Bireuen
Puluhan Pensiunan Kunjungi Paya Nie Kutablang, Ini Harapan Mereka
“Ini aset besar milik masyarakat Kutablang dan Bireuen. Jika dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber PAD.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Nur Nihayati
“Ini aset besar milik masyarakat Kutablang dan Bireuen. Jika dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber PAD.
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Puluhan pensiunan ASN dari jajaran Pemkab Bireuen, termasuk mantan pejabat, camat, guru, tenaga medis, dan lainnya, pada Rabu (17/9/2025) melakukan kunjungan ke objek wisata alam dan ekowisata Paya Nie, Desa Blang Mee, Kecamatan Kutablang, Bireuen.
Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi, mengadakan senam lansia, pemeriksaan kesehatan, serta merumuskan usulan kepada Pemkab Bireuen agar waduk Paya Nie dirawat, dilestarikan, dan ditata dengan baik demi kebermanfaatan bagi generasi mendatang.
Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Bireuen, Raden Yus Rusmadi, didampingi Keuchik Tingkeum Mayang, Mawardi, menyampaikan bahwa waduk Paya Nie yang memiliki 44 suak dan dikelilingi oleh sembilan desa merupakan warisan leluhur yang perlu dijaga.
“Ini aset besar milik masyarakat Kutablang dan Bireuen. Jika dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber PAD.
Lokasi ini tetap berfungsi sebagai rawa gambut penampung air untuk kebutuhan pertanian,” ujarnya.
Ia menambahkan, dahulu Paya Nie menghasilkan benyot yang digunakan untuk membuat tikar, berbagai jenis ikan air tawar, dan menyimpan banyak nilai sejarah.
“Jika ada masyarakat yang ingin menanam sawit di sekitar waduk, sebaiknya dihentikan.
Kawasan ini merupakan salah satu destinasi wisata kabupaten yang harus dijaga kelestariannya,” tegasnya.
Mantan Direktur RSUD dr. Fauziah Bireuen juga menyampaikan harapannya agar waduk Paya Nie terus dijaga.
Ia telah mengikuti perkembangan kawasan tersebut selama tiga tahun terakhir.
Gaung pelestarian waduk Paya Nie terus dikumandangkan oleh masyarakat, LSM, PT PIM, AWF, dan Umuslim. Mereka aktif menjalankan berbagai program dan mempromosikan Paya Nie sebagai kawasan rawa alam yang perlu dilestarikan.
Perangkat desa dan camat setempat juga telah menunjukkan komitmen dalam menjaga kelestarian waduk.
Beberapa langkah yang disarankan untuk segera dilakukan oleh Pemkab Bireuen antara lain:
| Pascasarjana Umuslim Gelar Kuliah Tamu Internasional, Hadirkan Pemateri dari UPSI Malaysia |
|
|---|
| Mahasiswa PAI FAI UNIKI Jadi Tutor Daurah Ramadhan di Gandapura |
|
|---|
| Warga Muhammadiyah Kota Juang Rayakan Idul Fitri 1447 Hijriah |
|
|---|
| Bocah 8 Tahun Diduga Jadi Korban Pelecehan di Bireuen, Bos Yudi Bakal Kawal Proses Hukum |
|
|---|
| Masyarakat Gampong Bayu Khatam Al-Quran dan Santuni Anak Yatim |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/waduk-1709.jpg)