Banda Aceh
TBM FK USK Gelar MERCUSUAR, Bangun Kesiapsiagaan Bencana
“Tujuan utamanya adalah membekali para Rangers TBM FK USK dengan keterampilan dan mental tangguh agar mampu merespons berbagai...
Penulis: Sara Masroni | Editor: Eddy Fitriadi
Laporan Sara Masroni | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Tim Bantuan Medis (TBM) Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) menginisiasi sebuah kegiatan bernama MERCUSUAR, dilaksanakan dengan dukungan dan kerja sama dari Tsunami Disaster Mitigation Research Center (TDMRC), bagian Orthopedi, dan Bedah Plastik FK USK di lingkungan fakultas setempat, Banda Aceh, Minggu (7/9/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh 71 ranger TBM FK USK dan 17 probandus (pasien pura-pura) yang secara sukarela berpartisipasi pada kegiatan ini. Sebanyak 5 dokter residen orthopedi dan 7 dokter residen bedah plastik juga ikut sebagai pengawas untuk menilai setiap tindakan yang dilakukan pada saat simulasi.
Ketua Pelaksana, M Riyadshah Djoeli menjelaskan, MERCUSUAR bukan sekadar pelatihan, melainkan sebuah wadah pembelajaran menyeluruh yang menggabungkan teori, praktik, dan simulasi bencana secara langsung. “Tujuan utamanya adalah membekali para Rangers TBM FK USK dengan keterampilan dan mental tangguh agar mampu merespons berbagai kondisi darurat secara cepat, tepat, dan terorganisir,” jelas Riyadshah.
Baca juga: Fakultas Kelautan dan Perikanan USK Berdayakan TP PKK Gampong Neuheun Lewat Inovasi Olahan Perikanan
Melalui MERCUSUAR, TBM FK USK menegaskan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam upaya penanggulangan bencana di Aceh maupun Indonesia secara umum. Tidak hanya mengandalkan kekuatan internal, pelaksanaan MERCUSUAR tahun ini semakin kuat dengan adanya dukungan dari TDMRC, bagian Orthopedi, dan Bedah Plastik FK USK yang berperan penting dalam penanganan kasus-kasus trauma, patah tulang, serta rekonstruksi luka. Kolaborasi lintas bidang ini membuat penanganan medis dalam simulasi maupun di situasi nyata menjadi lebih komprehensif.
“Pelatihan ini tidak hanya melatih keterampilan medis, tetapi juga membangun rasa tanggung jawab dan empati. Kami ingin anggota TBM FK USK siap hadir saat masyarakat membutuhkan,” ujar Riyadshah.
Ketua pelaksana berharap, kegiatan ini menjadi pondasi kuat bagi mahasiswa kedokteran dalam memaknai peran sosialnya. “Dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman lapangan, para rangers TBM FK USK diharapkan mampu menjadi tenaga medis muda yang tangguh, sigap, serta berdaya guna dalam kondisi darurat,” pungkasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pembekalan-kesiapsiagaan-bencana-di-lingkungan-Fakultas-Kedokteran-USK.jpg)