Aceh Singkil
Bupati Aceh Singkil Ceritakan Sejarah Pendirian STIP Yashafa, Ada 6 Pencetus
Alasan utama pendirian STIP Yashafa karena potensi alam Kabupaten Aceh Singkil, adalah perkebunan kelapa sawit.
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nur Nihayati
Ringkasan Berita:
- Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon ulas sejarah pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Yashafa.
- "Saya ceritakan histori sejarah pendirian kampus Yashafa. STIP Yashafa ini tidak berdiri bergitu saja," kata Safriadi saat menghadiri wisuda sarjana STIP Yashafa, Sabtu (13/6/2026).
- Menurut Safriadi, pencetus awal pendirian STIP Yashafa ada enam orang.
- Alasan utama pendirian STIP Yashafa karena potensi alam Kabupaten Aceh Singkil, adalah perkebunan kelapa sawit.
Laporan Wartawan Serambi Indonesia Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon ulas sejarah pendirian Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Yashafa.
"Saya ceritakan histori sejarah pendirian kampus Yashafa. STIP Yashafa ini tidak berdiri bergitu saja," kata Safriadi saat menghadiri wisuda sarjana STIP Yashafa, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Safriadi, pencetus awal pendirian STIP Yashafa ada enam orang.
Masing-masing Abu Dardak, Anwar Ishak, Asmarddin, Safriadi Oyon, Dr Fadjri Alihar, Roestam Effendi.
Alasan utama pendirian STIP Yashafa karena potensi alam Kabupaten Aceh Singkil, adalah perkebunan kelapa sawit.
Sehingga banyak perusahaan kelapa sawit berdiri di daerahnya.
Sayangnya tidak ada putra putri Aceh Singkil, yang diterima bekerja di perusahaan kelapa sawit untuk level lower manajer, middle manajer apalagi top manajer.
"Banyak perusahaan tapi yang diterima hanya tukang dodos. Terbalik masa di kampung sendiri paling jadi mandor, teknik ga ada, asisten ga ada, apalagi adm," ujarnya.
Hal itu terjadi karena Kabupaten Aceh Singkil, pada awal berdiri tidak memiliki sumber daya manusia (SDM) mumpuni sesuai dengan yang dibutuhkan perusahaan.
Kala itu sebut Safriadi dirinya masih anggota DPRK Aceh Singkil, berdiskusi dengan Bupati Aceh Singkil, Makmursyah Putra, membahas rencana pendirian perguruan tingga.
"Saya berdiskusi dengan Pak Makmur. Tapi kata Pak Makmur oda lot kepeng (ga ada uang). Tapi saya katan saya ada uang," tutur Safriadi.
Usai pertemuan lantas inisiator pendirian kampus STIP Yashafa berangkat ke Jakarta, untuk menemui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).
Di Jakarta, karena keterbatasan uang rombongan mencari penginapan murah. Termasuk makan di kaki lima.
"Saya katakan enak juga makan di emperan. Padahal biar murah," kata Safriadi sambil tertawa mengenang perjuangannya.
Pertemuan dengan Dikti
Memilih melakukan pertemuan dengan Dikti. Lantaran Dirjen Dikti kala itu bernama Bambang merupakan teman kuliah Dr Fadjri Alihar di Jerman.
Sampai Jakarta, Safriadi makin semengat ketika Roestam Effendi yang merupakan seorang wartawan mengaku berteman dengan Dirjen Dikti.
Lalu kami temui ke kantornya. Sampai kantor Dikti, ternyata menunggu lama.
Safriadi yang kala itu masih muda mengaku sempat bertanya, jika betul teman kenapa mesti nunggu.
"Semestinya kalau teman ga perlu nunggu. Dijawab Dr Fadjri Alihar betul teman kuliah. Inilah perlunya mental, saya ketuk pintunya pas dibuka, saya katakan pak ini teman bapak mau bertemu, ternyata betul," tukasnya.
Dalam pertemuan dirinya langsung menyampaikan bahwa di Aceh Singkil, banyak perusahaan perkebunan tapi tidak ada putra daerah yang bekerja akibat SDM kurang.
Untuk itu harus didirikan perguruan tinggi agar SDM meningkat.
Lalu ditanya ada tanah dan bangunannya. Saat itu Safriadi spontan menjawan ada. Padahal dalam kenyatannya belum ada.
Saat melengkapi adminstrasi persyaratan pendirian perguruan tinggi diminta bukti gambar fisik tanah dan gedung. "Dikti minta gambar, ini baru gawat," ujar Safriadi.
Di tengah situasi mendesak, Safriadi mengaku merelakan tanahnya seluas 20 hektar di Desa Gosong Telaga Barat, Kecamatan Singkil Utara, lokasi kampus STIP Yashafa berada saat ini menjadi lokasi pembangunan.
Tanah tersebut dihibahkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Singkil. Selanjutnya Pemkab Aceh Singkil, hibahkan ke yayasan yang menaungi STIP Yashafa dengan ketua saat itu Abu Dardak.
"Ini dulu 20 hektar, tapi saya berdiri-berdiri tak sampai 20 heketar lagi. Mungkin dulu karena yayasan terlambat mengkalim seluruhnya," kata Safriadi.
Ia lantas meminta pengurus yayasan, segera mengajukan pembuatan sertifikat tanah kampus STIP Yashafa.
"Selagi saya bupatinya urus sertifikatnya. Kalau perlu tanda tangan hibahnya saya tanda tangan," cetusnya.
Terkait gedung kampus yang jadi syarat berikutnya. Dirinya pada tahap awal membangun tiga unit ruangan perkulihan.
Tahun 2012 sebutnya ada penambahan gedung. Namun sayangnya tahun 2026 ini tidak ada usulan penambahan bangunan kepapda dirinya selaku bupati.
"Sekarang saya tanya ada ga diajukan pembangunan? Efisiensi apapun kalau untuk pendidikan dan kesehatan saya prioritaskan," tandasnya disambut tepuk tangan.
Safriadi mengaku tidak ada maksud lain menceritakan sejarah pendirian STIP Yashafa.
Hanya berharap generasi muda dapat menghargai jasa orang tuanya yang telah bersusah payah.
Pada bagian akhir Safriadi, berharap STIP Yashafa terus berkembang menjadi kampus modern agar menghasilkan alumni terbaik.
Alamuni terbaik dalam pandanganya adalah seorang sarjanan berilmu pengetahuan, mandiri dan teladan di tengah masyarakat.
Sementara itu STIP Yashafa Aceh Singkil, wisuda sarjana program studi agribisnis dan agroteknologi.
Wisuda berlangsung dalam sidang senat terbuka di aula kampus setempat di Gosong Telaga Barat, Singkil Utara.
Total ada 68 wisudawan dan wisudawati yang berasal dari program agribisnis 50 orang dan agroteknologi 18 orang.(*)
Sejarah Pendirian STIP Yashafa
STIP Yashafa
STIP
Bupati Aceh Singkil
Serambinews.com
Serambi Indonesia
| STIP Yashafa Wisuda 68 Sarjana, Ini Pesan Bupati Aceh Singkil |
|
|---|
| Ini Harga Sawit per Kg di Aceh Sampai 16 Juni 2026 |
|
|---|
| Hari Lingkungan Hidup, DLH Aceh Singkil Bersihkan Jalan Pusat Kota |
|
|---|
| Liga Mahasiswa Aceh Singkil Dukung Pencegahan Pungli & Gratifikasi dalam Penerimaan Murid Baru |
|
|---|
| Usai Terjun Bebas, Harga Sawit Naik di Aceh Singkil, Pupuk Masih Melambung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/wisuda-ioikm.jpg)