Jumat, 5 Juni 2026

Berita Bireuen

Sore Hingga Malam Hari, Antrean Kendaraan di Jembatan Kutablang Mengular Sampai 2 Km

Antrean kendaraan hingga 2 km terjadi di Jembatan Krueng Tingkeum Bireuen. Sistem buka tutup diberlakukan demi keselamatan jembatan darurat.

Tayang:
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Amirullah
Serambinews.com/Yusmandin Idris
Antrian – Antrian panjang, Rabu (3/6/2026) malam berbagai jenis kendaraan menunggu jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang Bireuen yang diberlakukan sistem buka tutup. 
Ringkasan Berita:
  • Antrean kendaraan sepanjang 2 kilometer terjadi di Jembatan Krueng Tingkeum akibat sistem buka tutup.
  • Petugas gabungan dari Satlantas, Koramil, dan BPJN bersiaga mengatur arus lalu lintas di lokasi.
  • Kondisi jembatan darurat dengan lantai plat besi yang sering rusak memerlukan perbaikan rutin.
  • Pengendara truk besar diimbau mematuhi batas tonase demi keamanan jembatan darurat.

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Setiap sore hingga malam hari, antrian berbagai jenis kendaraan di dekat jembatan Krueng Tingkeum, Kutablang Bireuen baik dari arah Medan ke Banda Aceh maupun sebaliknya  mengular sampai 2 Km, seperti terpantau Rabu (3/6/2026) sore hingga menjelang dini hari Kamis (4/6/2026).

Pantauan Serambinews.com di dua sisi jembatan tersebut, sejumlah anggota Satlantas, anggota Koramil, BPJN maupun warga setempat ikut membantu kelancaran lalu lintas, kendaraan yang hendak menerobos antrian diminta dengan baik-baik untuk bersabar.

Selain itu, puluhan warga juga hadir ke dekat jembatan melihat antrian panjang dan juga merekam antrian kendaraan dan juga suasana lainnya dekat jembatan yang diberlakukan sistem buka tutup.  

Sistem buka tutup di jembatan Kutablang Bireuen sejak beberapa waktu lalu hingga saat ini diberlakukan selama 1 jam per arah, kebijakan tersebut setelah melihat kondisi dilapangan dan hasil koordinasi dengan pihak terkait.

Baca juga: 6 Bulan Tanpa Listrik, Warga Pidie Jaya Akhirnya Dapat Harapan Setelah Haji Uma Surati PLN Aceh

Saat satu arah dibuka, anggota Satlantas, anggota Koramil, warga maupun dari BPJN serta Perhubungan dengan cekatan mengatur lajunya kendaraan terutama truk tronton maupun truk CPO, setelah satu truk melewati jembatan baru dibenarkan truk besar lainnya baru dibolehkan naik jembatan.

Satu unit truk tronton dari berbagai arah saat memasuki jembatan baili membutuhkan waktu 3-5 menit untuk melewati jembatan baili tersebut dan baru diikuti truk lainnya.

Mencegah ada pengendara yang menerobos atau keluar jalur, anggota Satlantas Polres dan lainnya  mengatur kelancaran lalu lintas, bila ada pengendara yang hendak menerobos antrian, terutama dari arah timur diminta untuk bersabar.

Di persimpangan keluar masuk jalur alternatif sejumlah warga dan lainnya dengan senter lalu lintas berada di kawasan tersebut dan mengatur kendaraan yang keluar dari jalur alternatif memberhentikan kendaraan dari arah Medan ke Banda Aceh dengan silih berganti.

Sejumlah anggota Satlantas yang bertugas Rabu (3/6/2026) malam mengatakan, usai lebaran Idul Adha kondisi setiap sore sampai malam kendaraan cukup padat, kepadatan mulai berkurang mulai pukul 01.00 WIB dinihari sampai pukul 08.00 -09.00 WIB.

Baca juga: Jumlah Pelanggan Meningkat, Perumdam Tirta Abdya Siapkan Layanan Digital My-Tirta 

Menjelang siang kendaraan mulai padat dan terjadi antrian panjang, apalagi malam hari usai maqrib sampai pukul 24.00 WIB mengular sampai 2 Km baik dari arah Medan ke Banda Aceh maupun sebaliknya. Antrian umumnya truk sejenis Colt Diesel, truk tronton, bus AKAP maupun jenis lainnya karena sistem buka tutup 1 jam, sementara kendaraan roda empat dan sebagian roda enam setelah melihat kondisi antrian panjang langsung menempuh jalur alternatif ke jembatan Awe Geutah Paya.

Asisten Barang Milik Negara (BMN) BPJN Aceh, Fachruddin kepada Serambinews.com, Kamis (4/6/2026) mengatakan, kondisi jembatan Krueng Tingkeum Kutablang terutama pada jembatan baili kondisinya sangat darurat dan lantai dari plat besi sering rusak, lepas dari pengelasan dan lainnya.

Diharapkan kepada pengendara khususnya truk besar agar mematuhi batas tonase yang dibolehkan.

“Hampir setiap hari ada lantai rusak, petugas memperbaiki dan jembatan ditutup total, kondisi hari ini lancar,” ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved