Berita Sabang
TPA Lhok Batee Kian Sesak, Solusi Pengolahan Sampah Belum Berjalan
Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Muhammad Hadi
Ringkasan Berita:Kapasitas TPA Lhok Batee di Kota Sabang diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga sekitar satu tahun ke depan, sementara pelayanan kebersihan dinilai masih belum optimalPembangunan TPST yang direncanakan sebagai solusi jangka panjang belum berjalan karena dokumen Amdal belum tersedia, meski FS dan DED telah selesai disusunPansus DPRK Sabang merekomendasikan pengalokasian anggaran untuk penyusunan Amdal agar pembangunan TPST dapat segera dilanjutkan dan masalah sampah dapat teratasi
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG - Persoalan sampah di Kota Sabang dinilai mulai memasuki fase yang mengkhawatirkan.
Di saat kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Lhok Batee diperkirakan hanya mampu menampung sampah hingga sekitar satu tahun ke depan.
Sementara itu, pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) yang diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang pengelolaan sampah belum memasuki tahap konstruksi.
Persoalan tersebut menjadi salah satu temuan Panitia Khusus (Pansus) Bidang Keuangan, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat DPRK Sabang dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Sabang Tahun Anggaran 2025.
Dalam laporan yang dibacakan anggota pansus, Risa Nirmala beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa pelayanan kebersihan dan keindahan kota pada 2025 masih berada di bawah standar untuk kategori daerah tujuan wisata.
Baca juga: Polres Sabang Tangkap Terduga Pencuri Uang Rp31 Juta, Identitas Terungkap dari CCTV
Selain menyoroti mekanisme pengelolaan kebersihan, pansus juga mencatat kondisi TPA Lhok Batee yang hanya diperkirakan mampu menampung sampah dalam kurun waktu sekitar satu tahun ke depan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh pansus dari bidang kebersihan, Pemerintah Kota Sabang telah menyediakan lahan untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Namun hingga saat ini pembangunan fisik belum dapat dilaksanakan.
Hal ini disebabkan karena pemerintah Kota Sabang belum menyediakan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), meskipun Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED) telah selesai disusun.
Kondisi tersebut membuat fasilitas yang direncanakan sebagai solusi pengelolaan sampah jangka panjang belum dapat direalisasikan, sementara kebutuhan terhadap sarana pengolahan sampah terus meningkat.
Baca juga: Check-in Tiket Feri Diusul Pindah ke Gerbang Masuk Pelabuhan Balohan Sabang
Rekomendasi pansus
Atas temuan itu, pansus merekomendasikan kepada Wali Kota Sabang agar memerintahkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) mengalokasikan anggaran untuk penyusunan dokumen Amdal sehingga pembangunan TPST dapat segera dilanjutkan.
Pansus menilai percepatan pembangunan TPST menjadi penting mengingat keterbatasan kapasitas TPA yang ada saat ini.
Selain itu, evaluasi terhadap sistem pengelolaan kebersihan juga diperlukan agar pelayanan kebersihan dan penanganan sampah dapat berjalan lebih optimal di masa mendatang.
Baca juga: Liburan ke Sabang? Ini Tarif Tiket Kapal Cepat dan Feri Banda Aceh - Sabang
| Polres Sabang Tangkap Terduga Pencuri Uang Rp31 Juta, Identitas Terungkap dari CCTV |
|
|---|
| Check-in Tiket Feri Diusul Pindah ke Gerbang Masuk Pelabuhan Balohan Sabang |
|
|---|
| Liburan ke Sabang? Ini Tarif Tiket Kapal Cepat dan Feri Banda Aceh - Sabang |
|
|---|
| Kapal Feri Jadi Pilihan Wisatawan yang Bawa Kendaraan ke Sabang, Berikut Jadwal Hari Ini 23 Mei 2026 |
|
|---|
| Tiga Trip Kapal Cepat Layani Rute Sabang - Banda Aceh dan Sebaliknya Hari Ini, Berikut Jadwalnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tumpukan-sampah-terlihat-memenuhi-area-TPA-Lhok-Batee-sabang.jpg)