Info Haji 2026
Mina Antara Nafar Awal dan Tsany, Ini Penjelasan Pimpinan KBIHU Raudhatul Qur’an Aceh Besar
“Kota Mina mulai didatangi jamaah sejak 8 Zulhijjah saat tarwiyah, hingga jamaah kembali lagi ke kota ini sesudah melaksanakan puncak ibadah haji...
Penulis: Jamaluddin | Editor: Nurul Hayati
Ringkasan Berita:
- Mina, dikenal sebagai kota tenda, merupakan lokasi penting dalam pelaksanaan ibadah haji.
- Terletak sekitar 7 km dari Makkah, Mina menjadi tempat jutaan jamaah haji bermalam (mabit) dan melaksanakan lontar jumrah pada hari-hari tasyrik.
- Nama Mina diyakini berasal dari kata Arab tamanna (harapan), terkait kisah Nabi Adam dan juga harapan Nabi Ibrahim untuk meraih ridha Allah saat diperintah menyembelih Nabi Ismail.
- Mina menjadi simbol pengorbanan dan harapan dalam ibadah haji.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jamaluddin I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Mina atau sering disebut dengan kota tenda di mana para jamaah haji melaksanakan kewajiban haji yaitu bermalam di Mina dan melaksanakan lontar jumrah baik jumrah ula, wustha, dan jumrah aqabah pada hari-hari tasyrik.
Istilah Mina ada riwayat yang mengatakan bahwa sesudah Jibril ingin meninggalkan Nabi Adam ia berkata ‘Tamanna’ (bercita-citalah, mengharaplah), ia menjawab ‘atamanna al-Jannah’ oleh sebab itu disebut Mina, Karena adanya harapan (umniyah) untuk masuk surga.
Maka ada yang mengatakan bahwa Mina diambil dari bahasa Arab yang berarti harapan di mana selain peristiwa Nabi Adam tersebut juga merupakan tempat yang menjadi harapan Nabi Ibrahim untuk meraih ridha Allah SWT untuk mematuhi perintahnya-Nya menyembelih putranya, Nabi Ismail.
Pimpinan Kelompok Belajar Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Raudhatul Qur’an, Tungkop, Kecamatan Darussalam, Aceh Besar, Provinsi Aceh, Abu Dr Tgk H Sulfanwandi Hasan MA, menjelaskan, Kota Mina merupakan lembah di tengah padang pasir yang terletak lebih kurang 7 km dari Kota Makkah.
Menurut Tgk Sulfanwandi, kota ini sering disebut sebagai kota ribuan tenda karena di sanalah didirikan ribuan tenda untuk jutaan jamaah haji tiap tahun selama musim haji.
Para jamaah haji datang ke Mina sesudah melaksanakan wukuf di padang Arafah.
Para jamaah melakukan ibadah wajib haji disini yaitu bermalam (mabit) dan melontar jumrah.
Tempat atau lokasi melontar jumrah ada 3 yaitu jumrah ula, wustha, dan aqabah.
Baca juga: Kloter Pertama Tiba, Haruskah Pulang Haji Dipanggil Pak Haji dan Bu Hajjah? Ini Kata Buya Yahya
Di Mina, jamaah haji wajib melaksanakan mabit (bermalam) yaitu malam tanggal 11 dan 12 Zulhijjah bagi jamaah haji yang melaksanakan Nafar Awal atau malam tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah bagi jamaah yang melaksanakan Nafar Tsani.
Para jamaah haji juga menjadikan Kota Mina sebagai tempat penyembelihan hewan kurban.
Di sana, berdiri sebuah masjid yang bernama Masjid Khaif.
Nabi Muhammad Saw melaksanakan shalat dan khutbah di masjid ini ketika pertama kali melaksanakan ibadah haji.
Lebih lanjut, Tgk Sulfanwadi yang juga dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, ini menyatakan bahwa di Kota Mina ada beberapa tempat penting.
| Tiga Lagi Jamaah Haji Aceh Meninggal di Tanah Suci, Total jadi Enam Orang |
|
|---|
| Serangan Jantung, Jamaah Lansia asal Pidie Meninggal Dunia di Mekkah |
|
|---|
| Total Empat Jamaah Haji Aceh Meninggal di Mekkah |
|
|---|
| Fase Armuzna Tuntas, Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Tinggalkan Mina |
|
|---|
| Inspektorat Tingkatkan Pengawasan Haji Selama di Mina |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pimpinan-KBIHU-Raudhatul-Quran.jpg)