haji Kelas 1 Aceh.

Memasuki asrama, berarti satu langkah lagi menuju tanah suci. Mengenakan seragam, leher dikalungi tanda pengenal dan menjinjing koper, memang membuat jamaah sudah merasakan nuansa berhaji.

Namun bagi sosok Muhammad Alfaruq Addawami, ada perasaaan yang lebih berbeda ia rasakan dalam dirinya. Perjalanan ini akan menjadi perjalanan spiritual yang penuh emosional.

Ia adalah jamaah haji termuda asal Aceh tahun ini. Pemuda asal Bener Meriah ini akan berangkat di usia 16 tahun.

Alfaruq berangkat ke tanah suci memang bukan karena sudah mendaftar sejak belia, ia datang menggantikan sosok ayah sudah dipanggil sang Khalik pada 2021 silam. Sehingga ia harus mendampingi sang ibu, Nurhayati.

Ia pun membawa niat yang lebih besar. Di hadapan Baitullah, Alfaruq ingin menengadahkan tangannya, memanjatkan doa untuk sang ayah.

“Saya ingin doakan ayah di sana. Semoga amalnya diterima, kuburnya diluaskan, dan ayah masuk surga,” ujar Faruq lirih.

Bagi Faruq, perjalanan menuju Baitullah bukan sekadar perjalanan ibadah. Tanah Suci juga menjadi tempat ia menggantungkan doa untuk mimpi besarnya. Di usia muda, ia telah menanam cita-cita untuk menjadi seorang ulama dan mendedikasikan hidupnya di jalan dakwah. “Cita-cita saya ingin menjadi seorang ulama,” katanya mantap.

Saat ini Faruq memang sedang tekun menuntut ilmu agama. Ia tercatat sebagai santri Dayah Darul Khairat Bireuen.

Di sisi lain, bagi sang ibu, Nurhayati, keberangkatan ini adalah jawaban atas penantian panjang selama 14 tahun sejak mendaftar haji pada 2012. 

Meskipun penantian panjangnya tidak sesuai rencana awal, karena ia harus berangkat tanpa sang suami. Namun ia bersyukur Allah menghadirkan Faruq untuk menemaninya dalam perjalanan suci tersebut.

“Saya berharap dia menjadi pemimpin yang saleh, punya ilmu bermanfaat, dan sepulang haji bisa semakin bersyukur kepada Allah,” tutur Nurhayati penuh haru.

Ia berharap perjalanan spiritual ini menjadi titik awal bagi putranya untuk semakin tekun menuntut ilmu agama dan kelak menjadi sosok yang membawa manfaat bagi banyak orang.

Kini, ibu dan anak itu telah melangkah bersama menuju Tanah Suci. Pada, Rabu (20/5/2026), pesawat yang mengangkut mereka sudah meninggalkan Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar menuju Bandara King Abdul Aziz Di Jeddah Arab Saudi.

Alfaruq tergabung dalam kloter terakhir Aceh, sehingga keberangkatannya sekaligus menutup proses pemberangkatan jamaah haji Aceh.

Remaja asal Desa Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam, Bener Meriah itu berangkat bersama kelompok jamaah dari Banda Aceh, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Jaya, Aceh Singkil, dan Langsa.(mun)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved