Cahaya Aceh
Kupi Khop, Dari Kopi Pesisir Kini Jadi Magnet Wisatawan
Siapa sangka, berawal dari iseng-iseng buka stan di even pemerintah, kini kupi kop jadi salah satu coffeshop favorit dan ikonik di Banda Aceh.
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: IKL
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Siapa sangka, berawal dari iseng-iseng buka stan di even pemerintah, kini kupi kop jadi salah satu coffeshop favorit dan ikonik di Banda Aceh.
Bahkan, banyak wisatawan memasukkan kupi khop dalam list itinary selama di Aceh.
Owner Kupi Khop, Rendy Rizki Tiba Pratama mengaku, pada daerah asalnya di Aceh Barat, kopi ini lebih dikenal sebagai kupi tubruk, yang disajikan panas-panas dengan gelas terbalik. Khususnya di warung-warung berdiri di pesisir pantai.
“Kenapa kopi ini bisa gelas terbalik seperti itu? Sejarahnya karena dulu orang-orang di sana ngopi di pinggir laut, supaya kopi tidak terkontaminasi udara luar dan debu, maka kopinya ditutup dengan membalikkan gelas,” ujar Rendy yang juga berasal dari Aceh Barat.

Pada 2013 lalu, di Banda Aceh digelar even Festival Kopi. Rendy pun terlintas ide untuk memperkenalkan kopi khas pesisir itu ke Banda Aceh. Biar namanya lebih akrab di telinga pengunjung, ditabalkankanlah nama Kupi Khop.
Namun, ternyata respons pengunjung mengejutkan dirinya. Stand mereka dipadati pengunjung yang penasaran.
Selepas even itu, ia pun membuka kedai kopi itu di Batoh, lokasi saat ini. Tapi kala itu bangunan masih seperti warkop kampung.
Karena pengunjung ramai, ia pun akhirnya secara berlahan-lahan mengubah tampilannya, termasuk menambah menu makan dan minuman.
Dalam perjalanan panjang Kupi Khop menuju usaha yang jadi favorite pengunjung, Bank Taman Indah Darussalam memberikan peran yang sangat nyata.
Lembaga keuangan sudah dua kali menyuntikkan pembiayaan, untuk modal pengembangan kupi khop.
Pemberian pembiayaan ini sebagai bentuk dukungan mereka terhadap dunia kreatif di Banda Aceh.
Di tempat asalnya kupi khop ini hanya ada kupi hitam, di Banda Aceh, Rendy selaku wner, mengkreasikan ada kopi susu, termasuk yang dingin maupun panas.
Serta menambahkan sedotan untuk pengunjung.

Seiring bertambah luas kedai kopi dan melakukan pengembangan usaha, Rendy mendapat dukungan modal dari BPRS Taman Indah Darussalam untuk mengembangkan kedai kopinya tersebut.
“Kupi khop ini sudah dua kali rebranding wajah, pada 2018 dan 2023 kemarin. Dulunya warung biasa kayak warung di kampong-kampung, sampai sekarang jadi seperti ini,” ungkap Rendy.
“Dengan hadirnya Kupi Khop, kita punya kopi unik yang bisa kita tonjolkan ke orang di luar Aceh, bahwa selain kopi saring, ada ini juga,” tambah Rendy.
Saat ini, dia mengaku Kupi Khop sudah dikenal oleh para wisatawan luar yang berkunjung ke Aceh. Katanya, setiap pekan ada saja wisatawan Malaysia yang datang menikmati sajian mereka, termasuk wisatawan dari provinsi tetangga.(*)
| Wagub Aceh Ajak Warga Hadiri Penutupan Aceh Ramadhan Festival dan Nuzulul Qur’an di MRB |
|
|---|
| Tempati Lahan Eks Pasar Aceh, Peukan Raya Ramadan akan Sediakan Ragam Kuliner |
|
|---|
| Agam Inong Aceh Gelar Charity Night untuk Korban Bencana di Aceh |
|
|---|
| Resmi Ditutup, Aceh Festival Hadirkan Energi Baru Bagi Pariwisata |
|
|---|
| Kedah, Gerbang Emas Menyusuri Keindahan Alam Gayo Lues |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bgfeb.jpg)