Selasa, 16 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Tangan Pria Terputus Usai Dituduh Mencuri, Haji Uma Beri Santunan ke Korban, Minta Kasus Diusut

"Kita merasa miris dan prihatin atas kejadian tragis ini. Karena itu saya menugaskan staf di Banda Aceh untuk melihat kondisi korban," kata Haji Uma.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Nurul Hayati
Serambinews.com/HO
Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman SSos MSos atau yang akrab disapa Haji Uma, menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus yang menimpa BT (52), warga Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, yang mengalami putus tangan setelah dituduh melakukan pencurian saat diamankan oleh warga. 

Tangan Pria Terputus Usai Dituduh Mencuri, Haji Uma Beri Santunan ke Korban, Minta Kasus Diusut

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman SSos MSos atau yang akrab disapa Haji Uma, menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus yang menimpa BT (52).

Ia merupakan warga Gampong Kajhu, Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar, yang mengalami putus tangan setelah dituduh melakukan pencurian saat diamankan oleh warga. 

Sebagai bentuk kepedulian, Haji Uma menugaskan stafnya untuk menjenguk korban yang saat ini menjalani perawatan di RSUD dr  Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, Selasa (16/6/2026).

Melalui stafnya, Haji Uma juga menyerahkan bantuan santunan kepada korban dan keluarga. 

Baca juga: Terduga Pencuri Putus Tangan Saat Lawan Warga dengan Pisau di Kajhu Aceh Besar

Ia menilai peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak seharusnya terjadi serta menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk mengedepankan supremasi hukum dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

"Kita merasa miris dan prihatin atas kejadian tragis ini. Karena itu saya menugaskan staf di Banda Aceh untuk melihat kondisi korban serta menyerahkan bantuan biaya sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan terhadap korban dan keluarga," ujar Haji Uma, Selasa (16/6/2026). 

Menurutnya, kasus yang menimpa BT adalah preseden yang tidak semestinya terjadi dan tidak boleh berulang ditengah masyarakat, kapanpun dan dimanapun. 

Karena bertentangan dengan prinsip hukum, rasa keadilan dan nilai kemanusiaan yang harusnya dijunjung tinggi seluruh elemen masyarakat. 

"Kasus ini adalah preseden yang kita harapkan tidak pernah kembali terjadi kedepannya ditengah masyarakat. Karena bertentangan dengan prinsip hukum, rasa keadilan dan nilai kemanusiaan", kata Haji Uma.

Karena itu, Haji Uma berharap masyarakat lebih bijak dan dapat menahan diri dalam menyikapi kondisi dan masalah serupa kedepannya. 

Hal ini mengingat, tindakan diluar hukum tidak hanya merugikan korban, namun juga akan dapat menimbulkan masalah hukum baru bagi pelakunya.

Haji Uma berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak agar senantiasa mengedepankan supremasi hukum, menjaga ketertiban sosial, serta menjunjung tinggi martabat dan hak-hak kemanusiaan dalam setiap permasalahan sosial dan hukum yang terjadi ditengah masyarakat. 

Sementara terkait proses hukum atas kasus tersebut, Haji Uma mengatakan bahwa sebagai negara hukum maka tentunya menjadi ranahnya pihak kepolisian selaku penegak hukum. 

Dirinya berharap proses hukum atas kasus tersebut berjalan secara adil dan transparan.

(Serambinews.com/Agus Ramadhan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
1 - 1
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
1 - 1
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
2 - 2
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved