Senin, 8 Juni 2026

Komunitas

Forum Diskusi KUDET Ikhwan Bahas Relasi Ayah dan Anak dalam Islam untuk Cegah Pergaulan Bebas

Komunitas Kajian Umat Terupdate (KUDET) kembali menggelar forum diskusi khusus ikhwan dengan mengangkat tema

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/HO
SAMPAIKAN MATERI - Penyampaian materi oleh ustadz Dr. Zulfahrizal tentang keteladanan ayah dapat mencegah perilaku menyimpang pada anak 

“Sebagai kaum muslimin, kita harus sepakat bahwa perilaku LGBT bertentangan dengan ajaran Islam dan membawa dampak besar. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari rumah melalui pendidikan agama yang kuat, komunikasi yang sehat, pengawasan yang bijaksana, serta keteladanan orang tua,” ungkapnya.

Dalam forum tersebut, turut hadir Drg. Supriadi, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, yang memberikan perspektif kesehatan masyarakat.

Ia menekankan bahwa perilaku seksual berisiko tidak hanya berdampak pada aspek moral dan sosial, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan kesehatan yang membutuhkan perhatian bersama.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, komunitas, dan pemerintah.

“Banyak persoalan kesehatan masyarakat yang membutuhkan konsentrasi bersama. Karena itu, penguatan institusi keluarga menjadi sangat penting agar anak-anak dan remaja memiliki lingkungan yang sehat, aman, serta mampu melindungi mereka dari berbagai perilaku berisiko,” paparnya.

Forum diskusi ini menghasilkan kesepahaman bahwa keluarga merupakan institusi utama dalam menjaga fitrah manusia. Sosok ayah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, identitas, dan ketahanan moral anak.

Oleh karena itu, pendekatan pendidikan, keteladanan, komunikasi, dan kedekatan emosional perlu menjadi perhatian utama dalam membangun generasi yang beriman, berakhlak, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.

Melalui kegiatan ini, KUDET berharap semakin banyak kaum laki-laki dan para ayah yang menyadari besarnya amanah yang mereka emban, sehingga mampu menjadi pelindung, pendidik, sekaligus sahabat bagi anak-anak mereka.

Dengan demikian, keluarga dapat menjadi benteng pertama dan terkuat dalam mencegah berbagai bentuk pergaulan bebas dan penyimpangan perilaku di tengah masyarakat. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved