Buku Kapolda
Kapolda Luncurkan Buku “Polda Aceh Meutuah”, Wariskan Gagasan Jaga Aceh Mulia
Buku tersebut mengisahkan perjalanan hidup putra asal Tangse, Kabupaten Pidie, sejak masa kecil hingga menjadi pimpinan tertinggi Polda Aceh.
Penulis: Rianza Alfandi | Editor: Ansari Hasyim
Ringkasan Berita:
- Buku tersebut mengisahkan perjalanan hidup putra asal Tangse, Kabupaten Pidie, sejak masa kecil hingga menjadi pimpinan tertinggi Polda Aceh.
- Selain itu, buku setebal lebih dari 250 halaman tersebut juga merekam berbagai tantangan dan gagasan yang dijalankan Irjen Marzuki selama memimpin Polda Aceh sejak Agustus 2025.
- Salah satu bagian penting dalam buku itu mengulas kepemimpinan Irjen Marzuki saat menghadapi bencana ekologis yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rianza Alfandi | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, resmi meluncurkan buku berjudul “Polda Aceh Meutuah: Sabe Tajaga Aceh Mulia”.
Peluncuran berlangsung di Aula Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Rabu (3/6/2026).
Buku tersebut mengisahkan perjalanan hidup putra asal Tangse, Kabupaten Pidie, sejak masa kecil hingga menjadi pimpinan tertinggi Polda Aceh.
Selain itu, buku setebal lebih dari 250 halaman tersebut juga merekam berbagai tantangan dan gagasan yang dijalankan Irjen Marzuki selama memimpin Polda Aceh sejak Agustus 2025.
Salah satu bagian penting dalam buku itu mengulas kepemimpinan Irjen Marzuki saat menghadapi bencana ekologis yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh tidak lama setelah dirinya dilantik sebagai Kapolda Aceh.
Di tengah situasi tersebut, ia dituntut tetap memastikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat berjalan optimal, sekaligus mengupayakan agar warga terdampak bencana segera tertangani.
Baca juga: Irjen Marzuki Peragakan Bela Diri di Hadapan Ratusan Personel Polda Aceh
Tak hanya itu, buku ini juga memuat upaya Polda Aceh dalam menyelesaikan sejumlah persoalan, seperti aktivitas tambang ilegal hingga penindakan peredaran narkoba.
Buku tersebut juga menjelaskan konsep “Polda Aceh Meutuah” yang menggabungkan nilai-nilai kearifan lokal Aceh ke dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Dalam acara peluncuran itu, Irjen Marzuki mengatakan buku Polda Aceh Meutuah menjadi wadah untuk berbagi pengalaman sekaligus menuangkan gagasan tentang konsep kepolisian yang berlandaskan kearifan lokal Aceh tanpa mengesampingkan ketentuan dalam Undang-Undang Kepolisian.
Ia meyakini pendekatan yang bertumpu pada nilai-nilai kearifan lokal mampu menyentuh hati masyarakat Aceh, sehingga tugas kepolisian dalam menjaga kamtibmas dan menegakkan hukum dapat berjalan selaras dengan karakter dan jiwa masyarakat Aceh.
“Kearifan lokal Aceh dapat menyentuh hati rakyat Aceh. Sehingga tugas kepolisian dalam menjaga kamtibmas dan penegakan hukum selaras dengan jiwa masyarakat Aceh itu sendiri,” ujarnya.
Ia juga menilai konsep Polda Aceh Meutuah merupakan bagian dari upaya membangun dan menjaga hubungan sosial masyarakat Aceh di masa depan.
Karena itu, aparat kepolisian yang bertugas di Aceh sebagai tanah perdamaian dinilai perlu memiliki pendekatan dan karakteristik yang khas.
“Konsep ini adalah konsep menjaga hubungan sosial masa depan masyarakat Aceh. Bahwa Aceh bukan hanya perlu aman, tapi juga butuh kenyamanan. Dua hal, aman dan nyaman,” ungkapnya.
Sementara itu, penulis buku Nurlis Effendi mengungkapkan proses penulisan dilakukan secara mandiri berdasarkan pengamatannya terhadap berbagai aktivitas dan gagasan Irjen Marzuki sejak awal menjabat sebagai Kapolda Aceh.
“Saya menulis buku ini tanpa beliau sadari. Ketika saya mulai bersama Bapak Kapolda sejak Agustus 2025, saya sudah mulai mencatat kegiatan Pak Kapolda ini ketika saya melihat beliau punya gagasan. Gagasan dan ide tentang Polda Aceh Meutuah ini. Saya melihat sekian lama sejak perjalanan kepolisian, belum ada pemimpin-pemimpin kepolisian di Aceh yang menanamkan instrumen lokal di Polda Aceh,” kata Nurlis.
Menurut Nurlis, ia juga sempat mengkaji aturan-aturan kepolisian serta meminta pandangan berbagai tokoh terkait konsep yang dibangun Kapolda Aceh tersebut.
“Ternyata enggak ada yang melanggar. Dan saya bertanya juga pada beliau, apakah ada daerah lain yang menerapkan pola seperti konsep Polda Aceh Meutuah ini. Ternyata ada beberapa daerah, tapi tidak seaktif yang dilakukan oleh Pak Marzuki,” ungkapnya.
Nurlis menilai pendekatan yang dilakukan Irjen Marzuki menghadirkan nuansa baru dalam hubungan institusi kepolisian dengan lembaga adat di Aceh.
Salah satunya adalah komunikasi intens antara Polda Aceh dan Wali Nanggroe Aceh.
“Nah, hal ini yang belum pernah saya tulis dan dapatkan di Polda Aceh,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nurlis juga mengungkapkan bahwa dalam penulisan buku ini dirinya melibatkan dua penyunting dari latar belakang berbeda, yakni Pemimpin Redaksi Harian Serambi Indonesia Zainal Arifin M. Nur dari kalangan jurnalis, serta Prof. Rustam Efendi dari kalangan akademisi.
“Saya ingin mengombinasikan editing jurnalistik dengan akademisi. Jadi ada dua dimensi yang berbeda dalam buku ini yang di-mix (digabung) menjadi satu karya,” katanya.
Dicetak di Serambi Indonesia
Sebagai informasi, buku ini dicetak di PT Aceh Media Grafika/Harian Serambi Indonesia. Proses penyusunan dan tata letak buku juga dilakukan oleh staf layout Harian Serambi Indonesia.
Dari segi kualitas, buku Polda Aceh Meutuah mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh, di antaranya Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dan akademisi UIN Ar-Raniry Dr. Reza Idria.
Menurut keduanya, kualitas cetak dan kertas yang digunakan cukup baik. Buku setebal lebih dari 250 halaman itu dinilai tidak terasa berat seperti buku-buku pada umumnya.
Selain itu, tampilan dan desain buku juga dinilai cukup mewah serta dilengkapi banyak foto menarik yang membuat pembaca tidak mudah bosan.
Diketahui, acara peluncuran buku turut dihadiri Sekretaris Daerah Aceh, anggota DPR RI, perwakilan Wali Nanggroe Aceh, unsur Forkopimda Aceh, pimpinan BUMN dan BUMD di Aceh, para bupati dan wali kota se-Aceh, serta para Kapolres dan Kapolresta se-Aceh.
Peluncuran buku juga dirangkai dengan diskusi ringan yang dipandu akademisi FISIP Universitas Syiah Kuala Dr. Effendi Hasan, dengan menghadirkan Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, penulis Nurlis Effendi, serta editor Zainal Arifin M. Nur sebagai narasumber.(*)
Kapolda Aceh
Polda Aceh Meutuah
Buku Polda Aceh Meutuah
Gagasan Jaga Aceh Mulia
Aceh Mulia
Wariskan Gagasan Jaga Aceh Mulia
Serambinews.com
| Heboh Kasus PNJ, Bisakah LGBT Sembuh? dr Boyke Ungkap Faktor 'Gifted' hingga Trauma Masa Kecil |
|
|---|
| VIDEO - Terungkap! Hal Ini Disebut Jadi Alasan Dadan Tak Lagi Pimpin BGN |
|
|---|
| Viral Mahasiswa Sesama Pria Ciuman di PNJ, Ini Kata Buya Yahya Cara Menyikapi Pelaku Homoseksual |
|
|---|
| Harga Emas di Banda Aceh Tembus Rp 8 Juta Lagi, Naik Rp 50.000 per Mayam Edisi 3 Juni 2026 |
|
|---|
| AS dan Iran Kembali Saling Serang, Negosiasi Gencatan Senjata Mandek di Tengah Ketegangan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/buku-kapolda-u90ok.jpg)