Berita Lhokseumawe
Akademisi Unimal Nilai Pancasila Relevan Jadi Model Komunikasi Perdamaian Dunia
Akademisi Unimal menilai Pancasila relevan sebagai model komunikasi damai dunia di tengah konflik geopolitik dan disinformasi digital.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Ringkasan Berita:
- Akademisi Unimal menilai Pancasila relevan sebagai model komunikasi damai dunia di tengah konflik geopolitik, disinformasi digital dan menguatnya politik identitas.
- Dr Kamaruddin menegaskan Pancasila bukan sekadar dokumen historis, melainkan ideologi hidup yang menekankan dialog, keadilan & penghormatan terhadap martabat manusia.
- Momentum Hari Lahir Pancasila 2026 disebut sebagai peluang strategis bagi Indonesia untuk menjadi jembatan komunikasi antarperadaban & mercusuar perdamaian global.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Jafaruddin | Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2026 menjadi momen refleksi penting bagi bangsa Indonesia.
Di tengah dunia yang semakin terpolarisasi akibat konflik geopolitik, perang berkepanjangan, disinformasi digital, dan menguatnya politik identitas, nilai-nilai Pancasila dinilai relevan sebagai model komunikasi damai yang dapat ditawarkan Indonesia ke dunia internasional.
Akademisi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh (Unimal), Dr Kamaruddin Hasan menegaskan, bahwa Pancasila bukan sekadar dokumen historis, melainkan ideologi hidup yang mampu menjadi paradigma komunikasi damai.
Menurutnya, dunia saat ini mengalami communication breakdown--kegagalan komunikasi yang melahirkan prasangka, ketidakpercayaan, dan konflik.
Dalam kondisi tersebut, Pancasila hadir sebagai solusi dengan menekankan dialog, keadilan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Konsep komunikasi damai yang dikembangkan Johan Galtung, yakni perdamaian bukan hanya absennya perang tetapi juga hadirnya keadilan dan penghormatan, sejatinya telah lama hidup dalam sila kedua dan sila keempat Pancasila.
Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Sekda Pidie Ajak Penyelesaian Berbagai Konflik Secara Damai
Kemanusiaan yang adil dan beradab serta musyawarah dalam permusyawaratan menjadi fondasi kehidupan bersama yang relevan di tengah ketegangan global.
Kamaruddin menyoroti bahwa media sosial dan teknologi informasi yang awalnya diharapkan menjadi ruang demokratis justru sering berubah menjadi arena pertarungan informasi, penyebaran kebencian, dan manipulasi opini publik.
Fenomena deepfake dan propaganda digital menunjukkan bahwa teknologi tanpa etika bisa menjadi ancaman bagi peradaban.
Karena itu, sila pertama Pancasila menekankan tanggung jawab etik dalam penggunaan teknologi, sementara sila lainnya menegaskan solidaritas, dialog, dan keadilan sosial.
Dalam perspektif Islam, prinsip komunikasi damai juga memiliki akar kuat. Al-Qur’an mengajarkan qaulan sadidan (perkataan benar), qaulan kariman (perkataan mulia), dan qaulan layyinan (perkataan lembut).
Nilai-nilai ini sejalan dengan semangat Pancasila yang memandang keberagaman sebagai kekuatan, bukan ancaman.
Baca juga: Jadi Pembina Upacara Hari Lahir Pancasila, Eks Teroris Ingatkan Pancasila Rumusan Ulama
Indonesia, dengan keberagaman agama, etnis, bahasa, dan budaya, telah menunjukkan kemampuan bertahan dalam bingkai kebangsaan yang relatif harmonis.
Meski masih menghadapi persoalan intoleransi dan polarisasi politik, Indonesia tetap memiliki modal sosial besar untuk menjadi contoh komunikasi damai global.
Momentum Hari Lahir Pancasila 2026, menurut Kamaruddin, harus menjadi pengingat bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika global.
Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, demokrasi terbesar ketiga, dan ekonomi yang terus tumbuh, Indonesia memiliki peluang strategis untuk menjadi jembatan komunikasi antarperadaban.
“Dunia tidak kekurangan teknologi atau kekuatan militer, tetapi kekurangan kepercayaan, empati, dan komunikasi manusiawi,” ulas dia.
“Pancasila hadir sebagai suara moral yang menegaskan perdamaian lahir dari penghormatan terhadap martabat manusia,” pungkas Kamaruddin.
Baca juga: Ini Pesan Dekan Ushuluddin UIN Ar-Raniry Saat Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila
Ia menutup dengan pesan: “Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, Pancasila untuk Indonesia, Pancasila untuk Perdamaian Dunia.”(*)
Hari Lahir Pancasila 2026
peringatan Hari Lahir Pancasila
Hari Lahir Pancasila
Akademisi Unimal
Pancasila
Lhokseumawe
Serambi Indonesia
Serambinews.com
| PMI Kota Lhokseumawe Salurkan 1.500 Paket School Kit pada Korban Banjir |
|
|---|
| Dukung Mualem, Ketua DPRK Lhokseumawe : Gas Andaman Harus Dikelola di KEK Arun |
|
|---|
| Danrem Lilawangsa Sebut Pancasila Jangkar Moral Pemersatu Bangsa Selama 81 Tahun |
|
|---|
| Harga Emas di Lhokseumawe Hari Ini 1 Juni 2026 Turun , Berikut Rincian Harganya |
|
|---|
| Dukung Langkah Mualem, Puteh Usman: Gas Blok Andaman Sudah Tepat Diolah di KEK Arun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/peringatan-Hari-Lahir-Pancasila-di-Unimal.jpg)