Berita Banda Aceh
2 Korban Tenggelam Ditemukan Meninggal
"Korban ditemukan terdampar di bibir pantai sekitar 500 meter dari lokasi dilaporkan terseret arus." IBNU HARRIS AL HUSSAIN
Ringkasan Berita:
- Dua orang yang dilaporkan tenggelam di dua lokasi berbeda di wilayah laut Aceh Besar ditemukan meninggal dunia
- Korban ditemukan terdampar di bibir pantai sekitar 500 meter dari lokasi dilaporkan terseret arus
- Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, diantaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh, Pos TNI AL Lhoknga, Polsek Lhoknga, Satgas SAR Banda Aceh, Yon Kikav, serta masyarakat setempat
"Korban ditemukan terdampar di bibir pantai sekitar 500 meter dari lokasi dilaporkan terseret arus." IBNU HARRIS AL HUSSAIN, Kepala SAR Kelas A Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, JANTHO - Dua orang yang dilaporkan tenggelam di dua lokasi berbeda di wilayah laut Aceh Besar ditemukan meninggal dunia, Selasa (2/6/2026).
Korban pertama yang ditemukan adalah Ahmad Talha Reza (21) warga Gampong Alue Riyeung, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar. Ia dilaporkan tenggelam setelah terseret ombak saat memancing di kawasan tebing laut Alue Riyeung, Sabtu Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Sementara korban kedua adalah Razi Fahreza, remaja 13 tahun asal Gampong Dayah Caleu, Sigli, yang ternggelam akibat terseret arus saat mandi-mandi di Pantai Pulau Kapuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (31/5/2026) sekira pukul 15.55 WIB.
Kalaksa BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan, korban Ahmad Talha Reza ditemukan seorang nelayan yang hendak melaut dari Dermaga Dedap sekitar pukul 08.00 WIB.
"Nelayan tersebut melihat ada benda mengapung di laut. Setelah didekati, ternyata sosok mayat. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada masyarakat untuk memastikan identitas korban," ujarnya.
Setelah dilakukan pengecekan oleh keluarga dan pemerintah kecamatan, dipastikan jasad tersebut adalah Ahmat Talha Reza, pemuda yang dilaporkan hilang terseret arus saat memancing pada Sabtu (30/5/2026).
Ridwan menjelaskan, pencarian korban memasuki hari keempat dengan melibatkan tim SAR, BPBD, nelayan, keluarga, dan masyarakat setempat. Area pencarian juga diperluas guna memperbesar peluang menemukan korban.
Berdasarkan informasi yang diterima BPBD Aceh Besar, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu korban bersama empat rekannya sedang memancing di tebing laut Alue Riyeung.
Ketika mata pancing tersangkut, korban berinisiatif turun ke laut untuk melepaskannya. Namun, tiba-tiba datang gelombang besar yang menghantam lokasi tersebut. Korban sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berlari ke tempat yang lebih aman. Namun nahas, ia terpeleset dan jatuh ke laut.
Rekan-rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan dengan melemparkan tali pancing ke arah korban. Namun kondisi korban yang sudah lemas membuatnya tidak mampu meraih tali tersebut sebelum akhirnya hilang terseret derasnya arus laut.
Menurut informasi yang disampaikan Camat Pulo Aceh, Jamaluddin SE, jenazah korban kemudian dievakuasi masyarakat dan dibawa ke rumah almarhum di Gampong Alue Riyeung untuk disemayamkan dan dimakamkan. "Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian yang dilakukan selama empat hari resmi berakhir,” pungkasnya.
Tiga hari pencarian
Sementara itu, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Razi Fahreza (13), remaja asal Desa Dayah Caleu, Sigli, yang tenggelam akibat terseret arus di Pantai Pulau Kapuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar. Korban ditemukan setelah tiga hari dilakukan pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (2/6/2026) sekitar pukul 10.25 WIB. "Korban ditemukan terdampar di bibir pantai pada koordinat 5°27'54.7"N dan 95°14'29.6"E, atau sekitar 500 meter dari lokasi terakhir korban dilaporkan terseret arus," katanya.
Dijelaskan, sebelum kejadian korban bersama keluarganya sedang berwisata di Pantai Pulau Kapuk. Sekitar pukul 15.55 WIB pada Minggu (31/5/2026), korban terseret arus saat mandi di pantai tersebut.
Laporan mengenai kejadian itu diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh dari salah seorang pengunjung pantai pada pukul 16.30 WIB. Sejak menerima laporan, tim SAR gabungan langsung melakukan operasi pencarian terhadap korban.
Pada hari ketiga pencarian, tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua kelompok. Tim pertama melakukan penyisiran menggunakan satu unit Landing Craft Rubber (LCR) di sekitar lokasi kejadian hingga ke arah utara sejauh tiga kilometer. Sementara tim kedua melakukan pencarian darat dengan menyisir kawasan pantai sejauh dua kilometer ke arah tenggara dan barat laut.
Setelah korban ditemukan, jenazah kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. "Pada pukul 11.00 WIB operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke instansi masing-masing dengan ucapan terima kasih," ujarnya.
Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur, diantaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Banda Aceh, Pos TNI AL Lhoknga, Polsek Lhoknga, Satgas SAR Banda Aceh, Yon Kikav, serta masyarakat setempat.(iw)
Tim SAR Aceh
Korban Tenggelam Ditemukan Meninggal
IBNU HARRIS AL HUSSAIN
korban tenggelam ditemukan
Jasad korban tenggelam
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
| Nilai Ekspor Kopi Aceh Turun, Hanya Capai Rp 440,99 Miliar |
|
|---|
| Mayat Pria tanpa Identitas Ditemukan di Toilet Masjid Peunayong, Diduga Sudah Meninggal 4 Hari |
|
|---|
| KPIA Dorong Banda Aceh Jadi Role Model Ruang Digital Sehat di Aceh |
|
|---|
| Inflasi Tahunan Aceh Capai 5,12 Persen, Ini Kelompok Penyumbang Terbesar |
|
|---|
| Wisman Meningkat, Penumpang Angkutan Udara dan Laut di Aceh Menurun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/2-Korban-Tenggelam-Ditemukan-Meninggal.jpg)