Berita Aceh Barat
Air Terjun Pungki Keruh Diduga Akibat Aktivitas Ilegal, Warga Minta Pemerintah Bertindak
Air Terjun Pungki merupakan salah satu destinasi wisata alam yang banyak diminati pengunjung dari berbagai daerah.
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Faisal Zamzami
Ringkasan Berita:
- Warga Gampong Pungki, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, meminta pemerintah segera menertibkan aktivitas tambang ilegal yang diduga berlangsung di kawasan Alue Bayam.
- Aktivitas tersebut disebut-sebut menjadi penyebab keruhnya aliran air di objek wisata Air Terjun Pungki selama beberapa tahun terakhir.
- Keuchik Gampong Pungki, Mujiburrahman, Senin (1/6/2026), mengatakan masyarakat sangat kecewa karena persoalan tersebut hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pihak terkait.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Sa’dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Warga Gampong Pungki, Kecamatan Sungai Mas, Kabupaten Aceh Barat, meminta pemerintah segera menertibkan aktivitas tambang ilegal yang diduga berlangsung di kawasan Alue Bayam.
Aktivitas tersebut disebut-sebut menjadi penyebab keruhnya aliran air di objek wisata Air Terjun Pungki selama beberapa tahun terakhir.
Keuchik Gampong Pungki, Mujiburrahman, Senin (1/6/2026), mengatakan masyarakat sangat kecewa karena persoalan tersebut hingga kini belum mendapat penanganan serius dari pihak terkait.
Menurutnya, kondisi air yang keruh telah berlangsung cukup lama dan berdampak langsung terhadap sektor pariwisata yang menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat setempat.
“Sudah tiga tahun atau tiga kali Lebaran kondisi air terjun masih keruh. Kami menduga hal ini akibat aktivitas ilegal yang terjadi di kawasan Alue Bayam. Sampai sekarang belum ada penanganan yang benar-benar tuntas,” ujar Mujiburrahman.
Baca juga: VIDEO - Pesona "Air Terjun 7 Bidadari" di Aceh Utara, Surga Tersembunyi di Hutan Geureudong Pase
Ia menjelaskan, pada momen libur Lebaran tahun ini jumlah pengunjung yang datang ke Air Terjun Pungki cukup banyak.
Namun, kondisi air yang keruh mengurangi daya tarik destinasi wisata tersebut sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari kunjungan wisatawan.
Karena itu, masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Barat maupun Pemerintah Aceh segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan dan kawasan wisata tersebut.
“Kami meminta pemerintah membantu menumbuhkan ekonomi masyarakat dengan menjaga kelestarian destinasi wisata. Jangan biarkan ada pihak-pihak yang merusak lingkungan dan merugikan masyarakat,” katanya.
Mujiburrahman menegaskan, Air Terjun Pungki merupakan salah satu destinasi wisata alam yang banyak diminati pengunjung dari berbagai daerah.
Oleh sebab itu, kawasan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar tetap terjaga dan terus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Warga berharap instansi terkait segera melakukan penertiban terhadap aktivitas ilegal yang diduga menjadi penyebab keruhnya aliran sungai menuju Air Terjun Pungki.
Dengan demikian, objek wisata andalan di pedalaman Aceh Barat itu dapat kembali dinikmati pengunjung dalam kondisi bersih dan alami.
| UTU Sembelih 8 Hewan Kurban, Daging Dibagikan kepada Warga dan Civitas Akademika |
|
|---|
| Personel BPBD Aceh Barat Siaga di 8 Pantai Wisata, Antisipasi Risiko Pengunjung Tenggelam |
|
|---|
| Suhu Udara di Meulaboh Capai 32 Derajat Celcius, Siang hingga Malam Berawan |
|
|---|
| IKASA Aceh Barat Salurkan 8 Hewan Kurban ke Gampong-Gampong di Kecamatan Samatiga |
|
|---|
| Kak Na Rayakan Idul Adha 1447 H di Pedalaman Aceh Barat, Gelar Open House di Pante Ceureumen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kondisi-air-di-kawasan-Air-Terjun-Pungki-Kecamatan-Sungai-Mas-Kabupaten-Aceh-Barat.jpg)