Aceh Barat
Jelang Maulid Nabi, Forkopimda Aceh Barat Bahas Stabilitas Harga Pangan dan Isu Pertambangan
Forkopimda juga membahas potensi meningkatnya permintaan bahan pokok di masyarakat, yang dapat memicu kenaikan...
Penulis: Sadul Bahri | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Sa'dul Bahri | Aceh Barat
SERAMBINEWS.COM, MEULABOH - Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Barat menggelar rapat penting guna membahas isu-isu aktual, termasuk kestabilan harga bahan pokok dan aktivitas pertambangan di wilayah tersebut. Rapat dilaksanakan di Ruang Rapat Cut Nyak Dhien, Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Aceh Barat, Kamis (4/9/2025).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP MM, dan turut dihadiri oleh Wakil Bupati, Ketua DPRK, Dandim 0105, Sekda, sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), serta unsur Forkopimda lainnya.
Salah satu isu strategis yang dibahas adalah aktivitas perusahaan tambang emas yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi sorotan publik. Tarmizi menegaskan bahwa seluruh perusahaan tambang yang beroperasi di Aceh Barat wajib mematuhi regulasi yang berlaku.
“Seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Aceh Barat harus mengikuti dan menaati aturan yang berlaku. Jangan sampai menabrak atau melanggar aturan yang sudah ditetapkan,” tegas Bupati Tarmizi.
Terkait dengan musim Maulid Nabi yang segera tiba, Forkopimda juga membahas potensi meningkatnya permintaan bahan pokok di masyarakat, yang dapat memicu kenaikan harga dan inflasi.
“Memasuki musim maulid nabi, harga dan kebutuhan bahan pokok dipastikan meningkat. Untuk itu, kita akan mengadakan pasar tani dan pasar pangan murah di Kecamatan Johan Pahlawan mulai bulan ini,” ujar Tarmizi.
Baca juga: Sembilan Bulan Tanpa Kepastian, KoBar-GB Aceh Barat Desak Pemerintah Cairkan Tunjangan Profesi Guru
Program pasar tani dan pangan murah ini akan berlangsung selama musim Maulid, mulai September hingga November 2025. Dalam pasar ini, para petani lokal akan diberi kesempatan untuk menjual hasil pertanian mereka secara langsung kepada masyarakat. Komoditas yang harganya cenderung naik, seperti cabai dan bawang, akan disubsidi oleh Dinas Pangan setempat.
“Petani akan berjualan langsung di pasar tersebut. Beberapa komoditi seperti cabai dan bawang yang mengalami kenaikan harga akan kita subsidi melalui Dinas Pangan. Nantinya juga akan tersedia Gas LPG dengan harga terjangkau,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, mengendalikan inflasi daerah, serta mendukung keberlangsungan ekonomi petani lokal di tengah tingginya kebutuhan menjelang perayaan Maulid Nabi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tarmizi-SP-memimpin-rapat-pembahasan-isu-harga-bahan-pokok.jpg)