Kamis, 4 Juni 2026

Berita Aceh Barat Daya

Bupati Safaruddin Sentil ASN Abdya Yang Hanya Bekerja Saat Ada Pimpinan

Ia menilai, selama ini masih ada ASN yang hanya menunjukkan semangat kerja secara insidental atau saat berada

Tayang:
Penulis: Masrian Mizani | Editor: Nur Nihayati
Serambinews.com/Masrian Mizani
PELANTIKAN PEJABAT ESELON - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin memberikan sambutan pada pelantikan 26 pejabat Eselon III, IV, serta Kepala Puskesmas di Lobi Kantor Bupati Abdya, Selasa (2/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, menyentil mental Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hanya berkerja saat ada pimpinan di tempat.
  • Ia menilai, selama ini masih ada ASN yang hanya menunjukkan semangat kerja secara insidental atau saat berada di depan pimpinan
  • Safaruddin mengingatkan bahwa jabatan bukanlah fasilitas untuk bersenang-senang, melainkan tanggung jawab berat yang sering kali dilupakan maknanya.
 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia 
Masrian Mizani I Aceh Barat Daya 

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, menyentil mental Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hanya berkerja saat ada pimpinan di tempat.

Hal itu disampaikannya Safaruddin saat memberikan sambutan pada pelantikan 26 pejabat Eselon III, IV, serta Kepala Puskesmas di Lobi Kantor Bupati Abdya, Selasa (2/6/2026).

Selain menyentil para pejabat, ia juga memberikan teguran keras sekaligus motivasi mendalam kepada para pejabat yang baru dilantik.

Ia menilai, selama ini masih ada ASN yang hanya menunjukkan semangat kerja secara insidental atau saat berada di depan pimpinan saja.

Baca juga: Curi Besi Pot Bunga Hingga Kulkas, Pria Asal Blangpidie Dibekuk Tim URC Satreskrim Polres Abdya

"Waktu ada Pak Bupati, semangatnya kelihatan ada. Setelah rapat pimpinan berkali-kali, setelah itu semangatnya kendor lagi," ucap Safaruddin.

"Saya belum melihat semangat teman-teman yang bekerja, sama dengan semangat saya dalam mewujudkan 'Arah Baru Abdya Maju," sambungnya.

Safaruddin mengingatkan bahwa jabatan bukanlah fasilitas untuk bersenang-senang, melainkan tanggung jawab berat yang sering kali dilupakan maknanya.

"Amanah memang seperti kado istimewa, namun pada hakikatnya menempatkan nilai dosa yang jauh lebih besar di hadapan Allah SWT jika tidak dijalankan dengan benar," ucapnya.

Ia menegaskan bahwa jabatan ini dipertanggung jawabkan bukan hanya di hadapan hukum negara, tetapi juga di hadapan hukum Allah. 

"Bersama saya ini sulit-sulit gampang. Sulitnya, mungkin karena ada kebijakan yang Bapak-Ibu belum terbiasa. 

Sebagai bupati muda, saya mengejar terobosan dan inovasi baru. Kebiasaan lama yang lambat dan lalai, sudah tidak zaman lagi di sini. Ayolah kita genjot diri kita, baik dari segi pelayanan, disiplin, maupun pendidikan," tegas Safaruddin.

Ia juga mengungkapkan komitmennya untuk tetap konsisten menanamkan nilai-nilai spiritual dalam birokrasi, salah satunya dengan meramaikan kembali gerakan salat berjamaah di lingkungan pemerintahan.

Tak Bisa Baca Al-Quran, Siswa Dilarang Lulus

Selain menyoroti kinerja internal birokrasi, Bupati Safaruddin juga mengeluarkan instruksi di sektor pendidikan yang akan berlaku mulai tahun ajaran baru ini. 

Ia menegaskan tidak akan ada lagi toleransi kelulusan bagi siswa yang tidak bisa baca Al-Quran.

"Kepada Kadis Pendidikan, saya ingatkan, mulai tahun ajaran baru ini tidak ada siswa yang tidak bisa baca Al-Quran yang diluluskan. 

Saya minta formulasikan bersama MPU, Dinas Syariat Islam, dan Dinas Dayah agar anak yang masuk SMP dan SMA wajib bisa baca Al-Quran," imbuhnya.

Ia memastikan aturan ini berlaku adil bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial. 

"Tidak ada backing-backingan. Tidak ada pengecualian. Pengumumannya dimulai dari sekarang agar mereka punya waktu untuk mengulang kaji ke pesantren atau tempat pengajian," ujarnya.

Untuk mendukung kebijakan ini, Safaruddin juga memerintahkan para Camat dan Keuchik untuk menertibkan anak-anak usia produktif yang masih berkeliaran di atas jam 10 malam, serta menghidupkan kembali balai-balai pengajian di setiap desa.


Proyek Infrastruktur dan Mutasi

Memasuki tahun keduanya memimpin, Safaruddin membawa kabar baik terkait realisasi visi fisik "Arah Baru Abdya". 

Ia membocorkan bahwa sejumlah proyek besar  di tahun depan akan dilaksanakan menggunakan anggaran yang telah dipersiapkan dan dijemput dari APBN. 

Proyek tersebut meliputi pembangunan pasar modern, mall pelayanan publik, tugu Simpang Ceurana, venue MTQ, hingga pembebasan jalan dua jalur.

Pada momentum tersebut, Safaruddin, tidak hanya menjanjikan reward  bagi pejabat yang bekerja dengan benar dan jujur, tetapi ia juga tidak segan-segan memberikan punishment (sanksi) bagi mereka yang terbukti tidak serius dalam bekerja.

Ia bahkan memberikan sinyal perombakan kabinet bisa terjadi kapan saja dalam waktu dekat.

"Selamat bagi Bapak-Ibu yang dilantik hari ini. Ini bukan soal suka atau tidak suka. Ingat, bisa saja dalam dua atau tiga bulan ke depan, saudara akan bergeser lagi. Karena saya harus terus mencari format terbaik demi birokrasi pemerintahan yang produktif," pungkas Safaruddin. (*)

Baca juga: Ada Proyek Jalan di Jalur Lambaro–Blangbintang, Pengendara Diminta Waspada

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved