Selasa, 9 Juni 2026

Dapur MBG Tutup Operasional

Terhitung 8 Juni 2026, 14 SPPG di Aceh Tamiang Berhenti Beroperasi

“Dua dari 14 dihentikan karena sedang proses perbaikan,” kata Koordinator Wilayah SPPG Aceh Tamiang, Tari.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Nurul Hayati
TribunNews.com
Badan Gizi Nasional. 
Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aceh Tamiang berhenti beroperasi mulai 8 Juni 2026.
  • Penghentian sementara terjadi karena proses pencairan dana bantuan pemerintah masih dalam tahap administrasi.
  • Dari total 38 SPPG sebelumnya, kini hanya 24 yang masih aktif.
  • Dua dari 14 SPPG dihentikan karena sedang menjalani proses perbaikan.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG -  Sebanyak 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Aceh Tamiang berhenti beroperasi terhitung 8 Juni 2026.

Penghentian ini disebabkan proses pencarian dana bantuan pemerintah masih dalam proses administrasi.

“Dua dari 14 dihentikan karena sedang proses perbaikan,” kata Koordinator Wilayah SPPG Aceh Tamiang, Tari.

Tari menyebut sebelumnya di Aceh Tamiang terdapat 38 SPPG.  

Kebijakan penghentian sementara ini tinggal menyisakan 24 SPPG.

Penghentian operasional ini terjadi pada SPPG Bukit Rata, ⁠SPPG Perupuk, ⁠SPPG Rantau Benua Raja 3, SPPG Tenggulun Selamat, SPPG Telaga Meuku Dua, SPPG Aceh Tamiang Seruway Binjai, ⁠SPPG Pahlawan.

SPPG Rantau Suka Jadi, SPPG Manyakpayed Tanjung Neraca, SPPG Dalam, SPPG Tenggulun Simpang Kiri, ⁠SPPG Babo, ⁠SPPG Sungai Liput 3, ⁠SPPG Kota Kualasimpang. (*) 

Baca juga: Tersendat Pencairan Dana, Sejumlah SPPG di Aceh Stop Operasional Sementara


 

 
 
 

 
 
 

 

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved