Rabu, 27 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

Harga Daging Kerbau Tembus Rp200 Ribu Per Kilogram di Lhokseumawe 

Harga daging di Lhokseumawe dan Aceh Utara pada meugang kedua Idul Adha 1447 H melonjak tajam, dengan daging kerbau mencapai Rp200 ribu per kg.

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/HO
HARGA DAGING MEUGANG - Warga membeli daging kerbau di Pasar Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe pada meugang kedua, Selasa (26/5/2026). Harga daging kerbau tembus Rp 200 ribu per kilogram. 
Ringkasan Berita:
  • Harga daging di Lhokseumawe dan Aceh Utara pada meugang kedua Idul Adha 1447 H melonjak tajam, dengan daging kerbau mencapai Rp200 ribu per kilogram.
  • Daging sapi dijual Rp170–180 ribu per kilogram, dipicu tingginya permintaan masyarakat yang berburu daging untuk tradisi meugang.
  • Meski harga naik, antusiasme warga tetap tinggi karena meugang telah menjadi tradisi turun-temurun sejak masa Sultan Iskandar Muda sebagai bagian dari budaya Aceh.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Harga daging pada meugang kedua menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, mengalami kenaikan tajam.

Harga daging kerbau bahkan menembus angka Rp200 ribu per kilogram.

Sementara daging sapi dijual antara Rp170 ribu hingga Rp180 ribu per kilogram.

Kenaikan harga tersebut dipicu tingginya permintaan masyarakat yang berburu daging untuk menyambut tradisi meugang.

Meugang merupakan sebuah tradisi turun-temurun masyarakat Aceh menjelang hari besar Islam seperti Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha.

Tradisi meugang sendiri telah berlangsung sejak masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda dari Kesultanan Aceh Darussalam.

Baca juga: Daging Meugang di Langsa 160 Ribu - Rp 180 Ribu Per Kilogram

Pada masa itu, kerajaan membagikan daging kepada rakyat sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan menjelang hari-hari besar keagamaan.

Sejumlah pedagang mengaku lonjakan permintaan menyebabkan harga daging bergerak naik dibandingkan sehari sebelumnya.

Jika pada Senin (25/5/2026) malam, harga daging masih berada di kisaran Rp170 ribu per kilogram.

Maka pada Selasa (26/5/2026) siang, harga telah meningkat menjadi Rp180 ribu per kilogram untuk daging sapi, bahkan lebih tinggi untuk daging kerbau.

Ishak, pedagang daging kerbau di Pasar Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe kepada Serambinews.com, Selasa (26/5/2026), mengatakan, minat masyarakat membeli daging pada hari meugang selalu tinggi.

Menurutnya, di Pasar Punteut, pada meugang kali ini, hanya terdapat dua lokasi penjualan daging kerbau sehingga pembeli cukup banyak berdatangan sejak pagi hari.

"Harga daging kerbau Rp200 ribu per kilogram, untuk bagian paha belakang," ujar Ishak.

Baca juga: Stok Mencukupi, Harga Daging Meugang Iduladha di Pasar Inpres Tapaktuan Rp200 Ribu per Kilogram

Sementara itu, pedagang daging sapi di lokasi yang sama, Junaidi mengatakan, harga daging sapi pada pagi hari dijual Rp180 ribu per kilogram.

Ia memperkirakan, seluruh stok dagangannya akan habis terjual sebelum siang karena tingginya jumlah pembeli yang datang ke pasar.

"Karena ramai pengunjung, kemungkinan sebelum siang sudah habis terjual," katanya.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. 

Pedagang daging, M Yusuf menyebutkan, harga daging sapi pada malam hari sempat mencapai Rp200 ribu per kilogram.

Namun, harga kemudian turun menjadi Rp180 ribu per kilogram pada pagi hari, dan kembali turun menjadi Rp170 ribu per kilogram menjelang siang.

Menurut Yusuf, seluruh hewan yang dipotong telah melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan layak konsumsi dan aman bagi masyarakat.

"Sebelum disembelih, sapi diperiksa kesehatannya terlebih dahulu agar layak dipotong dan aman dikonsumsi," ujarnya.

Di sisi lain, tingginya harga daging tidak menyurutkan antusiasme masyarakat untuk membeli daging pada hari meugang.

Bagi warga Aceh, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan berbelanja, melainkan bagian dari budaya yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sosial masyarakat.

Seorang warga Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, Faisal mengatakan, membeli daging saat meugang sudah menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan.

Menurutnya, masyarakat Aceh selalu berusaha membeli daging untuk disajikan kepada keluarga meskipun harga sedang tinggi.

"Kadang warga meski tidak memiliki uang yang cukup, tetapi membeli daging pada hari meugang seperti menjadi keharusan untuk menyambut lebaran," tuturnya.(*)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved