Minggu, 7 Juni 2026

Berita Aceh Utara

Angin Kencang Kembali Terjang Langkahan, Kerusakan Huntara Bertambah, Listrik Padam

BPBD Aceh Utara mencatat sebelumnya sudah ada 58 Huntara rusak, dan jumlah diperkirakan bertambah setelah verifikasi selesai dilakukan.

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Serambinews.com/HO
KERUSAKAN HUNTARA - Huntara untuk penyintas banjir di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara rusak setelah terjadi angin kencang susulan yang menerjang kawasan tersebut pada Kamis (4/6/2026). 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Aceh Utara, Fauzan, MA menjelaskan, kerusakan tersebar di beberapa titik lokasi Huntara.

Di Gampong Rumoh Rayeuk yang merupakan kawasan Huntara bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 36 unit terdampak. 

Dari jumlah tersebut, 11 unit mengalami rusak berat, 20 unit rusak sedang, dan lima unit rusak ringan.

Sementara di Gampong Langkahan, lima unit Huntara bantuan BNPB mengalami rusak ringan.

Kerusakan cukup parah juga terjadi di Dusun Leubok Meuku, Gampong Buket Linteung.

Sebanyak tujuh unit Huntara bantuan Kementerian Pekerjaan Umum serta satu unit musala mengalami kerusakan berat akibat diterjang angin kencang.

Baca juga: Perbaikan Puluhan Huntara Rusak Diterjang Angin Kencang di Aceh Utara Ditargetkan Tuntas Tujuh Hari

Sedangkan di Gampong Geudumbak, dari 10 unit Huntara program insitu yang dibangun di lokasi asal rumah penyintas, empat unit mengalami rusak berat, empat unit rusak sedang, dan dua unit rusak ringan.

Dengan adanya kerusakan tambahan akibat cuaca buruk yang kembali terjadi pada Kamis sore, jumlah Huntara terdampak diperkirakan akan bertambah setelah proses verifikasi dan pendataan selesai dilakukan.

Musibah ini kembali menambah beban para penyintas banjir yang hingga kini masih tinggal di Huntara sambil menunggu pembangunan hunian tetap (Huntap). 

Sebagian warga yang huntaranya mengalami kerusakan berat terpaksa mengungsi ke rumah kerabat maupun lokasi yang lebih aman.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerusakan yang terus bertambah membuat warga berharap penanganan dan rehabilitasi huntara dapat segera dilakukan.

Sebelumnya, Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal Zakaria Ali (Safrizal ZA) memastikan, seluruh Huntara yang mengalami kerusakan akan direhabilitasi oleh kementerian dan lembaga yang membangunnya.

Proses perbaikan dijadwalkan mulai dilakukan pada Jumat (5/6/2026) ini, dengan target penyelesaian dalam waktu tujuh hari.

Mantan PJ Gubernur Aceh ini menyebutkan, pemerintah daerah bersama BPBD, BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, dan instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi sembari menunggu proses rehabilitasi Huntara selesai dilakukan.(*)

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved