Jumat, 12 Juni 2026

Berita Aceh Tamiang

Operasi Pencarian Korban Hilang di Sungai Tamiang Dilanjutkan Empat Hari

Keputusan ini dilakukan setelah operasi yang dilakukan BPBD bersama Satgas SAR Aceh Tamiang belum membuahkan hasil setelah menyusuri sungai

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Mursal Ismail
Serambinews.com/HO
DILANJUTKAN – Petugas memastikan operasi pencarian Ramlan, korban hilang di Sungai Tamiang tigaa hari lalu dilanjutkan hingga empat hari ke depan. 
Ringkasan Berita:
  • BPBD dan Satgas SAR Aceh Tamiang memperpanjang operasi pencarian Ramlan (42), korban tenggelam di Sungai Tamiang, selama empat hari ke depan setelah pencarian tiga hari belum membuahkan hasil.
  • im telah menyisir Sungai Tamiang hingga Kampung Air Tenang, sekitar 8 kilometer dari lokasi kejadian, dan akan memperluas radius pencarian.
  • Korban asal Kecamatan Bendahara itu hilang, Selasa (9/6/2026) saat berusaha mengambil balok kayu yang hanyut di tengah sungai dan terseret arus deras hingga tenggelam.

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Operasi pencarian Ramlan (42) yang hilang tenggelam di Sungai Tamiang dilanjutkan empat hari ke depan.

Keputusan ini dilakukan setelah operasi yang dilakukan BPBD bersama Satgas SAR Aceh Tamiang belum membuahkan hasil setelah menyusuri sungai selama tiga hari.

“Hingga memasuki hari ketiga, operasi belum membuahkan hasil,” kata Dan Ops BPBD Aceh Tamiang, Surya Darma, Kamis (11/6/2026) malam.

Dede, sapaannya mengatakan sesuai aturan, operasi dilanjutkan hingga empat hari ke depan dengan menambah radius operasi.

Dalam tiga hari ini, tim pencari sudah menyusuri sungai Tamiang hingga Kampung Airtenang yang berjarak kurang lebih 8 kilometer dari lokasi kejadian.

Ramlan dinyatakan hilang tenggelam di Sungai Tamiang persisnya di Kampung Sekerak Kanan, Aceh Tamiang, Selasa (9/6/2026).

Baca juga: Dampak Kenaikan Harga, Pertamax Mulai Langka di Aceh Tamiang

Insiden ini dialami pria asal Marlempang, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang, ini saat mencoba mengambil balok kayu yang hanyut di tengah sungai.

Detik-detik maut ini disaksikan dua teman korban yang ketika itu berada di lokasi kejadian.

Menurut ketengan keduanya kepada petugas BPBD Aceh Tamiang, korban nekat terjun ke sungai melawan arus kencang.

Kondisi ini membuat tenaga korban tidak bisa mengimbangi kuatnya arus sungai, sehingga langsung tenggelam dan hilang. (mad)

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved