Sabtu, 30 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Ciptakan Hydrogel Pendeteksi Infeksi Luka Diabetes, Mahasiswa USK Juara Nasional

Hydrogel yang mereka kembangkan tidak hanya berfungsi mempercepat penyembuhan luka pada penderita diabetes

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Amirullah
for serambinews
Tiga mahasiswi Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK menciptakan Hydrogel Pendeteksi Infeksi Luka Diabetes, Sarah Salsabil, Cut Dhinie Decita dan Naja Luthfia Nuha. 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Tiga mahasiswi Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) USK menciptakan Hydrogel Pendeteksi Infeksi Luka Diabetes.

Hydrogel yang mereka kembangkan tidak hanya berfungsi mempercepat penyembuhan luka pada penderita diabetes, tetapi juga memiliki kemampuan unik dalam mendeteksi infeksi secara dini melalui perubahan visual.

Inovasi ini lahir dari upaya mengoptimalkan potensi rumput laut lokal menjadi biomaterial kesehatan.

Inppovasi itu juga akhirnya membawa mahasiswi Program Studi Biologi USK ke panggung prestasi nasional.

Mereka menyabet Juara 2 pada ajang Kompetisi Sains Biologi yang diselenggarakan oleh Universitas Mulawarman, baru-baru ini.

Tim yang diketuai oleh Sarah Salsabil, dengan anggota Cut Dhinie Decita dan Naja Luthfia Nuha, mengusung karya ilmiah bertajuk “Bio-Responsive Smart Hydrogel Berbasis Polisakarida Rumput Laut Lokal dengan Indikator Visual Dini Infeksi untuk Penyembuhan Luka Diabetes”.

Ketua Tim, Sarah Salsabil, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari upaya mengoptimalkan potensi rumput laut lokal menjadi biomaterial kesehatan.

Baca juga: Pekerja dan Kontraktor Medco E&P Malaka Salurkan 39 Hewan Kurban Idul Adha 1447

Hydrogel yang mereka kembangkan tidak hanya berfungsi mempercepat penyembuhan luka pada penderita diabetes, tetapi juga memiliki kemampuan unik dalam mendeteksi infeksi secara dini melalui perubahan visual.

“Kami mengintegrasikan aspek bioteknologi kesehatan dalam sistem bio-responsive. Mekanismenya memungkinkan adanya indikator visual yang bereaksi terhadap kondisi luka, sehingga infeksi dapat diketahui lebih awal,” ujar Sarah.

Dalam penelitian ini, pembagian peran dilakukan secara spesifik untuk memperdalam kajian. Cut Dhinie Decita fokus pada studi karakteristik polisakarida rumput laut sebagai bahan dasar, sementara Naja Luthfia Nuha mendalami mekanisme sensor pada sistem hydrogel terhadap luka yang terinfeksi.

Prestasi ini mendapat apresiasi positif dari pihak fakultas. Keberhasilan ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa mahasiswa FMIPA USK mampu mentransformasikan teori sains dasar menjadi riset aplikatif yang relevan dengan kebutuhan medis masa depan.

Secara terpisah, pihak FMIPA USK menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan riset laboratorium dan pengembangan teknologi di berbagai sektor, mulai dari lingkungan hingga bioteknologi kesehatan. Inovasi smart hydrogel ini diharapkan menjadi pionir dalam pemanfaatan sumber daya lokal Indonesia sebagai material medis inovatif yang bernilai tinggi di tingkat nasional maupun internasional.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved