Berita Nagan Raya

Pemkab Nagan Telusuri Jejak Perjuangan Abu Habib Muda Seunagan dalam Perang 'Tuwi Pomat'

Pemkab Nagan Raya menelusuri jejak perjuangan Abu Habib Muda Seunagan dalam peperangan melawan Belanda, atau dikenal dengan perang Tuwi Pomat.

Penulis: Rizwan | Editor: Safriadi Syahbuddin
DOK DISBUDPARPORA
JEjAK PERANG - Tim Disbudparpora Nagan Raya turun ke Tadu Raya menelusuri jejak perang Tuwi Pomat pada Sabtu lalu. 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Pemkab Nagan Raya menelusuri jejak perjuangan Abu Habib Muda Seunagan dalam sebuah peperangan melawan Belanda, atau lebih dikenal dengan perang Tuwi Pomat di Babah Rot, Kecamatan Tadu Raya, Kabupaten Nagan Raya.

Tim telusuri dari Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Nagan Raya turun ke sejumlah titik di kabupaten dikenal sebutan "Bumi Rameune" ini.

Penelusuran jejak perjuangan tersebut, harus menempuh perjalanan yang terjal melewati perbukitan dengan jalan kaki, sehingga baru sampai ke lokasi yang ditujukan itu.

"Tim mengunjungi Tuwi Pomat itu, karena menjadi saksi bersejarah heroik perjuangan Habib Syaikhuna Abu Habib Muda Seunagan bersama para Mujahidin melawan penjajah Belanda di Bumi Nagan Raya,"  kata Plt Kadisbudparpora Musiddiq Adnan, Jumat  (29/8/2025).

Menurutnya, Syaikhuna Abu Habib Muda Seunagan mengumandangkan azan di puncak gunung Tuwi Pomat, sehingga membakar semangat para mujahidin berperang melawan penjajah Belanda kala itu.

"Syaikhuna Abu Habib Muda Seunagan bersama para mujahidin bertempur melawan pasukan Belanda di Tuwi Pomat Gampong Babah Rot itu, sehingga dalam peperangan yang dahsyat itu, pasukan Belanda tewas bersimbah darah di peperangan tersebut," jelas Musiddiq Adnan.

Baca juga: Benteng Peninggalan Perang Aceh-Belanda Ditemukan di Pidie, Ini Penjelasan Budayawan Aceh

Di saat perang sedang berkecamuk itu, serdadu Belanda tewas mengenaskan karena ditebas dengan parang panjang oleh para mujahidin.

Namun secara tiba tiba, Abu Habib Muda Seunagan selaku panglima perang, memberikan aba-aba untuk mundur, tapi beberapa mujahidin terlena dengan perang tersebut, sehingga beberapa orang gugur di medan pertempuran tersebut.

Para mujahidin yang syahid pada pertempuran di Tuwi Pomat tersebut, kini dimakamkan di kawasan gunung Tuwi Pomat Gampong Babah Rot dan di Gampong Alue Bata Kecamatan Tadu Raya.

Guna untuk mengenang para Pahlawan Nagan Raya yang syahid dalam medan pertempuran melawan kolonial Belanda itu, Pemkab Nagan Raya telah memasang pamflet lokasi pertempuran Abu Habib Muda Seunagan bersama mujahidin dalam melawan penjajah Belanda.

Musiddiq Adnan juga mengatakan, tujuan menelusuri lokasi peperangan Tuwi Pomat tersebut, untuk membuat perencanaan pembangunan tugu perjuangan di Tuwi Pomat.

Selain perencanaan pembangunan tugu tersebut, Pemkab Nagan Raya juga akan melakukan pemugaran makam para mujahidin yang syahid dalam perang tersebut.

"Serta meningkatkan akses jalan menuju Tuwi Pomat, agar sejarah perjuangan Kemerdekaan Indonesia dari kabupaten Nagan Raya dapat di kenang oleh generasi penerus di wilayah itu, karena di Kabupaten Nagan Raya juga ada pejuang yang gigih melawan penjajah Belanda," pungkasnya.

Dalam penelusuran lokasi medan pertempuran di Tuwi Pomat pada Sabtu lalu itu, kata Plt Kadis Budparpora turut didampingi cucu kandung Abu Habib Muda Seunagan T Jamalul Alamuddin, Ketua Forum Camat Nagan Raya Said Mudhar, Damharius dari Dinsos, Camat Tadu Raya T Khalilullah serta Keuchik Gampong Babah Rot dan aparatur gampong setempat.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved