Selasa, 2 Juni 2026

Berita Aceh Tamiang

Jadi Pembina Upacara Hari Lahir Pancasila, Eks Teroris Ingatkan Pancasila Rumusan Ulama

Tiga orang eks narapidana teroris ikut melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila di Pesantren Islam Terpadu Al Hidayah, Aceh Tamiang, Senin (1/6/2026)

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com/HO
EKS TERORIS – Mantan teroris dipercaya menjadi pembina upacara Hari Lahir Pancasila di Pesantren Al Hidayah, Aceh Tamiang, Senin (1/6/2026) 
Ringkasan Berita:Tiga eks narapidana terorisme mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila di Pesantren Islam Terpadu Al Hidayah, Aceh Tamiang, dengan Dede Nurjannata bertindak sebagai pembina upacara.
 
Dalam amanatnya, Dede menegaskan bahwa Pancasila merupakan hasil rumusan para ulama dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam maupun Al-Qur'an.
 
Keterlibatan eks napiter dalam kegiatan tersebut diapresiasi sebagai bentuk edukasi nilai kebangsaan dan penguatan komitmen menjaga keutuhan NKRI bagi generasi muda.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG -  Tiga orang eks narapidana teroris ikut melaksanakan upacara Hari Lahir Pancasila di Pesantren Islam Terpadu Al Hidayah, Aceh Tamiang, Senin (1/6/2026).

Bahkan, salah satu eks napiter, Dede Nurjannata dipercaya sebagai Pembina upacara.

Upacara ini diikuti 70 orang terdiri atas santri, pimpinan pondok, tenaga didik dan perangkat pemerintahan setempat.

Dede dalam amanahnya menegaskan kalau Pancasila merupakan dasar negara. 

Dia memastikan para ulama di masa itu terlibat langsung dalam merumuskan butir Pancasila.

“Pancasila merupakan hasil rumusan ulama pada masa itu, dan kita sepakat kalau Pancasila sebagai dasar negara kita,” kata Dede.

Baca juga: Danrem Lilawangsa Sebut Pancasila Jangkar Moral Pemersatu Bangsa Selama 81 Tahun

Atas dasar itu, Dede kembali menekankan kalau kandungan Pancasila tidak bertentangan dengan Al Qur’an dan Islam.

“Justru sejalan, karena pada dasarnya butir Pancasila hasil rumusan dari Al Qur’an,” ujarnya.

Ketua Kwarcab Pramuka Aceh Tamiang, Agus Salim menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan kepada eks napiter. 

Keterlibatan eks napiter di lingkungan pendidikan diakuinya sebagai edukasi kepada generasi muda terhadap nilai kebangsaan.

“Agar anak-anak tetap menjaga keutuhan NKRI,” ujar Agus Salim. (mad)

Baca juga: Memaknai Hari Lahir Pancasila dan Peluang Kembali ke UUD 1945 Asli

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved