Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Nagan Raya

Enam Bulan Putus Diterjang Banjir, Warga Harapkan Jembatan Alue Wakie Segera Dibangun

“Kami berharap jembatan segera dibangun agar tidak perlu lagi menggunakan perahu,” ujar Salihin, salah seorang warga setempat.

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Faisal Zamzami
Serambinews.com/Dok BPBD
JEMBATAN RUSAK - Jembatan rangka baja Alue Wakie Nagan Raya yang putus diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 silam. 
Ringkasan Berita:
  • Warga Desa Alue Wakie (Gunong Kong), Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, mengeluhkan jembatan rangka baja yang putus akibat banjir bandang hingga kini belum juga dibangun kembali.
  • Warga berharap Pemerintah Pusat segera merealisasikan pembangunan kembali jembatan sepanjang 135 meter tersebut.
  • Jembatan itu putus pada akhir November 2025 atau sekitar enam bulan lalu. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan pembangunan kembali akan dilakukan.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE – Warga Desa Alue Wakie (Gunong Kong), Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, mengeluhkan jembatan rangka baja yang putus akibat banjir bandang hingga kini belum juga dibangun kembali.

Warga berharap Pemerintah Pusat segera merealisasikan pembangunan kembali jembatan sepanjang 135 meter tersebut.

Jembatan itu putus pada akhir November 2025 atau sekitar enam bulan lalu. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan pembangunan kembali akan dilakukan.

Informasi yang diperoleh Serambi pada Kamis kemarin menyebutkan, akibat belum adanya jembatan pengganti, masyarakat terpaksa menggunakan perahu sebagai satu-satunya akses penyeberangan.

Kondisi tersebut sangat dikeluhkan warga karena menghambat berbagai aktivitas sehari-hari, seperti pergi ke kebun, sekolah, hingga menuju pusat kecamatan maupun kabupaten.

Apalagi dalam dua hari terakhir saat perayaan Iduladha, warga semakin kesulitan menyeberangi sungai.

Baca juga: Jembatan Apung Kepala Hiu: Inovasi dan Simbol Kepedulian Warga

“Kami berharap jembatan segera dibangun agar tidak perlu lagi menggunakan perahu,” ujar Salihin, salah seorang warga setempat.

Keuchik Alue Wakie, Zakaria, beberapa pekan lalu mengatakan jembatan tersebut selama ini menjadi akses utama bagi warga, khususnya masyarakat yang bermukim di dusun setempat.

Menurutnya, kondisi itu tidak hanya menyulitkan warga secara umum, tetapi juga berdampak pada anak-anak sekolah yang harus menyeberangi sungai setiap hari dengan biaya perahu Rp5.000 per orang.

Selain itu, sekitar 100 rumah di dusun tersebut hingga kini masih terisolasi.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved