Kamis, 30 April 2026

Berita Aceh Timur

Harga Kakao di Aceh Timur Anjlok, Petani Diimbau Perhatikan Kualitas Biji

Penurunan ini setidaknya disampaikan Akhyar Maulana, perwakilan PT Hasil Bumi Raya Mandiri (HBRM), yang mengungkapkan bahwa harga kakao mulai merosot

Tayang:
Penulis: Maulidi Alfata | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/HO
JEMUR KAKAO - Biji kakao petani Aceh Timur sedang dijemur untuk mengurangi kadar air, Rabu (3/9/2025).  

Penurunan ini setidaknya disampaikan Akhyar Maulana, perwakilan PT Hasil Bumi Raya Mandiri (HBRM), yang mengungkapkan bahwa harga kakao mulai merosot dari angka tertinggi sebelumnya, yaitu Rp 112.000 per kilogram. 

Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Petani kakao di Kabupaten Aceh Timur menghadapi tantangan besar setelah harga komoditas andalan mereka anjlok drastis dalam sepekan terakhir.

Penurunan harga ini terjadi secara bertahap dan kini menyentuh angka Rp70.000 per kilogram.

Penurunan ini setidaknya disampaikan Akhyar Maulana, perwakilan PT Hasil Bumi Raya Mandiri (HBRM), yang mengungkapkan bahwa harga kakao mulai merosot dari angka tertinggi sebelumnya, yaitu Rp 112.000 per kilogram. 

Harga terus menurun secara bertahap menjadi Rp 90.000, lalu Rp 82.000, hingga akhirnya stabil di angka Rp 70.000 saat ini.

Menurut Akhyar, fluktuasi harga ini dipengaruhi oleh dinamika pasar kakao global dan menurunnya permintaan saat ini. "Harga turun mengikuti perkembangan kakao dunia dan lemahnya permintaan saat ini," ungkapnya.

Meskipun harga sedang lesu, Akhyar menekankan bahwa kualitas biji kakao tetap menjadi faktor penentu harga jual. 

Baca juga: Al Farlaky Raih Penghargaan Pengembangan Petani Kakao Kreatif 2025

Perusahaan akan membeli dengan harga yang lebih baik jika biji kakao memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Standar tersebut meliputi: kadar air maksimal 11 persen, kandungan sampah maksimal 8 % . Jumlah biji (beans count) 125 biji per 100 gram.

Akhyar menegaskan bahwa biji kakao yang berkualitas baik dan memenuhi semua unsur tersebut akan dihargai lebih tinggi. Namun, untuk saat ini, harga pasar tetap berada di angka Rp70.000 per kilogram.

"Harga saat ini bertahan di Rp70 ribu. Jika petani ingin menjual, harganya segitu.

Namun, jika menunggu, ada kemungkinan harga bisa kembali naik ke depannya," pungkas Akhyar, memberikan sedikit harapan bagi para petani yang berharap harga kakao kembali pulih. (*)
 

 

 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved