Pembinaan
Puluhan Warga Blang Mee Kutablang Ikut Sekolah Keluarga
Program Sekolah Keluarga akan berlangsung selama enam bulan dengan total 12 sesi pembelajaran. Materi yang dihadirkan
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Puluhan warga Desa Blang Mee, Kutablang Bireuen umumnya kaum ibu, Sabtu (30/8/2025) mengikuti sekolah keluarga perdana mengambil tempat kawasan Ekoduwisata, Paya Nie, Kutablang Bireuen.
Sekolah keluarga dilaksanakan PT PIM bersama Universitas Almuslim (Umuslim), Pemkab Bireuen dan TP PKK Bireuen. Dr Cut Azizah ST MT CEIA dari Umuslim dalam rilisnya kepada Serambinews.com mengatakan, kolaborasi sejumlah lembaga melaksanakan kuliah sekolah keluarga.
Program sekolah keluarga menjadi langkah nyata sinergi multipihak dalam memperkuat ketahanan keluarga menghadapi tantangan sosial, ekonomi, dan perubahan iklim Kuliah perdana yang berlangsung di kawasan binaan CSR PT PIM, Ekoduwisata Paya Nie diikuti oleh puluhan keluarga dari Desa Blang Mee.
Program Sekolah Keluarga akan berlangsung selama enam bulan dengan total 12 sesi pembelajaran. Materi yang dihadirkan mencakup gizi anak, ketahanan pangan, kesehatan keluarga, pencegahan kekerasan rumah tangga, serta perilaku ramah lingkungan.
Umuslim katanya menghadirkan tenaga ahli multidisiplin, Pemda Bireuen memberi dukungan kebijakan, sementara TP PKK Bireuen menjadi motor penggerak partisipasi ibu-ibu dalam program.
Kehadiran tokoh pemerintah daerah, akademisi, dan masyarakat Desa Blang Mee semakin menguatkan semangat kolaborasi ini. Vice President (VP) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PIM, Jufri dalam pertemuan tersebut antara lain menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung penguatan ketahanan sosial masyarakat melalui Sekolah Keluarga.
“Sekolah Keluarga ini bukan hanya tentang edukasi, tetapi investasi sosial jangka panjang untuk para keluarga di Desa Blang Mee. Dan kolaborasi program ini kami harap bisa terlaksana
dengan sukses hingga akhir program,” ujarnya.
Dalam pertemuan perdana, Dr Cut Azizah dari Umuslim membuka sesi dengan tema keluarga tangguh menghadapi bencana dan perubahan Iklim.
Ia menegaskan bahwa keluarga adalah garda terdepan dalam kesiapsiagaan bencana. “Langkah kecil seperti hemat energi, menanam pohon, dan menyiapkan tas siaga akan sangat menentukan keselamatan keluarga,” ungkapnya.
Kemudian dilanjutkan sesi lainnya disampaikan Dr Sri Wahyuni SE MSi dengan materi pengelolaan keuangan keluarga. Ia menekankan pentingnya transparansi, perencanaan anggaran, dan menabung bersama pasangan.
“Uang bukan segalanya, tetapi pengelolaan yang bijak membuat keluarga lebih harmonis dan tangguh menghadapi krisis,” jelasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.