Kamis, 28 Mei 2026

Idul Adha 1447 H

Dayah Jeumala Amal Sembelih 39 Sapi, 1 Kerbau, dan 3 Kambing

“Alhamdulillah, ini adalah rahmat dan karunia Allah SWT. Semoga Dayah Jeumala Amal senantiasa diberikan keberkahan

Tayang:
Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/serambinews
KURBAN - Direktur Dayah Jeumala Amal Luengputu, Pidie Jaya saat menyampaikan sambutan usai penyembelihan hewan kurban di dayah setempat Kamis (28/5/2026). 

“Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah.”
QS. Al-Kautsar: 2

Allah SWT juga menjelaskan bahwa hewan qurban merupakan bagian dari syiar agama yang di dalamnya terdapat kebaikan bagi umat manusia:

“Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya...”

QS. Al-Hajj: 36

Secara fikih, waktu penyembelihan qurban dimulai setelah pelaksanaan salat Iduladha pada 10 Zulhijjah dan berlanjut hingga akhir hari tasyrik, yaitu 13 Zulhijjah. Karena itu, penyembelihan yang dilaksanakan pada 11 Zulhijjah termasuk dalam waktu yang sah untuk pelaksanaan ibadah qurban.

Adapun hewan kurban harus berasal dari jenis hewan ternak, seperti sapi, kerbau, kambing, domba, atau unta, serta memenuhi ketentuan yang ditetapkan dalam syariat. 

Dalam ketentuan fikih, satu ekor kambing diperuntukkan untuk satu orang, sedangkan satu ekor sapi atau kerbau dapat diniatkan untuk tujuh orang shahibul qurban.

Daging qurban dianjurkan untuk dibagikan kepada fakir miskin, masyarakat sekitar, dan juga dapat dinikmati oleh shahibul qurban sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. 

Dengan demikian, ibadah qurban tidak hanya mengandung nilai spiritual, tetapi juga nilai sosial yang sangat besar.

Hari tasyrik sendiri merupakan hari yang dimuliakan dalam Islam. 

Dalam hadis disebutkan bahwa hari tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan memperbanyak zikir kepada Allah. 

Karena itu, pelaksanaan qurban pada hari tasyrik menjadi momentum untuk memperkuat ibadah, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama.

Pelaksanaan qurban di Dayah Jeumala Amal juga menjadi bagian dari pendidikan nilai bagi para murid. 

Melalui kegiatan ini, para murid tidak hanya menyaksikan pelaksanaan ibadah qurban secara langsung, tetapi juga belajar tentang makna keikhlasan, pengorbanan, gotong royong, dan kepedulian sosial.

Keterlibatan guru, karyawan, murid, yayasan, UJA, BMT, dan mitra Dayah Jeumala Amal menunjukkan bahwa ibadah qurban dapat menjadi ruang kolaborasi kebaikan. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved