Rabu, 3 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Lembaga Adat Laot Dorong Solusi Ekonomi Bagi Nelayan Aceh saat Cuaca Buruk

"Perlu adanya upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ini yang setiap tahun terjadi," ujarnya.

Tayang:
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/HENDRI ABIK
GELOMBANG TINGGI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, mengimbau agar masyarakat waspada potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Aceh. Foto gelombang laut direkam beberapa waktu lalu di salah satu pesisir Aceh 
Ringkasan Berita:
  • Lembaga Adat Laot Aceh mendorong pemerintah menghadirkan solusi ekonomi bagi nelayan yang terdampak cuaca buruk dan gelombang tinggi yang kerap terjadi setiap tahun di perairan Aceh.
  • Sekretaris Jenderal Panglima Laot Aceh, Azwir Nazar, mengatakan kondisi cuaca buruk tidak hanya mengancam keselamatan nelayan, tetapi juga berdampak langsung terhadap pendapatan keluarga nelayan karena mereka tidak dapat melaut secara normal.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH Lembaga Adat Laot Aceh mendorong pemerintah menghadirkan solusi ekonomi bagi nelayan yang terdampak cuaca buruk dan gelombang tinggi yang kerap terjadi setiap tahun di perairan Aceh.

Sekretaris Jenderal Panglima Laot Aceh, Azwir Nazar, mengatakan kondisi cuaca buruk tidak hanya mengancam keselamatan nelayan, tetapi juga berdampak langsung terhadap pendapatan keluarga nelayan karena mereka tidak dapat melaut secara normal.

"Dampak nelayan tidak melaut pasti akan mempengaruhi kondisi ekonomi mereka, beberapa waktu lalu juga ada kelangkaan solar. Jadi nelayan kita terus terjepit. Harus ada solusi," kata Azwir, kepada Serambinews.com, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, persoalan yang berulang setiap tahun tersebut membutuhkan perhatian dan langkah konkret dari pemerintah agar masyarakat pesisir memiliki penyangga ekonomi ketika aktivitas melaut terganggu akibat cuaca.

"Perlu adanya upaya pemerintah untuk mengatasi masalah ini yang setiap tahun terjadi," ujarnya.

Baca juga: Usai Lebaran Idul Adha, Sebagian Nelayan Aceh Timur Sudah Kembali Melaut


Azwir menilai pemerintah perlu menyiapkan alternatif sumber penghasilan bagi masyarakat pesisir, terutama pada musim cuaca buruk yang membuat nelayan tidak dapat melaut dalam waktu tertentu.

"Harus ada alternatif mencari rezeki di darat terutama pada musim cuaca buruk. Sentra sentra industri di kampung nelayan harua dibangun. Sehingga keluarga nelayan dapat membantu ekonomi keluarga," ungkapnya.

Di sisi lain, Azwir juga mengingatkan nelayan untuk mengutamakan keselamatan menyusul peringatan gelombang tinggi yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar untuk sejumlah perairan Aceh pada Rabu (3/6/2026).

"Kami mengharapkan kepada para nelayan bila memilih melaut untuk mewaspadai gelombang tinggi. Bagaimanapun keselamatan adalah yang utama," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, BMKG mengimbau masyarakat, nelayan, hingga jasa transportasi penyeberangan untuk mewaspadai tingginya gelombang laut berkisar 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di beberapa wilayah perairan Aceh pada Rabu (3/6/2026).

Menurut BMKG, kondisi tersebut dipengaruhi aktifnya Rossby Ekuatorial dan adanya daerah belokan angin di wilayah Aceh yang mendukung pertumbuhan awan konvektif.

Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat Sumatera turut meningkatkan penguapan dan kandungan uap air di atmosfer.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved