Jumat, 24 April 2026

Berita Banda Aceh

Wali Nanggroe Ucap Terima Kasih Kepada Presiden Putin Saat Hadiri Forum Internasional di Rusia

Tgk Malik Mahmud menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Rusia Vladimir Putin atas kesempatan yang diberikan kepada Aceh

Penulis: Subur Dani | Editor: Subur Dani
FOR SERAMBINEWS
Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) yang digelar di Vladivostok, Rusia, Jumat (5/9/2025). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) yang digelar di Vladivostok, Rusia, Jumat (5/9/2025).

Dalam kesempatan itu, Tgk Malik Mahmud menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin atas kesempatan yang diberikan kepada Aceh untuk berpartisipasi dalam forum internasional yang membahas pengembangan ekonomi Timur Jauh dan memperluas kerja sama internasional di kawasan Asia-Pasifik tersebut.

Baca juga: Konsul Jenderal Jepang Temui Wali Nanggroe Malik Mahmud

Kabag Kerjasama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris mengatakan, penyampaian itu disampaikan Wali Nanggroe saat menjawab wartawan dari Media AiF (Argumenty i Fakty) atau Argumen dan Fakta, sebuah media paling populer di Rusia sejak era Soviet, pada rangakaian kegiatan EEF yang diikuti di kota Vladivostok, Jumat 5 September 2025.

Pada kesempatan itu, Wali Nanggroe didampingi Konsul Kehormatan RI di Vladivostok, Anton A. Zubko. 

Baca juga: Temui Wali Nanggroe, Konsul Jenderal Jepang Akui Hal Ini ke Tgk Malik Mahmud

Wali Nanggroe datang ke Rusia didampingi Staf Khusus Dr. Muhammad Raviq dan Khatibul Wali Abdullah Hasbullah, serta Ema Yanti Pejabat Struktural Khatibul Wali.

“Letak wilayah kami dan Vladivostok memberikan banyak peluang untuk pengembangan negara kita masing-masing,” ujar Wali Nanggroe.

Dalam wawancara, Wali Nanggroe menegaskan Aceh memiliki posisi strategis di persimpangan jalur laut internasional. Aceh juga kaya sumber daya alam, termasuk minyak dan gas di wilayah utara dan barat, serta hasil pertanian dan perkebunan.

Baca juga: Wali Nanggroe dan Wagub Aceh Temui SBY di Cikeas, Bahas Otsus dan Penguatan UUPA

Produk unggulan seperti Kopi Gayo sudah diekspor ke Amerika dan Eropa, sementara minyak nilam menjadi komoditas penting dengan pembeli utama dari Prancis. “Kami perlu pemasaran yang tepat, peningkatan produksi, dan distribusi yang lebih luas,” kata Wali Nanggroe.

Selain itu, Wali Nanggroe menyoroti potensi perikanan, pariwisata, dan kelautan. Pantai, pulau tropis, hingga ombak besar untuk olahraga selancar dinilai dapat menjadi daya tarik wisata internasional.

Baca juga: Serangan Rudal dan Drone Rusia Hancurkan Kiev, 14 Orang Tewas, Kantor Uni Eropa Rusak

Kehadiran Aceh di EEF, menurut Wali Nanggroe, menjadi langkah awal mempererat hubungan langsung dengan Rusia. Ia menekankan ketertarikan Aceh pada teknologi, investasi, dan pengalaman Rusia dalam membangun industri serta tata kota.

“Tujuan utama kami di forum adalah membuka peluang kerja sama dengan perusahaan energi Rusia, khususnya terkait pengangkutan gas dari Sakhalin melalui Aceh ke negara lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Konsul Kehormatan RI di Vladivostok, Anton A. Zubko, menegaskan perannya fokus pada pengembangan kerja sama dagang, ekonomi, dan budaya antara Indonesia dengan Timur Jauh Rusia.

Baca juga: VIDEO - Perang Sengit! Rusia Klaim Kuasai Dua Desa di Donetsk Ukraina, AS Dorong Jalan Damai

Ia mengapresiasi kehadiran delegasi Aceh di forum bergengsi tersebut. “Terima kasih kepada Aceh dan pribadi Tuan Teungku Malik Mahmud Al Haythar yang memimpin delegasi tahun ini. Kami berupaya menjadikan kunjungan ini produktif sekaligus nyaman,” ujar Zubko.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved