Berita Banda Aceh
Dosen dan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Aceh Edukasi Warga Lamteh dan Tanam Mangrove
“Kesadaran menjaga mangrove harus dibangun bersama. Perguruan tinggi hadir bukan hanya membawa teori, tetapi juga solusi nyata bagi masyarakat,”
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Sekitar 40 mahasiswa bersama dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi pentingnya menjaga lingkungan serta rehabilitasi mangrove.
- Kegiatan tersebut dipusatkan di Gampong Lamteh, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.
- Dalam kegiatan itu, mahasiswa dan dosen mengajak masyarakat setempat menanam mangrove di sepanjang garis pantai desa.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sekitar 40 mahasiswa bersama dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh menggelar kegiatan pengabdian masyarakat berupa edukasi pentingnya menjaga lingkungan serta rehabilitasi mangrove.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Gampong Lamteh, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar.
Dalam kegiatan itu, mahasiswa dan dosen mengajak masyarakat setempat menanam mangrove di sepanjang garis pantai desa.
Kegiatan ini turut dihadiri Keuchik Lamteh Mahzar, Sekretaris Desa Busra, Tuha Peut, Ketua Pemuda, Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh Kartini, serta tim pengabdian masyarakat yang diketuai Syahrizal bersama Junaidi dan Nasrullah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penilaian untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat mengenai mangrove dan mitigasi bencana.
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi sosialisasi yang membahas berbagai isu lingkungan pesisir secara komprehensif.
Suasana sosialisasi berlangsung interaktif. Warga tampak antusias berdiskusi mengenai dampak abrasi dan perubahan garis pantai yang mulai dirasakan masyarakat pesisir dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Mahasiswa HES UIN Ar-Raniry Juara Umum Kompetisi Inovasi Nasional di Padang
Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh, Kartini, menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan harus dimulai dari masyarakat yang hidup langsung di kawasan pesisir.
“Kesadaran menjaga mangrove harus dibangun bersama. Perguruan tinggi hadir bukan hanya membawa teori, tetapi juga solusi nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Syahrizal, mengatakan mangrove memiliki fungsi strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir dan kesehatan masyarakat.
“Mangrove bukan hanya pohon di pinggir laut. Mangrove adalah benteng alami masyarakat pesisir terhadap abrasi, tsunami, perubahan iklim, dan kerusakan lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mangrove juga memiliki kemampuan menyerap karbon dalam jumlah besar atau dikenal dengan istilah blue carbon.
Kemampuan tersebut menjadikan mangrove sebagai salah satu solusi penting dalam pengendalian pemanasan global dan pengurangan emisi karbon dunia.
Kajian ilmiah menunjukkan bahwa hutan mangrove termasuk ekosistem penyimpan karbon terbesar di wilayah tropis. (*)
| Puluhan Pelanggar Syariat Terjaring Razia |
|
|---|
| Hujan Masih Berpotensi Guyur Aceh, Gelombang Laut Capai 4 Meter |
|
|---|
| Gratis! Tribute to Nyawoung Hadirkan 9 Musisi Aceh di Taman Budaya Malam Ini |
|
|---|
| Kuasai Skill Ini Sebagai Kunci Berkarier di Luar Negeri yang Makin Terbuka Luas |
|
|---|
| Mualem Sebut Revisi UUPA Bertujuan Cegah Potensi Konflik Aceh di Masa Depan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mahasiswa-bersama-dosen-Poltekkes-Kemenkes-Aceh-melakukan-pengabdian-di-Gampong-Lamteh.jpg)