Berita Nagan Raya
APEL Green Aceh Ungkap Kebakaran Lahan di Nagan Raya Capai 334 Hektare, Desak Polda Mengusut
Lahan yang terbakar sudah sepekan terakhir ini merupakan kawasan Rawa Tripa serta selama Mei hingga awal Juni 2026 sebanyak 332 titik panas (hot
Penulis: Rizwan | Editor: Mursal Ismail
Ringkasan Berita:
- Yayasan APEL Green Aceh mencatat kebakaran lahan di kawasan Rawa Tripa, Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur, Nagan Raya, mencapai 334 ha.
- Direktur APEL Green Aceh, Rahmat Syukur, menilai kebakaran gambut yang terus berulang setiap tahun bukan sekadar bencana alam, melainkan diduga berkaitan dengan aktivitas manusia, lemahnya pengawasan, serta belum tersentuhnya akar persoalan.
- Mendesak Polda membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut penyebab kebakaran dan pihak yang bertanggung jawab.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rizwan I Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Yayasan APEL Green Aceh mencatat kebakaran lahan di Kecamatan Darul Makmur dan Tripa Makmur, Nagan Raya, sudah mencapai 334 hektare.
Lahan yang terbakar sudah sepekan terakhir ini merupakan kawasan Rawa Tripa serta selama Mei hingga awal Juni 2026 sebanyak 332 titik panas (hotspot) juga terdeteksi di wilayah tersebut.
Direktur APEL Green Aceh, Rahmat Syukur, mengatakan angka tersebut menunjukkan kebakaran lahan gambut di Nagan Raya masih menjadi persoalan serius yang terus berulang setiap tahun tanpa penyelesaian yang menyentuh akar masalah.
"Ketika ratusan titik panas muncul dalam satu bulan dan ratusan hektare lahan terbakar, pertanyaannya bukan lagi apakah terjadi kebakaran.
Pertanyaannya adalah mengapa kebakaran terus berulang dan siapa yang harus bertanggung jawab," kata Rahmat Syukur dalam keterangan pers, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, data tersebut tidak hanya menunjukkan luas lahan yang terbakar, tetapi juga menggambarkan kerusakan ekosistem gambut yang memiliki peran penting bagi lingkungan.
Baca juga: Tinjau Jembatan Putus di Nagan Raya, Anggota DPR RI Ghufran Saksikan Anak Sekolah Tumpangi Boat
Rawa Tripa merupakan salah satu kawasan gambut penting di Aceh yang menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar, menjadi habitat berbagai satwa liar, serta berfungsi menjaga tata air dan mengurangi risiko bencana.
"Namun, kebakaran kembali terjadi di kawasan itu seperti yang terulang dalam beberapa tahun terakhir;" jelasnya.
Rahmat menilai kebakaran gambut dalam skala besar tidak dapat dipandang semata-mata sebagai bencana alam.
Menurutnya, berbagai kasus kebakaran lahan umumnya berkaitan dengan aktivitas manusia, baik akibat pembukaan lahan, kelalaian, maupun lemahnya pengawasan terhadap kawasan yang rentan terbakar.
"Kebakaran gambut selalu memiliki dampak yang luas. Selain merusak ekosistem, setiap hektare gambut yang terbakar juga melepaskan emisi karbon dalam jumlah besar ke atmosfer dan memperburuk krisis iklim," ujarnya.
Desak Polda Aceh Mengusut
Baca juga: IKNR Banda Aceh Dukung Investasi di Nagan Raya, Peluang Besar untuk Kemajuan Daerah
Ia mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut penyebab kebakaran yang terjadi dan meminta Kapolda Aceh membentuk tim investigasi khusus guna menelusuri sumber kebakaran serta pihak-pihak yang diduga memperoleh manfaat dari kawasan yang terbakar.
"Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pemadaman api.
Harus ditelusuri siapa yang menguasai lahan, siapa yang memperoleh keuntungan, dan siapa yang lalai hingga kebakaran meluas menjadi ratusan hektare," kata Rahmat.
| Bupati Nagan TRK Minta Jembatan Alue Wakie Segera Dibangun, Saat Meninjau Dampingi Anggota DPR RI |
|
|---|
| Buka Rakor Call Center 112, Bupati Nagan Raya TRK: Layanan Darurat Membutuhkan Penanganan Cepat |
|
|---|
| Pemkab Hibah Tanah 1 Hektare untuk Dibangun Kantor Kemenhaj di Nagan Raya |
|
|---|
| Penyaluran Pupuk Subsidi Agar Tepat Sasaran, Pemkab Nagan Rakor dengan Sejumlah Kelembagaan Petani |
|
|---|
| Lantik Serentak 357 Tuha Peut Gampong, Bupati Nagan Raya TRK Ajak Bangun Kekompakan di Desa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kebakaran-lahan-06.jpg)