Feature
USK Siap Mandiri di Era PTNBH, Fokus Kembangkan Usaha di Sektor Pangan
USK saat ini terus mencari berbagai peluang bisnis yang dapat dikembangkan agar mampu meningkatkan pendapatan universitas.
Prof Dr Mirza Tabrani, SE MBA DBA memulai kepemimpinannya di Universitas Syiah Kuala (USK) saat kampus tersebut telah berstatus penuh sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Dengan status yang lebih mandiri, USK dituntut mampu membiayai dan mengembangkan dirinya sendiri. Hal itu menjadi salah satu tantangan besar yang akan dihadapi Prof. Mirza selama memimpin kampus tersebut.
SAAT menerima kunjungan tim Serambi Indonesia di ruang kerjanya pada Rabu (10/6/2026), Prof Mirza mengungkapkan komitmennya untuk terus membangun USK di tengah tuntutan kemandirian kampus.
Menurutnya, USK saat ini terus mencari berbagai peluang bisnis yang dapat dikembangkan agar mampu meningkatkan pendapatan universitas.
Tujuannya, agar kampus dapat memaksimalkan remunerasi bagi para dosen sesuai hak mereka dan membangun kampus. “Kalau berbicara soal tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, itu sudah kita lakukan. Sekarang yang ingin kita memperkuat di bidang usaha milik kampus,” ujarnya.
Prof Mirza mengatakan, banyak rencana yang telah disusun untuk memperkuat unit usaha milik universitas. Namun, untuk tahap awal, USK akan memfokuskan pengembangan usaha di sektor pangan karena sejalan dengan program pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, USK juga memiliki target untuk mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden.
Saat ini, USK memiliki kebun kopi seluas 32 hektare di Dataran Tinggi Gayo yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, pihaknya ingin kebun tersebut dapat berproduksi dan memberikan pendapatan bagi universitas, baik melalui hasil panen maupun pembibitan.
Bahkan, jauh sebelumnya, ia telah melakukan pertemuan dengan para bupati di wilayah Dataran Tinggi Gayo sebagai sentra produksi kopi di Aceh.
Dalam pertemuan tersebut, rektor menyoroti salah satu persoalan utama perkebunan kopi saat ini, yakni menurunnya produktivitas akibat banyak tanaman kopi yang telah berusia tua. Karena itu, solusi yang dinilai paling tepat adalah melakukan replanting atau peremajaan tanaman guna meningkatkan produksi. Melalui program tersebut, ia mengajak pemerintah daerah untuk berkolaborasi dalam membangun sektor kopi di Aceh.
Di sisi lain, USK juga berencana membangun peternakan sapi dengan kapasitas sekitar 400-500 ekor. Menurutnya, program ini juga berkaitan erat dengan upaya mendukung ketahanan pangan.
Selain peternakan sapi, USK memiliki lahan di kawasan Ie Suum Krueng Raya, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Di lokasi tersebut, universitas berencana membangun peternakan ayam karena kebutuhan daging ayam di Aceh masih cukup tinggi.
Tak hanya sektor pangan, USK juga ingin menjadi pemain utama dalam industri nilam. Menurut Prof. Mirza, USK tidak ingin hanya berperan pada satu segmen atau satu tahapan produksi saja, melainkan ingin menguasai seluruh rantai bisnis dari hulu hingga hilir.
USK ingin membina petani sejak tahap budidaya hingga menghasilkan patchouli oil, kemudian mengekspornya langsung ke negara-negara konsumen yang membutuhkan bahan baku parfum tersebut.
Untuk diketahui, secara rekam jejak, USK telah mengekspor minyak nilam dalam bentuk patchouli oil ke Prancis untuk kebutuhan industri parfum. Diketahui, Prancis merupakan salah satu pusat industri parfum dunia yang melahirkan berbagai merek ternama.
“Kalau dalam bidang nilam, kita memang sudah sangat kuat di Aceh ini,” katanya. Bahkan, lanjut Prof Mirza, pihaknya siap mengucurkan modal hingga puluhan miliar rupiah untuk mendukung pengembangan industri nilam. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli hasil panen petani sekaligus membantu pembiayaan budidaya nilam.
USK Siap Mandiri di Era PTNBH
Fokus Kembangkan Usaha di Sektor Pangan
Rektor USK Mirza Tabrani
Rektor USK Prof Mirza Tabrani
Serambi Indonesia
Serambinews.com
Serambinews
Zainal Arifin M Nur
Pemred Serambi Indonesia Zainal Arifin M Nur
| Merawat Rapai Pase di Tengah Keterbatasan Pascabanjir, Kisah Grup Kram Krum Tam-Tum Boh Beureutoh |
|
|---|
| Asa Penyintas Banjir Langkahan, Berharap Pemerintah segera Bangun Hunian Tetap |
|
|---|
| Wariskan Gagasan Jaga Aceh Mulia, Kapolda Luncurkan Buku "Polda Aceh Meutuah" |
|
|---|
| 1.700 Hektare Sawah Terselamatkan, Pemkab Aceh Selatan Tuntaskan Normalisasi Irigasi Gunung Pudung |
|
|---|
| Ade Naylan Sadida, Hafizah 30 Juz Lolos Prodi Dokter USK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/USK-Siap-Mandiri-di-Era-PTNBH.jpg)