Selasa, 21 April 2026

Berita Aceh Singkil

Kesbangpol Bedah Buku Relasi Islam – Kristen – Katolik di Aceh Singkil

Buku Relasi Islam – Kristen – Katolik karya Hasan Basri M Nur PhD dibedah di hadapan 25 tokoh lintas agama di Kabupaten Aceh Singkil

Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/HO
Buku Relasi Islam – Kristen – Katolik karya Hasan Basri M Nur PhD dibedah di hadapan 25 tokoh lintas agama di Kabupaten Aceh Singkil. Acara bedah buku ini difasilitasi oleh Kesbangpol Aceh bekerjasama dengan Kesbangpol Kabupaten Aceh Singkil di sebuah café pada Rabu (10/09/2024), dan dikemas dalam acara Dialog Milenial Lintas Agama di Aceh Singkil. 

SERAMBINEWS.COM, Singkil – Buku Relasi IslamKristenKatolik karya Hasan Basri M Nur PhD dibedah di hadapan 25 tokoh lintas agama di Kabupaten Aceh Singkil.

Acara bedah buku ini difasilitasi oleh Kesbangpol Aceh bekerjasama dengan Kesbangpol Kabupaten Aceh Singkil di sebuah café pada Rabu (10/09/2024), dan dikemas dalam acara Dialog Milenial Lintas Agama di Aceh Singkil.

“Dalam acara Dialog Milenial Lintas Agama ikut dibedah buku Relasi IslamKristenKatolik di Aceh Singkil yang ditulis oleh akademisi UIN Ar-Raniry Hasan Basri MNur,” kata Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Aceh, Muksalmins SPd MSi saat membuka dialog.

Hasan Basri selaku penulis menyampaikan bahwa buku menyampaikan bahwa buku tersebut lahir dari penelitian yang dia lakukan dan dipadu dengan temuan Tim Pembinaan, Pengawasan, Penanganan dan Perselisihan (TP4) Tempat Ibadah di Kabupaten Aceh Singkil yang dibentuk oleh Pemerintah Aceh pada tahun 2021.

Baca juga: Rawat Kerukunan, FKUB Aceh Singkil Dialog dengan Pemuda Lintas Agama

“Selain memuat data-data gereja dan sebaran penduduk berdasarkan agama secara lengkap, buku ini melihat relasi sosial penduduk Islam dengan agama-agama lain di Aceh Singkil,” ujar Hasan yang juga Sekretaris Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Aceh. 

Dalam buku itu, Hasan memilah relasi sosial umat beragama dalam lima aspek, yaitu sosial agama, ekonomi, pendidikan, politik dan budaya. 

“Tinjauan dari lima aspek tersebut, relasi sosial antara penduduk Islam dengan penduduk Kristen dan Katolik di Aceh Singkil berjalan harmonis,” ungkapnya.

“Sedikit perselisihan yang terjadi adalah mengenai jumlah dan lokasi pendirian tempat ibadah Kristen dan Katolik yang tidak atau belum mendapatkan izin, dan hal ini tidak mengganggu relasi sosial antaragama,” katanya. 

“Gereja-gereja Kristen yang dibangun atas legalitas Kesepakatan 1979 dan 2001 terdapat lima unit dan keberadaannya sama sekali tidak ada masalah,” katanya. 

“Akan tetapi, dari lima gereja legal tersebut belum terdapat gereja Katolik, sementara penduduk Katolik terdapat lebih dari seribu jiwa di Aceh Singkil,” katanya.

Baca juga: Pemuda Lintas Agama di Aceh Singkil Bahasa Peran Perempuan dalam Menjaga Kerukunan

Hadir dan memberikan pandangan dalam dialog tersebut antara lain H Ibrahim Simbolon, (Wakil Ketua MPU), Ustaz Drs H Roswin Hakim, Unsur Muhammadiyah), Muhammad Yusuf (Unsur NU), Hendra (Unsur Kemenag), Ustaz Nasrin (Ketua MPD), Haji Muhd Nasir SE (Alwashliyah), Ustaz Ridho (Unsur DSI), Mustafa (FKUB), Muhammad Jamin, Yudi Sagala dan Ustaz Marwidin.

Sementara dari tokoh Kristen tampak hadir Tigor DL Padang (pimpinan Gereja GKPPD) dan 

Cocok Hariadi Manik (pimpinan Gereja Katolik Suka Makmur).

Acara dialog dan bedah buku ditutup oleh Surya Edy Rachman dari Badan Kesbangpol Aceh menjelang makan siang bersama. Dalam kesempatan itu kepada setiap peserta dibagi buku. 

 Pengantar Prof Siddiq Armia

Kata Pengantar pada buku Relasi IslamKristenKatolik di Aceh Singki diitulis khusus oleh Prof Dr Muhammad Siddiq Armia PhD, guru besar Hukum Tata Negara UIN Ar-Raniry.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved