Sabtu, 13 Juni 2026

Feature

USK Siap Mandiri di Era PTNBH, Fokus Kembangkan Usaha di Sektor Pangan

USK saat ini terus mencari berbagai peluang bisnis yang dapat dikembangkan agar mampu meningkatkan pendapatan universitas. 

Tayang:
Editor: mufti
for serambinews/Humas USK
BERFOTO BERSAMA - Rektor USK Prof Dr Mirza Tabrani, SE MBA DBA, Sekretaris Universitas, Dr T Meldi Kesuma, SE, MM dan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof Dr Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA, berfoto bersama dengan Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, Manajer Produksi, Said Kamaruzzaman, Tim EO Serambi, Subur Dani dan wartawan, Muhammad Nasir, di Ruang Rektor USK, Darussalam, Banda Aceh, Rabu (10/6/2026). 

Prof Dr Mirza Tabrani, SE MBA DBA memulai kepemimpinannya di Universitas Syiah Kuala (USK) saat kampus tersebut telah berstatus penuh sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH). Dengan status yang lebih mandiri, USK dituntut mampu membiayai dan mengembangkan dirinya sendiri. Hal itu menjadi salah satu tantangan besar yang akan dihadapi Prof. Mirza selama memimpin kampus tersebut.

SAAT menerima kunjungan tim Serambi Indonesia di ruang kerjanya pada Rabu (10/6/2026), Prof Mirza mengungkapkan komitmennya untuk terus membangun USK di tengah tuntutan kemandirian kampus.

Menurutnya, USK saat ini terus mencari berbagai peluang bisnis yang dapat dikembangkan agar mampu meningkatkan pendapatan universitas. 

Tujuannya, agar kampus dapat memaksimalkan remunerasi bagi para dosen sesuai hak mereka dan membangun kampus. “Kalau berbicara soal tridarma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, itu sudah kita lakukan. Sekarang yang ingin kita memperkuat di bidang usaha milik kampus,” ujarnya.

Prof Mirza mengatakan, banyak rencana yang telah disusun untuk memperkuat unit usaha milik universitas. Namun, untuk tahap awal, USK akan memfokuskan pengembangan usaha di sektor pangan karena sejalan dengan program pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, USK juga memiliki target untuk mendukung program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden.

Saat ini, USK memiliki kebun kopi seluas 32 hektare di Dataran Tinggi Gayo yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, pihaknya ingin kebun tersebut dapat berproduksi dan memberikan pendapatan bagi universitas, baik melalui hasil panen maupun pembibitan.

Bahkan, jauh sebelumnya, ia telah melakukan pertemuan dengan para bupati di wilayah Dataran Tinggi Gayo sebagai sentra produksi kopi di Aceh.

Dalam pertemuan tersebut, rektor menyoroti salah satu persoalan utama perkebunan kopi saat ini, yakni menurunnya produktivitas akibat banyak tanaman kopi yang telah berusia tua. Karena itu, solusi yang dinilai paling tepat adalah melakukan replanting atau peremajaan tanaman guna meningkatkan produksi. Melalui program tersebut, ia mengajak pemerintah daerah untuk berkolaborasi dalam membangun sektor kopi di Aceh.

Di sisi lain, USK juga berencana membangun peternakan sapi dengan kapasitas sekitar 400-500 ekor. Menurutnya, program ini juga berkaitan erat dengan upaya mendukung ketahanan pangan.

Selain peternakan sapi, USK memiliki lahan di kawasan Ie Suum Krueng Raya, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar. Di lokasi tersebut, universitas berencana membangun peternakan ayam karena kebutuhan daging ayam di Aceh masih cukup tinggi.

Tak hanya sektor pangan, USK juga ingin menjadi pemain utama dalam industri nilam. Menurut Prof. Mirza, USK tidak ingin hanya berperan pada satu segmen atau satu tahapan produksi saja, melainkan ingin menguasai seluruh rantai bisnis dari hulu hingga hilir.

USK ingin membina petani sejak tahap budidaya hingga menghasilkan patchouli oil, kemudian mengekspornya langsung ke negara-negara konsumen yang membutuhkan bahan baku parfum tersebut.

Untuk diketahui, secara rekam jejak, USK telah mengekspor minyak nilam dalam bentuk patchouli oil ke Prancis untuk kebutuhan industri parfum. Diketahui, Prancis merupakan salah satu pusat industri parfum dunia yang melahirkan berbagai merek ternama.

“Kalau dalam bidang nilam, kita memang sudah sangat kuat di Aceh ini,” katanya. Bahkan, lanjut Prof Mirza, pihaknya siap mengucurkan modal hingga puluhan miliar rupiah untuk mendukung pengembangan industri nilam. Dana tersebut akan digunakan untuk membeli hasil panen petani sekaligus membantu pembiayaan budidaya nilam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved