Aceh Utara
Karyawan Kebun Cot Girek Kecewa Audiensi Gagal, Bupati Aceh Utara Dinas ke Luar Daerah
Ratusan karyawan Kebun Cot Girek PTPN IV Regional VI gagal bertemu langsung dengan Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil, dengan agenda..
Penulis: Zubir | Editor: Eddy Fitriadi
Ringkasan Berita:
- Ratusan karyawan Kebun Cot Girek PTPN IV Regional VI gagal bertemu langsung dengan Bupati Aceh Utara dalam agenda audiensi karena bupati berhalangan hadir akibat agenda mendadak di luar daerah.
- Karyawan yang diwakili Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) menyatakan kecewa dan memilih meninggalkan ruang rapat meski audiensi sempat dipimpin Sekda Aceh Utara.
- Para pekerja meminta jadwal ulang pertemuan dalam waktu satu minggu dan mengancam akan menggelar Aksi Damai Jilid II.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Zubir | Kota Langsa
SERAMBINEWS.COM – Ratusan karyawan Kebun Cot Girek PTPN IV Regional VI gagal bertemu langsung dengan Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil, dengan agenda audiensi, Jumat (5/6/2026).
Pasalnya audiensi yang telah lama dinantikan tersebut gagal terlaksana, karena Bupati tidak hadir dengan alasan menghadiri agenda mendadak di luar daerah.
Kekecewaan para karyawan semakin bertambah karena jadwal pertemuan yang seharusnya dimulai pukul 09.00 WIB baru dibuka sekitar pukul 10.30 WIB.
Pertemuan itu akhirnya dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Utara Dayan Albar, bersama jajaran pemerintah daerah, dan Asisten I Dr. Fauzan bertindak sebagai moderator.
Ketua Serikat Pekerja Perkebunan (SPBUN) Syarifuddin yang mewakili karyawan, mengucapkan terima kasih atas undangan audiensi yang sebelumnya disampaikan oleh Bupati Aceh Utara.
Namun pihaknya menegaskan bahwa tidak dapat melanjutkan audiensi, karena sosok yang mereka harapkan hadir tidak berada di tempat.
Menurut perwakilan karyawan ini, Bupati Aceh Utara bukan hanya seorang kepala daerah, tetapi juga dianggap sebagai figur ayah.
Figur ayah yang diharapkan dapat mendengar langsung keluhan dan memperjuangkan penyelesaian berbagai persoalan yang terjadi di Kebun Cot Girek.
"Kami datang dengan penuh harapan untuk bertemu langsung dengan Bapak Bupati. Bagi kami, beliau adalah tempat mengadu dan mencari solusi atas persoalan yang sedang kami hadapi," sebutnya.
Pada kesempatan itu, Ketua SPBUN juga meminta adanya itikad baik dari Bupati Aceh Utara untuk segera menjadwalkan ulang audiensi.
Hal inj mengingat sebelumnya Bupati telah berjanji akan memediasi berbagai pihak guna mencari jalan keluar atas permasalahan yang terjadi di lingkungan Kebun Cot Girek.
Pihak karyawan bahkan memberikan batas waktu selama satu minggu ke depan.
Jika tidak ada kejelasan terkait jadwal audiensi lanjutan, mereka berencana menggelar Aksi Damai Jilid II yang diperkirakan akan melibatkan sekitar 1.500 lebih orang.
Baca juga: Ratusan Karyawan PTPN IV Regional VI Cot Girek Tuntut Kepastian Hukum HGU dan Jaminan Keamanan Kerja
Setelah menyampaikan sikap itu, selanjutnya Ketua SPBUN bersama para karyawan meminta izin untuk meninggalkan ruang rapat dan kembali ke kebun.
Meski Asisten I sempat meminta agar perwakilan karyawan tetap mengikuti jalannya audiensi, karena masih ada beberapa hal yang ingin disampaikan oleh Sekda.
Namun tanggapan dari pihak manajemen kebun dan keputusan karyawan saat itu tidak berubah.
Pengurus SPBUN, Taufik, menghormati keputusan para pekerja yang memilih tidak melanjutkan audiensi.
Menurutnya bahwa langkah tersebut merupakan murni keputusan dan inisiatif karyawan tanpa arahan dari pihak manajemen kebun.
Sekitar pukul 10.45 WIB, seluruh perwakilan karyawan meninggalkan ruang rapat dan kembali ke Kebun Cot Girek.
Para pekerja berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera menjadwalkan ulang pertemuan tersebut.
Agar dialog yang selama ini dinantikan dapat terlaksana dan berbagai persoalan yang menjadi tuntutan karyawan dapat menemukan titik penyelesaian. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Karyawan-Kebun-Cot-Girek-saat-berada-di-ruang-rapat-Setdakab-2026.jpg)