Rabu, 10 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Mubadala Terlibat pada 5 Blok di Andaman

Cekungan Andaman merupakan salah satu kawasan yang diproyeksikan menjadi sumber gas alam terbesar.

Tayang:
Editor: mufti
For Serambinews.com
Kepala BPMA, Nasri Jalal 

Ringkasan Berita:
  • Cekungan Andaman merupakan salah satu kawasan yang diproyeksikan menjadi sumber gas alam terbesar
  • Cekungan Andaman berada di lepas pantai Aceh, membentang di bagian utara Selat Malaka, mulai dari perairan Pidie/Pidie Jaya hingga Lhokseumawe/Aceh Utara
  • BPMA sudah menawarkan Andaman III kepada calon investor dari Jepang, yaitu Japex dan Jogmec, untuk mendorong kegiatan eksplorasi dan menemukan sumber daya migas baru di kawasan tersebut

“Pihak Jepang pun sudah menyatakan minatnya.” NASRIL DJALAL, Kepala BPMA

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Cekungan Andaman merupakan salah satu kawasan yang diproyeksikan menjadi sumber gas alam terbesar. Hal itu setelah serangkaian penemuan cadangan gas dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan migas asal Uni Emirat Arab (UEA) terlibat dalam lima blok atau wilayah kerja (WK) di kawasan Andaman. Mereka menjadi pemegang saham di blok Andaman I, South Andaman, dan South West Andaman. Serta memiliki hak partisipasi pada Andaman II dan Central Andaman.

Secara geografis, Cekungan Andaman berada di lepas pantai Aceh, membentang di bagian utara Selat Malaka, mulai dari perairan Pidie/Pidie Jaya hingga Lhokseumawe/Aceh Utara. 

Setidaknya terdapat enam blok migas utama di kawasan tersebut, yaitu Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman.

Blok yang paling dekat dengan daratan Aceh adalah Andaman III yang berada di lepas pantai Pidie Jaya. Blok ini sebelumnya sempat dikelola oleh Repsol. Sementara itu, blok yang letaknya paling jauh adalah Andaman I yang berada mendekati wilayah perbatasan maritim Malaysia dan Thailand.

Dari enam blok tersebut, lima berada di bawah naungan SKK Migas, karena lokasinya berada di luar 12 mil laut. Adapun Andaman III merupakan satu-satunya blok yang berada di bawah kewenangan Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), karena terletak di dalam wilayah 12 mil laut.

Saat ini, BPMA sudah menawarkan Andaman III kepada calon investor dari Jepang, yaitu Japex dan Jogmec, untuk mendorong kegiatan eksplorasi dan menemukan sumber daya migas baru di kawasan tersebut. “Pihak Jepang pun sudah menyatakan minatnya,” ujar Kepala BPMA, Nasril Djalal, beberapa waktu lalu.

Dari seluruh blok yang ada di Cekungan Andaman, baru dua blok yang telah membuktikan keberadaan cadangan gas melalui pengeboran eksplorasi, yaitu Andaman II dan South Andaman.

Andaman II dioperasikan oleh perusahaan asal Inggris, Harbour Energy bersama mitranya sebagai pemegang hak, yaitu perusahaan inggris lainnya, BP dan Mubadala Energy.  Sementara South Andaman dioperasikan oleh Mubadala Energy dengan Harbour Energy sebagai mitra.

Keberhasilan eksplorasi di kawasan Andaman dimulai pada Juli 2022, ketika Harbour Energy mengumumkan penemuan gas di Sumur Timpan-1 yang berada di Blok Andaman II. Lapangan gas ini merupakan yang terjauh, berjarak 120 Km dari daratan Aceh.

Setahun kemudian, tepatnya pada Desember 2023, giliran Mubadala Energy mengumumkan penemuan gas berukuran besar di Sumur Layaran-1 yang berada di Blok South Andaman. Lalu, pada Mei 2024, Mubadala Energy kembali mengumumkan penemuan gas baru lagi di Tangkulo dengan potensi sumber daya lebih dari dua triliun kaki kubik. Sumber gas ini semakin potensial, karena jaraknya hanya 65 km dari daratan Aceh.

Selain South Andaman, Mubadala Energy juga memiliki pemegang hak di Andaman I. Namun hingga kini kegiatan eksplorasi di blok tersebut masih terbatas. 

Terbaru, Perusahaan ini juga memenangkan tender untuk pengelolaan South West Andaman di Kementerian ESDM, yang merupakan wilayah baru hasil pengembangan kawasan eksplorasi di sekitar Andaman.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia dalam keterangan dikutip pada laman resmi Kementerian ESDM menyampaikan, mereka terus membuka peluang investasi yang lebih luas melalui penawaran lelang sejumlah Wilayah Kerja (WK) Migas potensial, sebagai bagian dari strategi peningkatan cadangan dan produksi migas nasional secara berkelanjutan.(mun)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved