Banda Aceh

Bulog Aceh Sudah Salurkan 3.332 Ton Beras SPHP ke Berbagai Kabupaten/Kota

Penyaluran ini dilakukan melalui pedagang eceran pasar tradisional, oultet-oulet binaan pemerintah dan BUMN, RPK, Instansi...

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Eddy Fitriadi
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
BERAS - Beras SPHP (ilustrasi). Bulog Aceh Sudah Salurkan 3.332 Ton Beras SPHP ke Berbagai Kabupaten/Kota. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Perum BULOG Kantor Wilayah (Kanwil) Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan di Provinsi Aceh melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Kepala Perum Bulog Kanwil Aceh, Ihsan, mengatakan, hingga akhir Agustus 2025, pihaknya telah menyalurkan 3.332 ton beras SPHP ke berbagai kabupaten/kota di Aceh. Penyaluran ini dilakukan melalui pedagang eceran pasar tradisional, oultet-oulet binaan pemerintah dan BUMN, RPK, Instansi pemerintah (kementrian/lembaga, TNI, Polri dan lainnya) melalui koperasi serta melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk memastikan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Penyaluran beras SPHP merupakan bagian dari upaya pemerintah yang penugasannya diberikan kepada Perum BULOG melalui BAPANAS dalam menekan laju inflasi serta menjaga daya beli masyarakat, khususnya di tengah fluktuasi harga pangan terutama beras.

Selain itu juga BULOG Aceh juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan Dinas Pangan serta TNI dan Polri untuk memastikan distribusi berjalan lancar serta tepat sasaran.

Perum BULOG Aceh mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap ketersediaan stok beras. Saat ini, gudang-gudang BULOG di Aceh tercatat memiliki cadangan beras yang mencukupi untuk kebutuhan sampai dengan Bulan Mei 2026.

Baca juga: Jaga Stabilitas Pangan, Prum Bulog Aceh Siap Tampung Jagung Petani Pijay, Target 700 Ton 

BULOG Aceh juga memastikan bahwa pelaksanaan program SPHP tidak mengganggu harga gabah petani. Pembelian gabah lokal tetap dilakukan BULOG sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yaitu Rp6.500/kg pada saat panen gadu, sebagai bentuk dukungan terhadap petani lokal.

Dengan sinergi antara penyaluran beras SPHP secara masif dan merata serta panen gadu yang diperkirakan mulai akhir Agustus - Oktober 2025, diharapkan harga beras akan turun dan ketahanan pangan di Aceh dapat terjaga secara berkelanjutan, baik di musim panen maupun saat terjadi kekurangan pasokan.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved