Berita Bireuen
Penyeberangan di Jembatan Kepala Hiu Peusangan Bireuen Lancar
Jembatan berbahan dasar batang kelapa tersebut menjadi salah satu alternatif bagi warga untuk kunjungan Lebaran Idul Adha dan aktivitas lainnya.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Penyeberangan melalui jembatan apung Kepala Hiu di Pante Lhong-Pante Baro Kumbang berjalan normal dan menjadi alternatif warga.
- Jembatan sepanjang 55 meter berbahan batang kelapa itu dikenakan tarif Rp5.000 per sepeda motor, sementara penumpang gratis.
- Saat ini terdapat empat lokasi penyeberangan di Krueng Peusangan sejak sejumlah jembatan putus akibat banjir bandang November lalu.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Lokasi penyeberangan sungai melalui jembatan apung yang diberi nama Kepala Hiu di Desa Pante Lhong, Kecamatan Peusangan menuju Desa Pante Baro Kumbang, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaaten Bireuen, Rabu (27/5/2026), berjalan normal.
Jembatan berbahan dasar batang kelapa tersebut menjadi salah satu alternatif bagi warga untuk kunjungan Lebaran Idul Adha dan aktivitas lainnya.
Amatan Serambinews.com, beberapa petugas berada di sisi timur dan barat jembatan. Setiap warga yang melintas menggunakan sepeda motor dikenakan biaya Rp5.000, sedangkan penumpangnya gratis.
Rahmat, seorang operator lapangan jembatan apung tersebut, kepada Serambinews.com mengatakan kondisi air Sungai Krueng Peusangan normal dan penyeberangan aktif sejak pagi dengan banyak warga yang melintas melalui jembatan tersebut.
“Sekarang agak sepi, mungkin sore dan besok akan ramai dibandingkan hari ini,” ujarnya.
Jembatan apung ini dibangun dari papan berbahan dasar batang kelapa dengan panjang sekitar 55 meter dan lebar 2,5 meter.
Baca juga: Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bireuen Pindah, Ini Lokasinya
Bagian bawah jembatan ditopang drum plastik berwarna biru. Pada bagian ujung dibuat menyerupai kepala hiu yang berfungsi memecah derasnya arus sungai.
Di kedua sisi jembatan dipasang pagar pembatas dan diletakkan pot bunga. Pada sisi Pante Lhong, jembatan disambung dengan perahu dan dapat dipindahkan apabila permukaan air sungai naik.
“Kami hanya mengutip Rp5.000 untuk satu sepeda motor, sedangkan orangnya gratis,” ujarnya.
Sejak jembatan putus akibat banjir bandang November lalu, sudah ada empat lokasi penyeberangan sungai yang digunakan warga di sepanjang Krueng Peusangan.
Adapun sarana penyeberangan tersebut berada di kawasan Blang Panjoe, dekat jembatan rangka baja Pante Lhong, Kecamatan Peusangan.
Di lokasi itu tersedia boat ketek berwarna oranye yang membantu warga dari arah Peusangan menuju Peusangan Siblah Krueng, tepatnya dari Desa Blang Panjoe ke Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng.
Baca juga: VIDEO - Pawai Takbiran Semarakkan Kota Bireuen, Simpang Empat Sempat Macet
Lokasi kedua berada di Ulee Jalan, Kecamatan Peusangan Selatan, yang membantu menyeberangkan siswa maupun warga dari Desa Ulee Jalan menuju Suak di sebelah selatan sungai.
Di Ulee Jalan terdapat enam perahu yang membantu warga setiap hari. Namun, ketika arus sungai deras, perahu ketek tidak berani beroperasi.
| Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bireuen Pindah, Ini Lokasinya |
|
|---|
| 24 MIN di Bireuen Akan Sembelih 66 Lembu dan Empat Kambing Kurban |
|
|---|
| Tgk Rusli Daud Khatib Shalat Idul Adha di Masjid Agung Bireuen, Ini Daftar Khatib Lainnya |
|
|---|
| Mulai Besok, Kendaraan Roda 4 dari Banda Aceh Menuju Medan Diarahkan ke Jembatan Awe Geutah Paya |
|
|---|
| Harga Daging Meugang Pertama di Kota Bireuen Rp 190 Ribu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jembatan-apung-27052026.jpg)